Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Tabrak lari


__ADS_3

Keduanya amsih bersenda guraudi atas motor Kenan saat dari kejauhan terlihat sebuah mobil melaju dengan kencang menuju ke arah mereka dan tidak terkendali.


Kenna yang tidak melihat ke arah depan karena sibuk berbicara tidak menyadarinya Hingga mata Bella menagkap siluet jika sebuah sedan sedang melaju begitu kencang menuju ke arah mereka berdua yang berjalan di tepi.


Bella melototkan matanya. "Awas Bang!!!"


Brrraaakkkk..


Braaakkk..


Suara benturan keras terdengar hingga ke seluruh jalan raya yang sedikit lengang itu karena masih pagi.


Keduanya jatuh terpental dari motor dengan jarak tiga meter dari motor yang tertabrak.


Bella merasakan sakit yang tiada tara di perut bagian bawahnya. Begitupun dengan Kenan. Ia yang paling parah karena dirinya melindungi Bella sampai-sampai Kenan jatuh terhempas dengan kepala mendarat terlebih dahulu di aspal jalan.


Tuuuiiiiiiiinggggg...


Telinga Kenan berdenging dengan nyaring. Pandangan mata itu mengabur seketika. Tetapi tangan itu tidak melepaskan Bella sedikitpun.


Helm di kepala keduanya sudah jatuh dan hilang entah kemana saking kuatnya hantaman mobil itu.


Bella yang sedikit sadar, mencoba menyentuh wajah Kenan yang ada di depan tubuhnya.

__ADS_1


"B-bang Ke-nan.." lirihnya dengan perut bagian bawah itu begitu terasa sakit hingga tidak tertahankan.


Sedangkan Kenan yang saat ini samar-samar mendengar panggilan Bella tersenyum lirih padanya.


"Ja-ga a-nak ki-ta s-sa-yang.. I-ingat jan-ji mu.." ucapnya terbata kemudian mata itu terpejam rapat seiring para orang-orang berhenti dan melihat mereka berdua.


tubuh keduanya bersimabh darah. Jika Kenan luka dibagian kepala, sedang Bell dibagian kakinya yang saat ini mengalir daragh segar.


"Asstaghfirullah! Wanita ini pendarahan! Pasti ia sedang hamil! Cepat bantu dia!" pekik salah satu wanita yang melihat ke arah baju Bella yang basah dengn darah.


Semua warga yang berkumpul ikut membantu membawa keduanya ke rumah sakit yang hanyab berjarak sepuluh menit lagi.


Saat warga ingin melepaskan Bella dari dekapan Kenan, tangan itu tidak bisa dilepaskan. Semuanya saling pandang.


Mereka semua setuju. Dengan sigap mobil wanita langsung membawa kerumah sakit terdekat.


Cukup lima menit saja mereka sudah tiba dirumah sakit. Wanita itu langsung saja berteriak memanggil dokter dan perawat untuk menolong Bella dan Kenan.


Kebetulan sekali pagi itu Dimas berkunjung kerumah sakitnya. Wanita tua itu langsung saja menghampiri Dimas dan meminta tolong padanya.


"Tolong mereka dokter! Mereka korban tabrak lari! Saya saksinya!" Ucap wanita tua itu kepada Dimas


Tanpa berkata sepatah katapun Dimas segera mendekati kedua orang yang saling berpelukan tetapi bersimbah darah itu.

__ADS_1


Dimas mendekati keduanya. Dan saat melihat kedua wajah yang sudah berlumuran darah itu Dimas terhenyak.


Ia sampai berpegangan kepada besi bangkar itu agar tidak tumbang saat mengetahui jika Kenan dan Bella lah yang mengalami kecelakaan itu.


"B-bang Ke-kenan? Bella? Ya Allah.." lirihnya dengan tangan bergetar.


"Direktur!" pekik salah satu perawat karena melihat Dimas terhuyung ke belakang saat melihat ternyata calon Abang ipar sekaligus wakil nya dirumah sakitnya itu yang mengalami kecelakaan.


"Anda tidak apa-apa dokter? Anda kenal dengan korban tabrak lari ini??"


Dimas mengangguk, "Mereka berdua calon Abang dan kakak ipar saya. Sekaligus wakil saya dirumah sakit ini. Ya Allah.. Bagaimana bisa ini terjadi??" tanya Dimas dengan suara lirih sambil mengikuti bangkar itu untuk masuk ke dalam ruang operasi karena ia mengatakan jika Kenan dan Bella harus segera di operasi.


Melihat luka di tubuh keduanya.


Sepanjang perjalanan wanita tua itu terus menceritakan kejadian yang ia lihat tadi. Sekaligus ia juga menghafal plat mobil itu dan menulisnya di kertas serta meminta nomor ponselnya agar suatu saat bisa dihubungi.


Karena beliau lah saksi kunci saat kejadian tabrak lari itu.


Sebelum masuk keruang operasi yang di pimpin olehnya sendiri, terlebih dahulu ia mengabarkan Kezia dan Kenta yang dekat dengan nya saat ini.


Begitu pun Keanu. Mereka bertiga shock bukan main. Apalagi Kezia sampai pingsan saat mendengar berita itu.


Beruntungnya ada Keanu dan kenta disana, jadi mereka dengan sigap menghubungi kelurga besar yangada di Medan untuk segera ke Jakarta karena kedua orang itu mengalami kecelkaan poarah hingga harus di operasi saat itu juga.

__ADS_1


__ADS_2