
Pukul lima sore, Bella sudah tiba di rumah Kenan. Saat ingin masuk, Bella baru menyadari jika ia tidak memiliki kunci cadangan rumah itu.
Jadi dengan sangat terpaksa Bella menunggu Kenan pulang saja. Sambil menunggu Kenan pulang, Bella berinisiatif menyapu seluruh halaman rumah hingga samping rumah mereka.
Halaman rumah Kenan tidak ada rumput karena pekerja paruh waktu dirumah itu sering membersihkannya.
Ia hanya datang disaat pagi saja. Sedang sore tidak lagi. Halaam rumah Kenan yang di tumbuhi dengan pohon rambutan, duku dan jambu madu membuatnya di penuhi dedaunan kering yang gugur dibawa angin.
Hingga halaman rumah itu terlihat seperti rumah tinggal. Padahal orang suruhan Kenan selalu membersihkannya.
Bella yang memang sudah terbiasa melakukannya sangat mudah untuknya membersihkan halaman luas itu.
Ia bahkan bersenandung kecil sembari menyapu halaman itu. Selesai dengan menyapu, kini Bella mengambil selang air dan memutar keran itu untuk menyiram tanaman bunga yang sengaja di tanami disana.
Tanpa ia sadari jika Kenan sudahh berada di halaman rumah dan terus menatapnya dengan dalam.
Sesekali Kenan terkekeh kecil melihat tingkah Bella yang menurutnya menggemaskan. Sedankan seseorang yang berada di belakang Kenan saat ini menatap sinis pada Bella yang sedangg menyirami tanaman.
Setelah selesai menyiram tanaman, kini Bella ingin masuk kerumha itu. Sadar jika ia tidak punya kuncinya, Bella bersungut-sungut sembari mencuci kaki dan kedua tangannya.
Semua itu tidak luput dari perhatian Kenan. Ia pun melangkah masuk ke halaman dengan mengendarai motornya.
Bella yang sedang membungkuk mencuci kakinya tersenyum mendengar suara motor Kenan.
Tetapi senyum itu surut seketika saat melihat siapa gadis yang dibawa Kenan ke rumah mereka.
Raut wajah itu mendadak datar dan dingin seketika. Kenan pun tersenyum melihat Bella yang kini sedang mendekatinya dengan wajah datar.
Kenan sudah terbiasa dengan wajah datar itu. Bahkan sehari tidak melihatnya, seperti ada yang kurang.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum.." sapa Kenan yang kini berjalan mendekati Bella. Di ikuti gadis itu di belakangnya.
"Wa'alaikum salam," jawab Bella dengan segera menggamit tangan Kenan yang reflek saja terulur ke depan.
Kenan pun maju mendekati Bella dan mengecup dahi itu sekilas, setelahnya ia memberikan kunci rumah itu pada Bella untuk dibuka olehnya.
"Udah lama Dek?"
"Lumayan!" jawab Bella masih dengan wajah datarnya.
"Kamu sih tadi pagi cepat banget ngilangnya? 'Kan Abang nggak bisa memberikan satu kunci rumah ini padamu. Ambil aja satu. Kita pulangnya belum tentu bersama, ya?
"Hem," sahut Bella dengan segera melangkah ke pintu dan ingin membuka pintu rumah itu.
Namun, masih kunci di tangan Bella. Seseorang dari belakang keduanya menyerobot kunci yang ada di tangan Bella dan langsung saja membuka pintu rumah itu.
Setelah terbuka, ia tersenyum melihat Kenan yang kini memandangnya dengan datar. Ia menggamit lengan Kenan dan ingin masuk.
"Siapa kamu berani membuka pintu rumah saya, Nona?!"
Deg!
Katrina menatap tajam pada Bella. "Seperti yang kamu dengar kemarin. Kalau saya ini merupakan kekasih sekaligus calon istri dokter Kenan!" balasnya begitu angkuh di depan Bella
Kenan melepaskan cekalan tangan Katrina dari lengannya. Bella terkekeh sumbang. "Kekasih dan calon istri katamu?! Benar begitu Bang Kenan??" tanya Bella pada Kenan yang kini terdiam menatapnya. "Lalu, aku ini siapa? Jika dia kekasihmu dan juga calon istrimu berarti aku ini simpanan rasa sah begitu?! Cih! Menjijikkan! Berani-beraninya kamu mengaku jika suami saya itu calon suami kamu?! Pergi! Tidak baik bertamu kerumah orang disaat hampir maghrib begini! Dan kamu Bang Kenan!" ucap Bella sambil menatap dingin pada Kenan yang kini terkejut melihat sikap aneh Bella tidak seperti biasanya.
"Pergi dari sini. Bawa CALON ISTRI MU dari rumah ini jika tidak ingin masalah ini sampai ke telinga Papa Reza! Kamu mau mengorbankan aku lagi Bang Kenan???" tanya Bella begitu penuh peekanan pada Kenan
Membuat pemuda itu terdiam terpaku tidak tau harus menjawab apa. Katrina terkekeh kecil. Ia menatap sinis pada Bella.
__ADS_1
"Jangan berpikir jika kamu nyonya dirumah ini. Kamu itu terlalu percaya diri. Mungkin saja 'kan Kenan menikahimu karena kamu sudah lebih dulu menjual tubuhmu padanya?Cih! Tingkah mu saja yang sok alim. Tetapi kelakuan kamu sama saja dengan gadis yang di luar sana. Ja laang!!"
DDdduuuuaaaarrrrrr..
Bella dan Kenan tersentak mendengarnya. Bella mengepalkan kedua tangannya. Tanpa sadar tangan Bella terangkat melayang ke pipi cantik nya.
Plak.
"Bella!!" seru Kenan menatap tajam pada Bella
Plaakk..
Katrina dan Kenan terkejut melihat kelakuan Bella yang menampar mereka berdua.
"Itu hukuman untuk mulut kamu yang tidak pernah di ajarkan sopan santun Nona Katrina Binti Mahmud Daud Bramantio!!"
Deg!
Katrina melotot melihat Bella yang menatap dingin padanya.
"Kau...!!!" seru Katrina begitu kesal kepada Bella yang membawa-bawa nama ayahnya disana.
"Diam kau Katro!!" balas Bella lagi
Kenan semakin terkejut melihat tingkah Bella yang menurutnya berlebihan. "Bella. Jangan seperti ini-,"
"Lantas seperti apa?! Seperti yang gadismu katakan baru saja untukku? Aku di hina di depan suami ku sendiri! Tetapi suami ku memilih gadisnya! Cih! Menjijikkan!"
"Cukup Bella!"
__ADS_1
"Nggak akan!!!"