
Setelah pembicaraan tadi malam, kini Kenan dan Bella sedang di perjalanan untuk mengantarkan Bella menuju kosannya karena hari ini ia adakoas di rumah sakit.
Tiba di kosan Bella, Kenan pun segera pamit. Tetapi sebelum pergi ia sempat memberikan sesuatu untuk Bella pakai.
"Tunggu Dek! Pakai ini dulu. Ini sebagai bukti jika Abang serius padamu. Ini tanda pengikat hubungan kita berdua. Abang ingin hubungan ini berjalan semestinya. Maksud Abang, tetap di jalan kalau kita berdua sandiwara dihadapan kedua keluarga kita," ucap Kenan membuat Bella menatapnya dengan raut wajah datar.
"Ambil say- ehm. Dek, pakailah. Atau Abang yang memakaikan cincin ini di jarimu?" Bella tetap diam. Tetapi mata itu menatap Kenan dengan dalam.
"Cicin ini Abang beli dengan uang Abang sendiri. Bukan uang kedua orang tua Abang. Cincin ini ingin Abang berikan untuk seseorang yang sangat .. Hah. Pakailah Bella. Kalau tidak. Abang akan tetap disini dan tidak akan pulang!" tegas Kenan menatap dalam pada manik mata hitam berkilauan milik Bella yang selalu membuatnya lemah itu.
Bella mengalah, ia mengambil kotak Cincin pemberian Kenan dan segera membukanya. Bella tertegun saat melihat cincin itu merupakan cincin yang dulu saat ia masih SMP dan sangat ingin memilikinya tetapi tidak bisa lantaran ia tidak punya uang.
Bella mengalah, kemudian ia bertekad ingin mencari uang sendiri dan membelinya. Satu bulan kemudian ia kembali lagi ke toko itu. Tetapi sayang, cincin yang ia mau sudah tidak ada lagi dan sudah terjual satu jam sebelum kedatangannya.
Dan sekarang?
__ADS_1
Cincin itu bahkan datang sendiri padanya. Ia mengambil cincin itu dengan mata berkaca-kaca. Ingin sekali ia berbicara pada Kenan dan bertanya.
Tetapi itu tidak mungkin. Mengingat jika mereka menikah karena sandiwara dan juga cincin itu ia tujukan untuk calon istrinya kelak. Bella mengalah lagi.
"Mungkin memang benar, jika cincin ini tidak berjodoh denganku. Sedari dulu hingga sekarang pun sudah terlihat. Cincin ini di tujukan untuk istrinya kelak. Tetapi bukan aku. Ada orang lain di dalam hatinya. Eh, kenapa pula aku memikirkan hal ini? Ya sudahlah. Aku ambil saja cincin ini agar ia tidak marah padaku. Jika memang berjodoh pasti akan kembai padaku. Tetapi jika tidak, maka pernikahan sandiwara ini akan berakhir!" Batin Bella mendadak sendu memikirkan masalah pernikahan sandiwara mereka ini yang akan segera terjadi.
Tetapi tidak dengan Kenan, ia sangat senang kala melihat Bella menerima cincin itu. "Mungkin kamulah pemilik cincin ini yang sebenarnya. Karena ketika Abang membelinya dulu, sempat penjual itu bilang. Jika cincin ini sudah ada juga yang mau yaitu seorang gadis. Abang tidak tau siapa gadis itu. Dan Abang berharap jika gadis itu adalah kamu Bella!" Batinya merasa senang entah karena apa.
"Baik, aku terima cincin ini sebelum cincin ini berpindah tempat kepada orang lain! Sebaiknya kamu pulang!" ucap Bella mengusir Kenan.
Di usir seperti itu, bukannya Kenan marah. Ia malah tersenyum dan tanpa sadar tangan itu menyentuh kepala Bella dan mengusapnya. "Baik, Abang pulang! Jaga diri baik-baik dan kita akan bertemu di hari pernikahan kita!"
Deg!
Deg!
__ADS_1
Entah kenapa ia sangat menyukai cincin itu dari pertama kali ia melihatnya. Senyum cantik di bibir tipisnya terus saja tersungging.
Sementara Papa Reza saat ini sedang berbicara kepada Mami Alisa dan menyampaikan niat dan tujuannya ingin melamar Bella melalui dirinya.
Mami Alisa shock saat mendengarnya. Dengan segera ia menghubungi Mak Zizi dan segera mengatakan niatan dari Papa Reza yang ingin melamar Bella untuk dijadikan istri Kenan Putera Ar Reza.
Sempat shock dan terjadi keributan antara Syakir dan Arta yang melarang Bella untuk menikah sementara Bella belum selesai koas. Masih tersisa dua bulan lagi.
Tetapi Mami Alisa bisa menangani itu dengan baik. Akhirnya semua itu berjalan sesuai rencana. Bahwa Bella akan menikah dengan Kenan dua minggu dari hari itu juga. Cukup menikah saja.
Untuk resepsi akan mereka adakan setelah Bella lulus dari sekolahnya. Dan Kenan pun sudah memiliki rencana bawa ia akan membiayai sekolah Bella untuk mengambil spesialis di Jakarta nanti.
Seluruh keluarga belum tau dengan hal itu. Karena Kenan masih merahasiakannya dari semua orang. Dan hanya dirinya dan Zidan yang tau akan hal itu.
Kenan saat ini pun masih belum selesai dengan spesialisnya. Kenan mengambil spesialis dokter kandungan. Sedang Bella ingin mengambil spesialis dokter anak.
__ADS_1
Kenan berharap semoga sandiwara pernikahan ini berjalan lancar nantinya. Dan ia pun bisa terbebas dari setiap wanita yang selama ini pernah ia ajak kencan dan meminta tanggung jawab darinya.
Ck! Dasar Playboy!