Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Bisik-bisik


__ADS_3

Kenan keluar dari kamar mandi setelah membersihkan seluruh tubuhnya. Ia terkejut saat melihat Katrina sedang membuka kotak bekal yang entah punya siapa.


Karena tidak ingin menjadi sebab dan musabab, Kenan mendekati meja itu dan merampas dengan cepat bekal yang dibuat Bella untuk dirinya sendiri.


"Jangan sentuh makanan ku!" tegas Kenan pada Katrina yang membuat gadis itu terlonjak kaget dari kursi tempatnya duduk.


"Oh ya ampun! Ken!" serunya sambil memegangi dadanya karena spontan saja terkejut.


Kenan menatapnya dengan datar. Katrina mengernyitkan dahinya bingung saat pakaian Kenan sudah berganti dari yang tadi pagi.


"Kamu mandi Ken? Nggak pernah banget lohh kamu mandi siang kayak gini? Tapi aku suka cowok yang bersih dan wangi!" celutuknya seperti menyindir dan membuat Kenan menoleh pada nya dengan wajah datar.


"Jadi maksud kamu, selama ini saya tidak bersih dan wangi begitu?! Siapa kamu berani menilai saya? Sedang istri saya saja tidak pernah mengatakan hal ini kepada saya!" ucap Kenan membuat senyum manis terukir di bibir Katrina mendadak surut seketika karena ucapan Kenan yang begitu ketus padanya.


"Bu-bukan begutu Ken. Aku hanya mengatakan yang sejujurnya-,"

__ADS_1


"Keluar!" usir Kenan tanpa melihat Dokter Katrina yang kini mentapnya dengan mata melotot.


"Ken!"


"Keluar!"


"Nggak akan! Kita belum makan siang-,"


"Saya bilang keluar Katrina binti Mahmud Daud Bramantio!"


Deg!


"Saya bilang keluar dokter Katrina! Anda tidak dengar???" tukas Kenan begitu marah melihat Katrina yang tidak mau keluar dari ruangannya.


Pintu ruangan yang terbuka itu membuat semua orang yang lewat disana menoleh sedikit ke dalam ruangan itu sambil berbisik-bisik.

__ADS_1


Katrina mengepalkan kedua tangannya. Ia segera keluar dari ruangan itu dengan tergesa. Semua orang yang berada diluar ruangan itu berbisik-bisik karena melihat baru kali ini dokter Katrina itu di usir oleh Kenan di depan umum.


Walau hanya di dalam ruangan, tetapi gema suara dari seorang dokter Kenan begitu terdengar membuat semua orang mencibir Dokter Katrina.


Sedangkan Kenan menghela nafasnya. Ia baru menyadari dua hari ini. Ternyata Katrina tidak ikhlas menolongnya.


Ada udang di balik bakwan euuy!


Ia hanya ingin mendapatkan simpati Kenan saja. "Ck. Pantas saja selama setahun ini aku berobat dengannya tidak ada reaksi apapun di tubuhku. Ternyata.. Katrina bukanlah dokter spesialis itu. Ia sengaja mendekati ku dengan alasan ingin mengobati! Ck. Aku tertipu! Dan bodohnya aku tertipu karena ulahnya itu! Tetapi, beruntungnya aku ada Bella yang mau membantuku. Walau itu hanya ilusi. Tetapi Bella berhasil membangkitkan senjata tempurku yang telah berhibernasi selama sepuluh tahun ini. Semoga itu tidak hanya mimpi. Dan masakan ini? Kenapa sama dengan rasa masakan yang Bella masak setiap hari nya di rumah ya?" ucap Kenan dengan terus memakan bekal makan siang yang Bella tinggalkan tadi di meja kerjanya.


Ia melahap makanan itu hingga habis. Sementara Bella yang saat ini baru saja keluar dari musholla dan melewati ruangan Kenan,


Ia sedikit tercengang melihat tingkah Kenan yang menurutnya sedikit berbeda dari biasanya.


"Ada apa sama kamu Bang? Nggak biasanya kamu marah-marah sama si Katro' itu? Ada apa? Kok aku jadi pinisirin sih? Hihihihi.. Penasaran Bella! Ck!" Ia berdecak sembri sambil terkikik geli karena sempat melihat jika wajah dokter Katrina merah padam karena menahan amarah dan juga malu karena ulah Kenan.

__ADS_1


Sementara Kenan mematung di depan pintu saat melihat sang istri yang kini baru saja melewatinya denagn terkikik geli.


Tanpa sadar, bibir tipis milik pemuda tampan itu pun ikut terkekeh karena melihat tingkah dari Bella.


__ADS_2