Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Bella pulang


__ADS_3

"Sentuh aku Kenh.. Please.. Help me please Kenh.. Ughh.. Sssttt.." desis Katrina semakin tidak menentu.


Kenan hanya bisa mengumpat dalam hati tentang kelakuan bar bar Katrina ini. "Sebentar Kat. Pintu rumah tadpi beluk ku kunci. Sebentar ya?" ucap Kenan begitu muak dengan kelakuan Katrina


"Please honey.. Sentuh akuhhh.. Ssshhhtt.. Uhh..."


"Sebntar. Kita matikan lampu dulu," ucapnya lagi dengan segera meklepaskan diri dari Katrina yang semakin gesit saja.


Ia berlari ke samping pintu dan..


Blam!


Lampu padam.


Cetak.


Lampu remang-remang menyala. Seseorang berbaju hitam itu mendekati Katrina yang sudah hampir polos.


"Panas.. Kenh.. Touch me please.. Come on!" katanya pada Bram suaminya yang dikira Kenan olehnya.


"As you wish honey.." balasnya dengan berbisik.

__ADS_1


Ia segera memegang tubuh Katrina, Bram mengecup dahi, kedua mata hidung hingga kedua pipinya.


Terakhir Bram memagut bibir tipis yang sangat ingin ia kecupi itu. Kenan menghela nafas lega saat melihat Bram sudah menunaikan hak nya sebagai suami Katrina.


Kenan menutup pintu itu dengan rapat dan menguncinya dari luar. "Hufffttt.. Hampir saja. Hah. Kaget aku! Ternyata Anta sang detektif itu Kenan Bramanta??? Ya Allah.. Pantas saja dia tau semua tentang Katrina. Tak taunya. Ia calon suami Katrina. Tetapi tak apa. Aku bersyukur karena itu adalah suaminya. Semua itu meringankan ku. Sebaiknya aku istirahat di kamar. Kamu kemana sih sayang? Kok belum pulang sih? Udah hampir jam sepuluh malam, kamu belum juga pulang mana ponsel kamu nggak bisa dihubungi? Kamu kemana sayang? Hampir saja suami kamu ini ternoda tadi. Ck. Hufffttt.. Abang akan menunggu kamu dikamar kita!" katanya sambil berlalau menuju kamar nya yang ada dilantai dua.


Sementara duo sejoli itu sedang melepaskan masa lajang mereka untuk pertama kalinya malam ini dirumah Kenan.


Entah apa yang terjadi jika sampai Bella tau, pastilah ia akan salah paham. Padahal inilah tujuannya.


Pukul lima pagi, Bella pulang dari rumah sakit yang ada di Jakrat selatan. Kenana sempat mendengar deru motor itu, tetapi ia tidak peduli karena saat ini ia sedang khusyu' berzikir.


"Mobil siapa? Ada tamu kah?" gumamanya dengan segera berlalu masuk kerumah menggunakan kunci serap yang ia miliki.


Masuk kerumah kaki itu tiba-tiba terpaku di tempat saat mendengar suara aneh dari dalam kamar tamu rumahnya.


Ia berjalan dengan pelan untuk mendekati pintu kamar tamu yang tertutup itu.


"Ah.. Come on Kenh! Aku sudah tidak tahan! Ugghh.."


Deg!

__ADS_1


Deg!


Deg!


Kaki Bella mundur dua langkah kebelakang. Tubuh itu terhuyung hingga menabrak sofa yang ada disana.


"Ah.. Kenhhh...! Come Kenan! Ughh... Ah.."


Dddduuuuaaarrrr....


Bruuukkkk..


Tubuh Bella bagaikan disambar petir saat itu juga saat mendengar susra lenguhan dari sebalik pintu kamar tamu rumahnya.


Bella tergugu. Ia menggeleng tak percaya. Bella menutup kedua mulutnya agar sura tangisan itu tidak terdengar.


"ya Allah... Abang... Hiks.. Tega kamu!! Apa salahku?? Katrina? Kamu bersama Katrina??? Huh? Haaaa... Aaaaa..." raungnya dengan air mata yang terus bercucuran.


Sementara suara lenguhan dan desahaan di dalam kamar itu terus terdengar jelas di telinganya.


Bella menutup kedua telinganya tidak ingin mendengar suara lak nat itu.

__ADS_1


__ADS_2