Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Pewaris yang sah


__ADS_3

Setelah mengambil motornya, Kenan segera melajukan motornya menuju kerumah sakit. Cukup Lima menit saja dengan cara menyeberangi jalan, kini Kenan sudah tiba di rumah sakit tempat ia mengambil spesialisnya.


Tiba disana, ia segera bergegas masuk. Tetapi ia kebingungan saat melihat seluruh perawat dan dokter masuk ke ruang aula yang ada tepat di sisi kanan rumah sakit itu.


Kenan menghentikan salah satu perawat itu dan bertanya. "Tunggu dulu sus, ada apa? Kenapa berkumpul diruang aula?" tanya Kenan pada salah seorang suster yang sedang melewatinya dengan terburu-buru.


"Hah, iya Dok. Direktur kita sedang ingin mengumumkan sesuatu tentang Direktur yang sesungguhnya dirumah sakit ini,"


"Direktur baru?"


"Ya, mari dok. Kita sudah di tunggu sedari tadi." ucapnya pada Kenan yanag masih kebingungan.

__ADS_1


Sedangkan suster yang ditanyai tadi segera berlalu meninggalkan Kenan yang tertegun.


"Siapa direktur baru itu? Bukankah Dokter Hartono yang menjadi Direktur di rumah sakit ini? Lalu, tadi itu apa maksudnya? Lebih baik masuk saja dulu. Nanti pasti akan ketahuan siapa dan kenapa." Gumamnya dengan segera melangkah masuk yang kini sudah di penuhi dengan Dokter dan perawat di rumah sakit itu.


Kenan duduk di bangku paking sudut. Ia belum sempat makan siang dan juga sholat dhuur. Rencananya setelah pertemaun rapat ini, ia akan segera untuk makan siang dan juga sholat sebelum kuliahany dimulai puku dua lebih sepuluh menit.


Tepat pukul satu lebih dua puluh menit siang waktu Jakarta, terlihat dari pintu masuk aula sudah ada dokter Hartono selaku direktur di rumah sakit itu.


Tapi ada yang lebih mengejutkan Kenan. Seorang pemuda dan Pria paruh baya yang ada di belakang Dokter Hartono itu memebuat Kenan tidak bisa mengalihkan tatapan mata nya ke arah lain.


"Baik, akan kita mulai. Sedikit saya sampaikan kepada seluruh dokter dan juga perawat disini, bahwa benar. Jika saya bukanlah pemilik rumah sakit ini. Seperti yang kalian beritakan selama ini.

__ADS_1


Tetapi ada orang lain yang memang berhak menempati kursi direktur di empat rumah sakit yang saya pegang saat ini."


"Saya tidak serakah seperti yang kalian tuduhkan karena saya memegang lima rumah sakit sekaligus. Tetapi itu memang sudah menjadi tanggung jawab saya yang di tunjuk oleh ibu Diana selaku pemilik yang sah dari empat rumah sakit salah satunya rumah sakit yang kita tunggui selama ini, Jaya kusuma ini." ucapnya sembari memberi kode pada seseorang yang akan berbicara dihadapan seluruh dokter dan juga perawat di rumah sakit itu.


"Dan pemilik asli dari rumah sakit ini sekarang telah kembali. Ahli waris dari ibu Diana sendiri yaitu Dimas Anggara Baratayudha! Silahkan Nak Dimas." ucapnya pada Dimas mempersilahkan untuk bicara.


"Terimakasih Pak Hartono. Baik. Perkenalkan nama saya Dimas Anggara Baratayudha putra sulung dari Ibu Diana Baratayudha. Saya baru tau saat Papa saya memberikan surat wasiatnya untuk saya karena sebentar lagi saya akan segera menikah. Tetapi sebelum itu, saya harus mengambil alih dulu tampuk kepemimpinan rumah sakit ini dan yang tiga lainnya. Untuk itu, saya mohon kerja sama nya dari kalian semua disini. Terimakasih." Ucap Dimas singkat, padat dan jelas.


Hingga membuat Kenan yang sednag menatapnya kini terkejut melihat jika Dimas lah yang menjadi direktur utama sekaligus pemilik empat rumah sakit yang terkenal di Jakarta saat ini.


Sontak saja ia berdiri dari kursinya dengan wajah yang begitu terlihat terkejut.

__ADS_1


"Baik, terimakasih Nak Dimas. Sudah jelas semua nya kan? Mulai hari ini Dimas lah yang akan memimpim rumah sakit yang saya pimpin selama ini. Beliau merupakan pewaris yang sah. Bukti surat wasiat itu masih ada pada saya. Saya harap. Kalian bisa bekerja sama dengan baik dalam membangun dan memajukan rumah sakit ini lebih dari yang saya buat selama kepemimpinan saya ini. Terimakasih karena kehadiran kalian semua. Dan rapat kita cukupkan sampai disini," ucapanya dengan segera berlalu meningglakan ruang aula itu di ikuti oleh Dimas dan juga Papa Rian di belakangnya.


Kenan tertegun melihat itu.


__ADS_2