
Ke esokan harinya.
Bella sudah kembali masuk kerumah sakit. Ia hanya cuti tiga hari saja. Kenan pun demikian. Mereka sedari pagi sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Jika Bella sibuk dengan bahan kuliahnya dirumah sakit calon suami Kezia itu, sedangkan kenan sibuk mengurus laporan serta pasiennya yang begitu banyak mengantri.
Hingga makan siang pun Kenan tidak sempat. Ia hanya makan roti dan juga minum aiar putih saja untuk mengganjal perut.
Bella pun tidak seperti biasanya. Ini yang membuat Kenan heran sedari siang hingga sore harinya.
"Kamu kemana sih sayang? Kok nggak datang nemuin Abang sih? Padahal kan Abang bilang tadi. Kalu kita itu makan siang bersama?" lirihnya dengan tangan terus membalik laporan itu.
Hatinya begitu gelisah saat ini karena menyadari jika ponsel Bella tidak bisa dihubungi. Seorang gadis diluar sana tersenyum menyeringai.
__ADS_1
Ia melangkah masuk tanpa permisi. Di tangannya ada sebotol air minum dan juga sepotong roti.
Ia menghampiri kenan dan duduk di depannya. "Mkaan siang dulu Ken. Kamu belum makan kan sedari tadi? Nih, aku bawain kamu roti dan juga minuman segar kesukaan kamu!" katanya sambil tersenyum manis pada Kenan
Kenan yang sednag sibuk dengan berkasnya itu pun menoleh pada Katrina. "Tidak. Terimakasih. Kamu saja." jawabnya tanpa ekspresi
Katrina tak patah arang. Ia tetap berusaha ingin membujuk Kenan hingga minuman itu ia minum.
"Berhenti dulu Ken. Aku itu berniat baik loh sama kamu. Makan dulu rotinya. Kalaupun kamu tidak mau makan roti, minum jus alpukad ini aja ya?" rayunya lagi pada Kenan.
"Anta? Jangan diminum minuman itu. Cukup kamu buang saja. Di minuman itu ada obat perangsang nya!" Batin Kenan terkejut bukan main.
Rahangnya mengeras seketika saat membaca pesan dari detektif suruhannya itu.
__ADS_1
Katrina keheranan saat melihat Kenan tidak jadi meminum air itu. Kenan menoleh pada Katrina, "Boleh aku meminta bantuan mu Kat?"
Katrina mengangguk senang. "Tentu. Katakan apa yang menjadi keinginanmu," jawabnya begitu senang karena Kenan akhinya mau juga bericara padanya.
"Tolong belikan aku bolu kukus yang ada di kantin rumah sakit. Aku sangat ingin memakan makanan itu."
Katrina tersenyum, "Tentu Ken. Kamu tunggu saja disini. Aku ke kantin dulu ya?" imbuhnya diangguki oleh Kenan tetap dengan wajah datar.
Katrina keluar dari ruangan itu dan Kenan segera menghubungi orang suruhannya itu. " Kamu Bersiap, aku akan membalasnya dengan senjata makan tuan! Hubungi suaminya segera dan datang kerumahku. Karena aku ingin menjebak dan membuat seolah-olah jika suaminya itu aku." Kenan terus menjelaskan kepada detektifnya apa yang seharusnya suami Katrina itu lakukan.
Dan diangguki oleh Bram suami Katrina yang juga detektif sewaan Kenan.
Kenan menyeringai. "Kamu ingin bermain denganku? Baik, mari kita lakukan! Semoga Bella tidaka marah padaku saat mengetahui jika ini hanya sebuah jebakan untuk membalas Katrina melalui suaminya.
__ADS_1
Bram yang berada tidak jauh dari ruangan Kenan pun tersenyum simpul dibalik masker yang ia kenakan.
"Ternyatak kamu lebih licik dari yang aku kira. Tetapi tak apa. jebakan ini akan mengikatku dan Katrina untuk selama-lamanya.." lirihnya dengan segera berlalu meninggalkan rumah sakit itu dan bersiap menunggu perintah dari Kenan saja.