Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Kembali


__ADS_3

Kembali ke alam nyata.


Tiga bulan sudah berlalu.


Pasangan suami istri itu belum juga kembali ke alam nyata. Mereka berdua masih betah disana. Seluruh keluarga hanya bisa pasraha saat melihat kondisi keduanya yang semakin memprihatinkan untuk dilihat.


Bagaimana tidak. Kenan begitu kurus saat ini. Begitu pun dengan Bella. Saat ini wanita itu semakin tidak terawat saja tubuhnya.


Semenjak dua buamn yang lalu ia keguguran lantaran janinnya yang begitu lemah dan terpaksa di keluarkan, kini kondisi Bella makah semakin memburuk.


Bagi para Dokter kedua orang itu sudah pasrah. Hanya keajaiban yang bisa membawa mereka kembali.


Saat ini seluruh keluarga sudah berkumpul untuk menyaksikan mereka berdua untuk yang terakhir kali.


Dokter ingin mencabut alat bantu pernafasan itu lantaran sudah sangat terlihat jelas jika keduanya sudah tidak memiliki lagi semangat hidup.


Bahkan mesin monitor pun sudah menunjukkan jika keduanya sudah tiada sejak seminggu yang lalu.


Dan hari ini, keduanya akan segera lepaskan secara paksa walau seluruh keluarga menolaknya.


Mereka yakin jika samapai saat ini Kenan dan Bella masihlah hidup. Mesin bisa saja salah mendeteksi.


Tetapi hati seorang jbu tidajlah mungkin salah. Begitu kata Bunda Zizi. Tetapi tim dokter tetap akan melakukannya dengan atau tanpa perseyujuan mereka sebagai keluarga pasien.


"Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Karena kami terpaksa melakukan ini."

__ADS_1


"Nggak! Kalian nggak boleh melakukan itu pada Putra dan putriku! Mereka berdua masih hidup!" bantah Mama Rani dengan wajah yang sudah basah air mata.


"Sekali lagi Maafkan saya Nyonya.. Kami terpaksa.. Dari pada terus menyiksa pasien yang sudah tidak bernyawa lebih baik kita menurus jenazah nya unyuk dibawa pulang kerumah duka."


"Nggak!!! Nggak boleh!!! Putraku masih hidup!! Kenaaaaaaannnn!! Bellaaaaaa!! Banguuuuunnn!!!"


Deg, deg, deg, deg..


Jantung kedua orang berdetak begitu cepat hingga mesin monitor itu kembali menyala. Tom dokter tersenyum senang.


"Sekali lagi maafkan kami Nyonya.. Tuan..."


"Tidaaaaaakkkkk!!! Putrakuuuuuu... Kenaaaaannn!!! Bellaaaaaa!!! Aaaaaaa...!!!"


Bruuukk.


"Mama..." lirih kedua orang itu bersamaan


"Mama!"


"Tante!"


"Mbak Rani!" seru mereka semua karena melihat Mama Rani jatuh ke lantai dalan keadaan mata terpejam.


Tim dokter itu tertawa keras. Mereka sudah berhasil membawa kembali pasien koma itu ke alam nyata lagi setelah koma selama tiga bulan lamanya.

__ADS_1


Semua orang yang ada disana keheranan melihat tim dokter yang sibuk memeriksa Kenan dan Bella.


Karena penasaran, Syakir mendekati bangkar pasien itu.


Deg!


Deg!


Mulut itu menganga saking terkejutnya karena melihat Adik bungsunya dan Suaminya itu sudah sadar dan kembali.


Keduanya tersenyum lirih saat melihat Syakir yang masih terkejut dengan halyang baru saja mereka dapat.


"Ja-jadi.. Ini ha-hanya prank saja?? Kalian sudah tau jika Kedua adikku sudah sadar?? Kenapa? Kenapa kalian tega membohongi kami?? Sampai-sampai Mama Rani pingsan seperti itu?" ucap Syakir pada tim dokter yang saat ini sedang terkekeh melihatnya.


"Maafkan kami sebelumnya tidak memberitahukan kepada kalian jika mereka berdua sudah lebih baik sejak seminggu yang lalu. Kami pikir, mereka berdua akan bangun. Tetapi tidak. Setiap harinya kami selalu mengawasi mereka berdua. Dan ya, mereka berdua sudah sadar dari koma tetapi entah apa yang terjadi, sampai mereka berdua tidak ingin membuka mata. Seolah alam lain lebih menyenangkan daripada alam dunia nyata!" ketus salah satu dokter yang selalu menjaga mereka berdua


Syakir masih tertegun dengan ucapan dokter itu. Begitu pun dengan seluruh keluarganya. Mereka masih shock saat tau jika kedua orang itu memang sudah sadar tetapi tidak ingin kenbali ke alam nyata.


"Terasa enak kali ya di alam lain??" celutuk salah satu dokter itu.


"Hus. Mana ada enak di alam lain. Lebih enak tuh alam dunia. Nyata dan tidak menggantung kakinya!" kelakar dokter satunya.


Semua yang ada di dalam sana tertawa bersama karena ucapan seorang dokter itu memang benar adanya.


Kenan dan Bella pun ikut terkekeh. Tangan keduanya masih saja bertaut karena sulit untuk dilepaskan.

__ADS_1


Butuh waktu untuk bisa melembutkannya yang sudah terasa kaku itu.


__ADS_2