Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Marcella


__ADS_3

"Kejam sekali kau Kenan! Kenapa kau tidak mau menolongku walau hanya dengn nikah kontrak?!" ucapnay pada Kenan yang kini masih membatu memandang gadis belia yang menuduhnya secara tidak terpuji.


Menuduh Kenan yang telah menodai nya sementara Kenan tidak tau apapun. Dan sekarang? Ia datang ingin menuntut balas begitu?


Wah.. Benar-benar wanita tidak tau diri. Umpat Kena dalam hatinya. Wajah itu begitu datar saat ini.


Tidak terlihat senyum sedikit pun dari wajahnya saat ini.


"Kenaap Kenan? Kenapa kamu tega? Kenapa kamu tidak ingin menolongku?! Padahal aku hanya ingin menikah kontraksaja denagnmu. Aku ingin kamu menikahiku sebagai bentuk tanggung jawab sajasampai ayah bayi ini ku temukan. Tetapi kamu malah memilih kabur waktu itu. Dan saat ini, aku sudah di nikahakn dengan orang lain. Lelaki itu sanagt kejam! Ia tidak megizinkan ku keluar walau hanya ke teras saja! Belum lagi, baju yang kau pakai, haruslah seperti ini! Apa-apaan seperti ini?! Panas tau??" sungutnya sembari mencebikkan bibirnya karena tidak menyukai baju gamis dan hijab yang ia kenakan saat ini.


Kenan terkekeh kecil. Entah kenaopa, ia malah mengingat Bella jika melihat gadis ini. Tetapi mengingat kelakuannya yang menuduh Nya yang htelah menodai nya itu, sanagt tidak enak untuk Kenan.


"Duduk dulu Cella. Apakah kamu datang ingin memeriksakan kandungan mu?" tanay Kenan pada cella yang kini sudah duduk tanap di suruh tadi oleh Kenan.


Baru Kenn ingin bicara, gadis itu sudah dudyk di bangku pasiennya. Kenan pun segera dududk. Tangan kanan nay memenkan tombol kecil di bawah meja.


Setelahnay ia mulai bertanya lagi pada Cella. Gadi yang pernah menuduh Kenan lah yang mengamilinya hingga Kenan memilih kabur.


Dan akhirnya bertemu dengan Bella. Hingga Kenan membuat kesepkatan dan mereka berdua menikah.


"Ada tujuan apa kamu kesini Cella? Apakah kamu ingin aku yang memeriksakan kehamilan mu?" tanay Kenan lagi pada Cella yang kini masih terisak denagn mulut mencebik pada kenan.

__ADS_1


Karena tidak menyukai pertanyaan nya itu. "iya! Aku ingin memeriksakan kehamilan ku ini sama kamu!" ketusnay tiba-tiba jutek.


Kenan menggelengkan kepalanya kemudian terkekeh lagi. Suara kekehan Kenan itu terdengar oleh Cella.


Ia pun menoleh pada Kenan. "Kenapa? Kamu ketawain aku?" keetusnya lagi


Kenan terkekeh lagi. Entah kenapa hatinya begitu geli kala melihat Cella yang begitu mirip dengan Bella. Istri sah sekaligus istri sandiwara nya.


Kenan menggelengkan lagi kepalanya. "Aku tidak sedang menertawakan mu. Tetapi sikap mu mengingatkan ku kepada istriku di Medan sana,"


Deg!


Cella terkejut. Ia menatap Kenan dengan serius. "Istri? Jadi kamu sudah menikah, Kenan?! Bukannya kamu itu masih lajang ya? Huh?!" tanya Cella dengan suaar naik satu oktaf.


Cella menatap Kenan tidak berkedip. Kenan tau itu. Tetapi ia cuek saja. Sudah biasa baginya di tatap oleh gadis seperti itu.


Tetapi tidak dengan istrinya.Yang berwajah datar dan dingin melebihi dirinya jika sedang serius. Kenan menggelengakan lagi kepalanya dengan senyum terus terukir di sudut bibir tipisnya yang selalu menjelajahi putik ranum gadis lain.


Ck. Dasar playboy cap kaleng!


Melihat Cella yang terus menatapnay tak berkediap, Kenan berdehem membuat wanita sebaya Bella itu terkejut dan mengerjab-ngerjab cepat.

__ADS_1


"Kalau kamu datang kesini hanya untuk menatapku, lebih baik keluar!" tegas Kenan membuat Cella mengerucutkan bibirnya.


"Iya, iya! Aku periksa sama kamu!" sahutnya masih dengan ketus.


"Silahakan katakan keluhanmu apa?" tanya Kenan merasa jengah dengan gadis bernama Cella itu.


Ck.


Kenan berdecak dalam hati. Bisa-bisanya nama mereka berdua hampir sama. Dan hampir saja lidah Kenan keseleo saat menyebut nama Cella menjadi Bella.


"Nggak ada keluhan apapun! Aku nggak pernah merasakan mual muntah yang kayak ibu-ibu hamil lainnya! Hanya saja, nafsu makan aku bertambah! Hingga tubuhku membengkak menjadi seukuran karung gandum!" ketusnya lagi hingga membuat Kenan tidak bisa menahan tawanya.


Buhahahaha..


Geli sekali hatinya saat Cella mengatakan hal itu. Karena tadi pagi saat ia sarapan pagi Bella sempat di ledek oleh Annisa yang mengatakan jika ia banyak makan maka tubuh nya itu akan membengkak sebesar karung gandum.


Kenan terus saja tertawa. Sedang Cella semakin berwajah masam. Jika ada Bella disana, pastialh ia pun akan ikut tertawa mendengar celutukan wanita di hadapannya ini.


Wanita itu hamapir menangis karena Kenan terus saja menertawakan nya. "Bisa diam nggak sih kamu?!" ketus nya lagi.


"Hahahaha... Iya, iya! Aku akan berhenti sayang!"

__ADS_1


Deg!


__ADS_2