Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Bukti


__ADS_3

Katrina tertawa sumbang. "Nggak! Aku nggak percaya dengan ucapan mu Kenan dan juga mas Bram! Aku lebih percaya dengan apa yang aku alami! Itu kamu Kenan! Bukan Mas Bram! Aku sangat mengenalmu! Aku tahu jika itu kamu! Harum bau tubuhmu itu yang selalu aku inginkan!" katanya kepada Kenan yang kini menatapanya dengan malas.


Bella semakin dingin saja melihat Katrina. Ia berdecak saat Katrina mengatakan jika ia lebih mengenal Kenan dari pada Bella.


"Kamu salah Katrina. Jika memang kamu begitu mengenal Kenan, seharusnya kamu tahu dong apa yang menjadi kebiasan dan yang tidak ia sukai?"


Deg!


"Diam kamu!" sentak Katrina


"Kamu yang diam!" balas Bella tak kalah keras dari suara Katrina yang melengking tinggi


Kenan terkejut melihat Bella begitupun dengan Dokter Daud. Mereka tercengang saat melihat reaksi Bella bukan seperti Bella yang biasanya.


Sementara Bram tersenyum tipis. Karena ia bisa melihat aura kemarahan dari seorang Bella yang dulunya lembut kini berubah karena miliknya di ganggu.


Bram menggelengkan kepalnya saat tingkah Kenan yang menganga menatap Bella. Ia yakin, jika Kenan baru tau sisi lain dari Bella.

__ADS_1


Bram terkekeh.


"Seharusnya kau yang diam Katro!" Kenan dan Dokter Daud membulatkan matanya saat mendengar panggilan nama Katrina menjadi berubah karena Bella yang sengaja memanggilnya dengan nama lain.


"Kau! Gara-gara Kau! saya dan suami saya hampir berpisah! Seharusnya kamu malu melakukan hal ini terhadap wanita lain. Bagaimana kalau posisi kita dibalik? Kamu yang menjadi saya? Apakah kamu sanggup? Huh? Saya rasa kamu tidak akan sanggup. Sangat terlihat jelas seperti apa kamu dan kelakuan mu itu!"


"Saya masih bisa mentolerir jika kamu sering datang keruangan suami saya. Karena kamu juga merupakan seorang dokter. Tetapi tidak dengan hal seperti ini. Saya akan bertindak tegas kepada siapa saja yang berani ingin menghancurkan pernikahan saya! Saya tidak peduli jika saya mengenal orang tuamu! Sekali salah maka harus disadarkan dan di tegaskan bahwa perbuatan kamu itu salah."


"Oke, jika kamu tidak percaya jika itu bukan suami saya. Saya punya buktinya!" Katanya pada semua orang yang kini menatapnya dengan dalam.


Bella tersenyum sinis padanya. "Berarti kamu belum mengenal suamiku dengan baik sampai hal sekecil ini pun kamu tidak tahu," kata nya membuat Katrina bungkam seketika.


Bram lagi dan lagi terkekeh. Ia sangat yakin jika Katrina akan kalah telak dengan istri sah Kenan ini.


Sementara Bella tanpa permisi, ia segera merogoh saku celana Kenan dihadapan semua orang membuat Kenan memejamkan kedua matanya saat Bella dengan sengaja menyenggol adik kecilnya.


Bella mah pura-pura bodoh.

__ADS_1


Lagi, Bram terkekeh. Ia sangat geli melihat tingkah Bella ini yang menurutnya sangat menggemaskan sama seperti Katrina yang dulu.


Bella mmebuka ponsel Kenan dan segera membuka rekaman cctv dirumah mereka tentang kejadian nahas tapi nik mat itu sebulan yang lalu dirumahnya.


Bella mengambil remot tivi dan menghidupkan nya tanpa izin dari sang empunya rumah.


Semau orang melihat earah tivi yang sudah tersambung dengan ponsel yang ada ditangan Bella.


Rekama itu sangat jelas menunjukkan saat Kenan berbicara denagn Bram hingga Bram masuk ke kamar dan menggantikan posisi Kenan begitu terlihat jelas di rekaman cctv itu.


Dokter Daud memejamkan matanya saat melihat adegan anak dan menantunya itu.


Sementara Bella terkekeh kecil saat Kenan dengan sengaja mencubit kecil pinggangnya karena gemas.


Apa kabar dengan Katrina. Seketika tubuh itu bergetar dan ia sangat shoc kala melihat bukti yang Bella tunjukkan pada mereka semua.


Hingga membuatnya tidak bisa berbicara sepatah katapun. Karena itu memanglah Bram, suami sahnya.

__ADS_1


__ADS_2