
Kenan terus saja memakan bolu pesanannya pada Katrina tadi. Sambil sesekali melirik Katrina yang sudah mulai aneh.
Disetiap gerakannya itu ia mendesis kecil. Sesekali ia menggigit bibir bawahnya, saking tidak tertahankan dengan reaksi tubuhnya.
Kenan tersenyum, "Yes! Berhasil! Senjata makan tuan!" serunya kegirangan tetapi tetap di dalam hati.
Kenan yang sudah menghabiskan bolunya itu, segera bangit. Ia mengambil ponsel, jas putihnya dan juga tas hitamnya dan segera ingin meninggalkan ruangannya itu.
Katrina semakin tidak terkendali. Melihat Kenan yang ingin pergi meninggalkannya, Katrina memegang lengan Kenan.
Ssssrrrr...
Tubuhnya berdesir seketika saat tangn hangat Kenan memegang tangannya. "Kenapa? Kamu butuh tumpangan? Kalau iya, ayo!" ajaknya pura-pura bodoh di hadapan Katrina.
Sedang Katrina menggerutu dalam hati. "Sial! Kenapa pula tubuhku yang terasa aneh begini?? Ah.. Ssstt.. Apa jangan-jangan Kenan.. Ah.." desisnya dalam hati saat merasakan gejolak yang begitu menyiksa dirinya.
Katrina hanya mengangguk saja. Ia pun memegang lengan Kenan yang semakin membuat tubuhnya terbakar dan sangat ingin disentuh oleh Kenan.
__ADS_1
Ia menggigit bibir bawahnya lagi saat merasakan sensasi itu terus mendesaknya untuk dilepaskan.
"Ughh.. Kenh.. Tolong aku.. Sssttt.. Ughh.." desisnya semakin tidak menentu.
Kenan tersenyum jahat, "Emang enak! Rasain lu! Makan tuh senjata makan tuan!" seru Kenan di dalam hati.
Mereka berdua terus berjalan beriringan hingga menuju lobi rumah sakit. Tiba disana Anta alias Bram segera memberikan kunci mobilnya pada Kenan dan Kenan memberikan kunci motor miliknya pada detektifnya itu yang merupakan suami sah Katrina.
Kenan pun segera membawa Katrina yang sudah tidak terkontrol lagi menuju mobil yang sudah terparkir disana.
Ia membawa Bella masuk dan melajukan mobil itu menuju kerumahnya. Dikuti oleh Bram dari belakang.
Dan ya, Kenan selamat. Tetapi itu tidak berangsur lama. Katrina kembali membuat ulah setelah mobil yang Kenan lajukan kembali normal.
Katrina terus menggoda Kenan untuk segera menyentuhnya. Tetapi Kenan selalu menghindar. Kenan sangat kesal dengan tingkah Katrina yang begitu agresif ini.
"Hadeeuuhh.. Menyusahkan saja! Nggak di hari-hari biasa di saat kayak gini pun lebih parah!" gertu Kenan dalam hati.
__ADS_1
Ia terus berusaha bersabar sampai tiba dirumahnya. Detektifnya itu sudah lebih dulu menunggu dirumah Kenan.
Kenan sangat shock saat melihat jika pemuda itu ternyata suami katrina sendiri. "Ja-jadi.. Ka-kamu?? Hah??" mulut Kenan menganga saat melihat Bram terkekeh dibalik masker yang sengaja ia pasang lagi saat melihat Katrina turun dari mobilnya.
"Ka-kamu masuk duluan. Aku nyusul. Kamar tamu. Kamar yang pertama kali kamu temui."
"Oke!" sahutnya dengan segera berlalu pergi menuju kamar yang ditunjuk Oleh Kenan
Sedang Kenan terus saja menggerutu dan mengumpat sendiri saat menahan tangan Bella yang terus bergerilya di seluruh tubuhnya.
Bahkan pusat tubuhnya hampir saja tersentuh oleh Katrina jika ia tidak cepat menghindar.
Kenan menuntun Katrina masuk ke kamar itu dan segera merebahkannya di ranjang. Tetapi katrina malah tidak mau.
Lagi dan lagi Kenan mengumpat kesal saat tangan Bella menarik paksa tubuhnya hingga terjatuh ke ranjang bersama dengan Katrina.
"Sentuh aku Kenh.. Please.. Help me please Kenh.. Ughh.. Sssttt.." desis Katrina semakin tidak menentu.
__ADS_1
Kenan hanya bisa mengumpat dalam hati tentang kelakuan bar bar Katrina ini.