Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Masa penyembuhan


__ADS_3

"Selamat datang kembali di dunia Bang Ke dan Kak ipar Bel!" celutuk Kezia


Membuat mereka yang ada disana tertawa mendengar ucapannya. "Kamu ini Dek. Yang sopan ah!" tegur Keanu pada Kezia


Sedang yang ditegur cuek saja. "Selamat datang kembali Nak. Mak senang jika kalian sudah sadar. Itu tandanya kalian masih diberikan kesempatan untuk hidup di dunia," ucap Bunda Zizi yang diangguki oleh keduanya


Saat ini keduanya belum bisa berbicara karena leher dan lidah mereka terasa kelu karena sudah tiga bulan lamanya tidak diajak berbicara.


Jadi, mereka cukup hanya mengangguk dan tersenyum saja untuk menanggapi ucapan mereka semua.


Untuk saat ini mereka harus banyak melakukan terapi kesembuhan agar bisa berjalan dan berbicara seperti dulu lagi.


Teringat tentang Katrina, Kenan berusaha berbicara tetapi sangat sulit. Walau tadi secara spontan ia sudah mengeluarkan kata Mama.


Tetap saja lidah itu masih terasa kelu. Keanu yang tau jika saudara kembarnya itu ingin berbicara segera mendekati bangkarnya.

__ADS_1


"Ada yang ingin kamu tanyakan?" Kenan mengangguk.


"Apa?"


"Ka-tri-na!" katanya terbata tanpa suara.


Keanu mengangguk, "Katrina sudah tertangkap di kediaman nya satu minggu setelah kalian berdua dinyatakan koma. Katrina sempat membantah kalau bukan dia pelaku tabarak lari kalian berdua. Tetapi bukti sangat akurat. Disana terlihat jelas jika Katrina dengan sengaja menabrak kalian dengan arah berlawanan hingga terjadilah kecelakaan itu."


"Bram sempat beberapa kali datang kesini untuk melihat kondisi kalian berdua. Sudah sadar atau belum. Karena ia begitu merasa bersalah karena tidak bisa menolong kalian berdua. Katrina sedang menjalani proses hukuman saat ini. Walau ia dalam keadaan hamil, tetapi polisi tetap menahannya hingga saat ini usia kandungannya memasuki lima bulan."


Masih teringat jelas dimana sang Ayah sudah membawa kedua anak mereka demi menyelamatkan Kenan.


Bella lebih memilih Kenan diantara kedua janin yang masih berbentuk darah itu. Bella sesegukan. Bunda Zizi paham.


Bunda Zizi segera memeluk erat tubuh Bella, putri kecilnya yang kini sudah dewasa. "Sabar.. Belum waktunya untuk kalian mendapatkan amanah seperti itu. Allah sengaja mengambilnya dari kalian berdua karena akan menyiapkan sesuatu yang lebih spesial daripada itu. Untuk itu, bersabarlah. Semua itu sudah jalannya. Untuk saat ini,kalian berdua harus sembuh dulu. Jika sudah sembuh, kalian berdua boleh melanjutkan tentang penerus kalian lagi, hem?" Bella dan Kenan mengangguk bersama dengan air mata bercucuran deras.

__ADS_1


Bunda Zizi memeluknya. Sedang Kenan di peluk erat oleh Mama rani yang sudah sadar.


Mereka harus menjalani pemeriksaan lanjut dan juga proses penyembuhan mereka berdua. Untuk saat ini, fokus pada kesembuhan keduanya karena tubuh keduanya terlihat begitu kurus dan sangat memprihatinkan.


Mereka berdua akan pulang dan akan mengikuti proses pemulihan dirumah keduanya sesuai dengan permintaan Kenan.


Dan disinilah keduanya saat ini. Mereka berdua sedang duduk di taman belakang ditemani cahaya matahari sore yang menyilaukan mata keduanya.


Mama Rani dan Bunda Zizi tersenyum melihat perkembangan keduanya yang begitu cepat lebih dari biasanya.


"Semoga mereka akan sanggup menghadapi ujian ini lagi. Semuanya butuh waktu. Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sembuh itu butuh proses. Dan proses pun membutuhkan kesabaran di dalamnya. Jika tidak memiliki sabar, maka akan sulit untuk kesembuhan itu sendiri."


"Kamu benar! Kita harus berusaha kuat dan tabah demi mengurusi kedua anak kita. Mari kita bersama menolong mereka agar cepat sembuh seperti tiga bulan yang lalu."


Kedua nya pun mengangguk bersama sambil mata terua menatap sepasang suami istri tetapi belum bisa berbicara itu.

__ADS_1


__ADS_2