Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Permintaan Kenan.


__ADS_3

Ke esokan paginya.


"Sayang?"


"Heum? Abang mau sarapan sekarang?" jawab Bella merasa aneh dengan Kenan yang terus menempel padanya.


"Nggak.. Kamu nggak usah ke rumah sakit ya? Abang ingin bersama kamu dirumah."


"Loh? Kenapa?" tanya Bella semakin heran dengan gelagat Kenan


"Nggak pa-pa sih. Abang hanya ingin jauh darimu saja. Apa itu salah?"


Bella tertawa, "Adek nggak kemana-mana Abang. Adek tetap disini, disini, dan disini." Katanya sambil menunjuk hati pikiran dan mata Kenan.


Kenana semakin erat memeluk Bella. Bella semakin merasa aneh dengan sikap Kenan ini.


"Ada apa? Cerita sama Adek? Apakah ada yang mengganggu pikiran Abang saat ini?"

__ADS_1


Kenan masih diam tidak ingin membuka suara. Ia malah semakin mengeratkan peukannya di tubuh bella seakan takut melepaskan wanitanya itu pergi dari hadapannya.


"Andai kamu tau apa yang menjadi kegelisahan Abang, sayang. Tetapi Abang tidak bisa mengatakannya padamu. Takut akan berakibat fatal pada kehamilan mu. Kehamilan yang sudah kita tunggu-tunggu setelah Abang dinyatakan sembuh.. Semoga saja ini hanya firasat saja tidak akan menjadi kenyataan." Batin Kenan semakin gelisah saja.


Ia semakin erat memeluk bella. Sedangkan Bella tidak menolak dengan perlakuan Kenan padanya.


Karena Bella bisa merasakan kegelisahan yang ia juga bisa merasakannya. Detak jantung keduanya kini semakin jelas terdengar di keduanya saking cepatnya berdetak.


"Sebaiknya kita berdua kerumah sakit. Hari ini Abang banyak pasien kan?" Imbuh Bella sembari menatap dalam pada manik mata hitam yang terus menatapnya dengan serius.


"Abang meminta satu hal darimu, bisa?" Bella mengernyitkan dahinya lagi.


"Apapun yang terjadi ke depannya, Abang harap kamu tidak pernah meninggalkan Abang. Baik hidup dan mati kamu tetap haru bersama dan jangan pernh pergi dan meninggalakn Abang. Kamu harus kuat. Kamu harus sabar dan selalu disamping abang. Mari kita bersama-sama menjaga anak kita. Abang berharap jika kamu tidak berubah sedikitpun Mirabella Syahputra!"


Deg!


Deg!

__ADS_1


Jantung Bella berdegup tidak karuan saat mendengar permintatan kenan. Bukan permintaan tetapi perintah yang harus Bella dengarkan dan ikuti apapun yang menjadi perintahnya.


"Sayang??"


Bella menatap serius padanya. "Tentu, apapun yang terjadi kedepannya Adek tidak akan pernah meninggalkan Abang sekalipun. Walau Abang tiada sekalipun! Adek akan tetap menjadi sitri abang. Jika pun anak kita lahir, Adek akan mengurusnya sendiri. Selamanya Mirabella akan menjadi istri Kenan Putra Ar Reza! Tak kan tergantikan, Sampai kapan pun!" jawab Bella dengan mantap


Membuat bibir tipis itu menyunggingkan senyum manis pada Bella. "Terima kasih sayang, kalau begitu ayo kita keruamh sakit. Dan ingat? Jangan jauh-jauh dari Abang. Karena Abang tau jika musush kita masih memiliki dendam kepada kita!"


Bella mengangguk, "Tentu Bang. Kita akan bersama-sama melindungi diri kita. Karena saat ini kita sudah bersatu dan menyatu. Demi buah hati kita!"


"Ya, ayo kita berangkat!"


"Mari tuanku!" balas Bella sambil menundukkan sedikit tubuhnya menghormati Kenan.


Kenan yang gemas segera merangkul pinggang Bella dan mereka pergi bersama menggunakan motor Kenan.


Sepanjang perjalanan mereka terus saja tertawa bersama. Ada saja yang menjadi bahan perbincanagn Kenan dan Bella sebelum tiba dari rumah sakit tempat Kenan bekerja dan Bella menuntut ilmu.

__ADS_1


Sementara di seberang jalan sana, terlihat seorang wanita mengepalkan kedya tangan nya di stir kemudi hingga tangganya itu memutih.


"Jika aku tidak bisa memiliki Kenan, maka kamu pun tidak bisa memiliki Kenan. Lebih baik Kenan mati! Itu akan adil untuk kita berdua!"


__ADS_2