Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Memulai Sandiwara


__ADS_3

Keesokan harinya.


Bella dan Kenan sudah mulai beraksi. Dimana keduanya terlihat seperti biasa dingin dan datar. Katrina yang melihatnya pun tertawa sinis.


"Ternyata kalian sudah kembali seperti biasa ya? Bagus juga ide ku pada pria sialan itu! Tidak sia-sia aku menekannya! Kita lihat saja nanti! Aku pasti akan berhasil mendapatkan mu Kenan! Jangan salahkan aku mengambil jalan ini!" gumamnya dengan segera berlalu meninggalkan Kenan yang saat ini sedang berbalas pesan dengan Bella.


Mereka saat ini sedang mengintai kelakuan Katrina. Kenan menyeringai.


"Jangan salahkan aku jika aku membuat mu akan terjebak dengan ulahmu sendiri! Kamu bisa licik aku juga bisa lebih licik lagi! Dulu aku sendiri. Tetapi sekarang ada seseorang yang selalu bersedia menemani dan mendukungku! Dulu, kamu bisa menekanku. Tetapi tidak sekarang. Kamu akan tahu berhadapan dengan siapa. Jangan panggil Aku keturunn Alamsyah jika tidak bisa memberantas hama sepertimu. Enak saja kamu menuduh Abangku! Tunggu pembalasanku Katrina! Untuk sekarang, aku akan bermain cantik dengan mu. Aku akan ikut permainanmu. Kita lihat. Siapa yang akan kalah? Kamu? Atau Kami?" gumam Kenan dengan seringai iblis yang begitu menakutkan.


Tapi tidak dengan Bella. Ia malah terpesona dengan wajah tampan itu saat ia sedang serius dan berwajah licik seperti itu.


Semakin tampan menurut Bella. Ia jadi tersipu malu mengingat wajah tampan itu begitu manis padanya pagi ini.


Bella salah tingkah sendiri. Semua itu tidak luput dari seorang lelaki yang sengaja di utus untuk memantau kegiatan Bella saat berada dirumah sakit.


Bella tahu itu. Tetapi ia tidak peduli. Inilah tujuan mereka. Ingin menjebak tikus curut harus seperti cara curut itu juga. Begitu kata Bella kemarin malam.

__ADS_1


Kenan terpaksa bertindak seperti ini karena Katrina sudah bertindak terlalu jauh untuk melakukan balas dendam kepada orang yang salah.


Andai Katrina tahu. Bukan keluarga Kenan lah yang melakukan pembinuhan itu tetapi keluarganya sendiri. Orang terdekatnya.


Tapi sayang, Katrina salah paham. Inilah yang disesalkan oleh Kenan. Jika ia tau akan jadi seperti ini ia tidak akan meminta pertolongan Abangnya dulu.


Menyesal.


Inilah yang saat ini Kenan rasakan. Abangnya terpaksa harus mendapat teror karena dirinya. Kalau saja Kenan tidak memaksa Abang nya waktu itu, pastilah semua ini tidak akan terjadi.


Sekarang semuanya sudah terlambat.


Saat ini Kenan sedang melindungi banyak nyawa. Termasuk nyawanya sendiri.


Katrina bukanlah gadis biasa. Tetapi ia gadis dengan segudang ide licik yang tidak pernah putus sama seperti Ayahnya.


Bahkan pelaku pembunuhan itu pun saat ini sedang ia tahan dengan cara dijadikan istri olehnya dan dikurung dirumah sakit di tempatnya bekerja.

__ADS_1


Demi menutupi kasus itu. Mereka ingin menyelesaikan balas dendam itu dengan cara mereka sendiri.


Kenan menghela nafas kasar saat orang suruhannya mengatakan jika Bella pun sedang diawasi. Kini bukan hanya dirinya, keluarganya tetapi juga istrinya.


"Hah. Aku harus segera bertindak menerima Katrina kembali jika ingin melindungi Bella dari Katrina. Bukankah jika ingin melindungi orang yang kita sayangi harus berteman dengan musuh itu sendiri agar ia percaya jika kita berpihak padanya. Semoga masalah ini cepat selesai. Agar aku dan Bella cepat bersatu.." lirih Kenan dengan mata terpejam.


Ia memikirkan kejadian tadi malam jika sampai ia menyentuh Bella untuk pertama kalinya pastilah akan berakibat fatal untuk istrinya itu.


Kenan sudah sembuh. Ia sudah membuktikannya sendiri bersama Bella tadi malam. Bella pun mengatakan iya.


Bella sudah siap jika ingin disentuh oleh Kenan. Tetapi Kenan menolak karena mengingat Katrina masih memiliki dendam dengan keluarga nya.


Sungguh berat cobaan hidup untuk Kenan dan juga ujian rumah tangga mereka berdua. Disaat dirinya sudah sembuh, malah dihadapkan pada kenyataan jika musuh mereka merupakan seseorang yang selama ini begitu dekat dengannya.


Untuk saat ini menyesal pun tiada guna. Karena semua ini sudah terlanjur. Yang bisa ia lakukan hanyalah memulai sandiwaranya dan mengikuti arus permainan yang dibuat oleh gadis itu.


Semoga saja mereka berdua sanggup melewati ujian rumah tangga mereka.

__ADS_1


Semoga saja.


__ADS_2