
Seluruh keluarga besar segera berangkat ke Jakarta hari itu juga. Termasuk bunda Zizi, Syakir dan Arta.
Begitu pun dengan mama Rani, papa Reza dan Zidan segera berangkat ke Jakarta. Tak lupa keluarga Mami Alisa juga mereka beritahu.
Rayyan dan Cinta yang lebih dekat dengan mereka saat ini segera menemui kedua orang yang sedang mengalami musibah itu.
Papi Gilang dan Mami Alisa tidak bisa datang karena mereka berdua saat ini sedang berada di Kalimantan.
Mereka mengirimkan Rayyan dan Algi kesana sebagai pengganti mereka berdua. Dua bersaudara itu langsung saja Ke Jakarta sesaat sesudah Mami Alisa menghubungi mereka berdua.
Dan disinilah seluruh keluarga itu berkumpul setelan satu jam lebih perjalanan mereka tempuh melalui jalan tol Jakarta-Bandung.
Semuanya begitu gelisah. Menunggu Dimas yang tak kunjung keluar setelah dua jam lamaya.
Sementara di dalam sana, Dimas masih terpaku pada tubuh keduanya yang tidak bisa dilepas sedikitpun. Sudah dua jam mereka menunggu, tetap saja kedua orang itu tidak ingin melepaskan satu sama lainnya.
Dimas ingin menyerah karena kedua orang itu semakin kritis saat ini karena luka dibagian kepala Kenan.
Sedang Bella darah semakinmerembes dibalik celana bahan yang ia kenakan di dalam baju gamisnya.
Dimas menghela nafasnya. "Baik, jika kalian tidak ingin melepaskan satu sama lain, maka dengan terpaksa aku akan membiarkan janin yang ada di perut kakak ipar itu tiada!"
Deg, deg, deg, deg..
Jantung keduanya berdetak kencang di mesin monitor. Semua yang ada di dalam sana terkejut.
__ADS_1
Deg, deg, deg, deg, deg..
Suara jantung itu semakin cepat hingga..
"Lihat Dokter! Belitan tangan keduanya terlepas!" pekik salah satu perawat hingga membuat Dimas tersenyum dan bernafas lega.
"Alhamdulillah.. Eh tadi akau cuma bercanda doang loh.. Jangan-jangan-,"
"Dokter! Pasien ini kandungannya sangat lemah! Apa yang harus kita lakukan? Darahnya begitu banyak keluar!" serunya dengan panik. Ucapan dimas terpotong karena salah satu perawat itu berteriak padanya.
Dimas menghela nafas tenang. "Lakukan sebisa mu dan panggilkan segera dokter Irma. Karena hanya dia yang tau apa yang terjadi padanya." imbuh Dimas dengan segera menangani Kenan lebih dulu bersama tim medis lainnya
Mereka tidak bisa di pisahkan hingga Dimas terpaksa membawa Bella masuk keruang operasi.
Semua tim nya pun ikut menitikkan air mata saat menyaksikan sendiri jika dua orang itu tidak bisa terlepas hingga dua jam lamanya.
Sementara Kenan yang terus di operasi oleh Dimas dan tim nya, Bella segera ditangani oleh dokter Irma yang merupakan dokter kandungan terbaik di rumah sakit itu setelah Kenan sendiri.
Selama ini Kenan lah yang memeriksakan Bella. Tidak pernah sekalipun ada dokter lain yang memeriksanya. Karena Kenan tidak mengizinkan hal itu.
Mereka yang diluar harap-harap cemas saat melihat dokter Irma berlari dengan kencang di ikuti dua orang perawat dibelakangnya.
Semua yang menunggu Bella dan Kenan tidak bisa bertanya apapun kepada dokter dan perawat yang berlarian itu.
Mereka semakin khawatir saja.
__ADS_1
Operasi itu berjalan hingga beberapa jam lamanya. Hingga hampir jam tiga sore, barulah lampu diruangan operasi itu padam.
Pintu ruang operasi itu terbuka.
Kezia dan Kenta segera bangkit. Disususl Syakir. Abang sulung Bella.
"Bagaimana keadaan Bang Kenan?"
"Bagaimana keadaan Bella?" tanya ketiga orang itu membuat Dimas menghela nafas panjang.
"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Saat ini Abang ipar mengalami koma setelah kami mengoperasi kepalanya yang terluka begitu parah.."
Kezia menutup mulutnya. Air mata itu lagi dan lagi bercucuran di pipinya. Kenta dengan segera memeluknya.
"Lalu adikku? Bella?" tanya Syakir pada Dimas
Dimas menunduk membuat Syakir sampai ketar ketir karena merasa takut karena dugaannya itu benar adanya.
"Bella pun sama. Keduanya mengalami koma. Dan yang lebih parah lagi, saat kami ingin mengangkat janin itu, Bella tidak mengizinkannya. Padahal bayi itu tidak bisa dipertahankan karena kondisi Bella yang saat ini juga sedang koma sama seperti bang Kenan. Maafkan kami.. Kami sudah berusaha. Saat ini kita hanya bisa menunggu keajaiban untuk keduanya bisa sadar kembali.."
Dddduuuaaarrrrrr..
Bbrruukk
"Mak!!"
__ADS_1