Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Tetap bersandiwara


__ADS_3

Sementara di luar pintu kamar mereka berdua saat ini dua saudara ipar itu sedang menguping. Dari pertama mereka mendengar hingga suara aneh yang dikeluarkan oleh Kenan.


Membuat Kezia dan Kenta salah tingkah sendiri. Mereka tau apa yang sedang kedua itu lakukan di dalam sana.


"Ck. Kalau begini ceritanya bukan sandiwara lagi namanya! Tetapi udah beneran ini mah. Papa sih ngasih kita tugas yang beginian. Mana lagi kita dengernya saat mereka enak-enak lagi! Hadeuuhh.. Naseb.. Naseb! Ck." Kenta mengomel tidak jelas di depan pintu kamar mereka berdua.


Membuat kedua orang di dalam kamar yang sedang berpelukan di ranjang itu terkejut.


"Abang nggak ngidupkan peredam suara ya? Waduh! Jadi kedengaran dong tadi?" Bella panik sendiri.


Karena ia pun ikut menikmati cumbuan Kenan setelah Bella selesai membuatnya memuntahkan lahar panas hingga dua kali.


Kenan terkekeh, "Udah sih biarin aja mereka tau. Bagus dong kalau mereka tahu nya kita udah akur dan nggak bersandiwara lagi? Dan itu akan menjadi laporan yang bagus untuk papa nantinya. Dan juga kedua saudara lak nut ku itu akan segera pulang ke tempat asalnya!" ketus kenan tiba-tiba menjadi kesal


Bella terkekeh melihat wajah kesal Kenan.


Cup.

__ADS_1


Kenan tersenyum.


Cup.


Bukan hanya membalas tetapi Ia juga memaguut dan mengecap putik ranum itu hingga Bella kehabisan nafas.


Bugh.


Kenan tertawa dan itu masih terdengar oleh kedua orang diluar sana. Keduanya berdecak sebal.


Ternyata misi mereka untuk menguntit kedua orang itu gatot. Alias gagal total!


Bisa ketahuan nanti sama Kenan.


Kenan tersenyum saat melihat Bella yang kini sedang terpejam di pelukannya. Keduanya masih sama-sama polos.


"Mereka salah langkah jika ingin menguntit kita, sayang."

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Bella yang kini masih betah di pelukan Kenan


"Mereka itu disuruh Papa untuk melihat perkembangan hubungan kita kayak gimana. Apakah masih sandiwara atau belum. Awalnya Abang nggak ambil pusing dengan datang seorang tukang kebun kerumah ini sesaat setelah mereka pergi. Tukang kebun yang Abang pekerjakan sudah di suruh ke tempat lain dan digantikan dengan orang baru suruhan papa."


"Papa ingin tau tentang kelanjutan pernikahan kita. Karena sedari awal papa sudah curiga dengan gelagat kita berdua. Abang tidak mengatakan apapun padanya tentang pernikahan sandiwara ini. Tetapi papa tetap tahu. Kemarin pun saat di telepon beliau pun menanyakan hubungan kita berdua sudah sampai sejauh mana. Ya.. Abang bilang aja dong. kalau kita itu udah saling mencintai? Dan Papa tidak mengerti itu. Malah mereka berdua mengirim cecurut itu untuk mengintai kita berdua." Bella terkekeh


"Dan ya, mereka terlambat. Saat ini kita sudah saling mencintai. Dan Abang sangat bersyukur dengan kedatangan mereka berdua." Kenan tertawa.


"Kenapa begitu?" tanya Bella sambil menatap Kenan yang kini juga sedang menatapnya dengan lembut walau masih tertawa.


"Karena dengan keduanya datang, kamu jadi pindah kesini lagi. Kamu mengakui jika semua yang terjadi di dalam mimpi Abang itu adalah nyata bukan yang seperti yang Abang pikirkan selama ini. Dan juga.. Abang mendapatkan balasan cintamu secara langsung malam ini. Terimakasih sayang. Abang sangat mencintaimu. Dan ingatlah satu hal."


"Apa?" tanya Bella lagi semakin menyurukkan wajahnya ke leher Kenan yang wangi keringat nya itu masih menguar disana.


"Apapun yang terjadi ke depannya, kamu tetap disamping Abang. Jangan percaya dan dengarkan apapun yang orang lain katakan. Jika kamu curiga, langsung tanyakan sama Abang. Dan ya, kita tetap harus bersandiwara sayang!" ucap Kenan membuat Bella membuka matanya dan ikut duduk seperti yang Kenan katakan.


Karena ia tahu jika ini permasalahan serius.

__ADS_1


"Kenapa kita tetap harus bersandiwara? Apa ada masalah lagi yang belum selesai?" tanya Bella pada Kenan yang kini sedang mengenakan pakaian nya kembali.


Dan ia pun memakaikan pakaian Bella juga. "Ada seseorang yang saat ini membuat Abang curiga. Dan ini bersangkutan dengan rumah sakit di mana kamu koas dulu," ujar Kenan membuat Bella mengernyitkan dahinya bingung.


__ADS_2