
Tiba dirumah Kenan dan Bella, kini suami Bella itu langsung menuju ke kamarnya untuk mengambil surat yang ia tinggalkan untuk Bella hingga Bella kecelakaan.
Kenan masuk dengan tergesa di ikuti oleh kedua adiknya. Kenan berjongkok dan mengambil surat yang sudah lusuh itu.
Ia membuka dan membacanya lagi. Ingin tau ada petunjuk apa di surat itu. Lama Kenan membacanya tetapi tidak juga menemukan apapun disana.
Hanya sebuah emoticon mengedipkan mata pada kertas surat itu.
😉😉😉
Kenan terduduk lemas. Tidak tau harus apa lagi. Tak ada petunjuk dan jawaban Bella di kertas yang sudah remuk itu.
Kenan duduk dengan lemah di lantai. Mata itu terpejam erat. Kezia yang tau segera turun untuk mengambil mkanan di dapaur yang sudah di siapkan oleh Bell tadi pagi sebelum ia berangkat, kini Kezia ambilkan dan akan Kezia suapi pada abang nya itu.
Setelah mengisi piring dengan nasi serta lauknya, Kezia segera beranjak dengan segelas susu coklat kesukaan Bella.
__ADS_1
Seperti kata Bella tadi sebelum ia pulang kerumah.
Kezia masuk saat Kenan sedang tersedu. Kenta sedang mencoba membujuk Kenan, sedang yang di bujuk tidak peduli.
Ia terus meracau tidak jelas.
"Hiks.. Bella. Abang nggak mau nikah sama Katrina. Yang Abang mau itu kamu. Tolong Bella.. Abang tidak ingin berada di posisi ini.."
"Sudah Bang. Makan dulu yuk. Tadi Kakak ipar berpesan. Abang harus makan setelah itu minuman obat dan tidur. Karena besok hari besar untuk abang. Semoga papa tidak tau akan hal ini. Jika sampai tau, entah apa yang akan terjadi." Ucap kezia menenangkan Kenan yang kini sedang menatapnya dengan wajah basah air mata.
Ia pun makan dengan lahap dari tangan Kezia. Sementara Kenta sedang mengambil obat untuk Kenan yang sudah di persiapkan oleh Bella sebelumnya.
Sementara di Medan sana, kedua orang tua Kenan begitu shock saat mengetahui kenyataan jika Kenan akan menikah lagi.
"Astaghfirullah ya Allah.. begitu besar pengorbanan putra dan menantu kita Bang. Sebaiknya kita ke Jakarta malam ini juga. Mama takut terjadi sesuatu dengannya disana. Apalagi tadi kata orang suruhan papa kalau Bella sedang kecelakaan bukan?"
__ADS_1
"Iya sih. Tapi kita tidak boleh gegabah. Bella dan Kenan pasti sudah memikirkan semua ini dengan matang. Kita akan tetap ke Jakarta tetapi besok. Jangan malam ini. Agar Kenan tidak curiga dengan kedatangan kita. Kita datang kesana karena mendapat kabar kalau Bella mengalami kecelakaan. Yang papa takutkan, kalau keluarga Bella tau entah apa yang akan terjadi."
"Haahh.. Semoga mereka berdua kuat ya Pa?"
"Ya," sahut Papa Reza
Kembali pada Kenan.
Saat ini Kenana sedang melakukan sholat malam. Ia meminta petunjuk dan jalan keluar dari masalahnya. Ia pasrah jika memang ini takdirnya.
Tetapi ia tetap meminta bahwa hanya Bella lah yang akan menjadi sitrinya. Bukan gadis lain termasuk Katrina.
"Ya allah.. Aku berserah diri pada-Mu. Jika memang ini takdirku, aku ikhlas. Aku pasrah. Tetapi satu pintaku. Aku hanya ingin Bella istriku. Aku ingin membangun rumah tangga ini bersama dengannya untuk mencapai surga-Mu kelak. Bantu aku ya Allah.. Semoga Engkau memberikan jalan keluarnya padaku besok. Amiiinnn.." Kenan mengusap wajahnya dan mulai tidur.
Tidur di hamparan sajadah seperti yang sering Bella lakukan.
__ADS_1