
"Bella pun sama. Keduanya mengalami koma. Dan yang lebih parah lagi, saat kami ingin mengakat janin itu, Bella tidak mengizinkannya. Padahal bayi itu tidak bisa dipertahankan karena kondisi Bella yang saat ini juga sedang koma sama seperti bang Kenan. Maafkan kami.. Kami sudah berusaha. Saat ini kita hanya bisa menunggu keajaiban untuk keduanya bisa sadar kembali.."
Dddduuuaaarrrrrr..
Bbrruukk..
"Mak!!" pekik Arta karena melihat Bunda Zizi yang baru saja sadar kini pingsan lagi.
Syakir menoleh ke belakang, ia pun begitu terkejut melihat Bunda Zizi jatuh tersungkur lagi di lantai rumah sakit.
Dengan sigap Syakir membopong kembali Bunda Zizi untuk dibawa keruangan yang tadi. Sungguh, fakta yang baru saja ia dengar begitu membuatnya shock bukan main.
Mendengar Bella kecelakaan saja beliau sudah pingsan. Apalagi berita tadi. Bella dan Kenan sama-sama koma setelah kecelakaan itu.
Syakir dan Arta menangis saat melihat Bunda Zizi yang pingsan hingga dua kali. Syakir dengan segera menghubungi Annisa dan Tama agar mereka datang Ke Jakarta.
Karena saat ini mereka berdua sedang berada di Bandung.
Annisa pingsan saat mendengar kabar dari Syakir, hingga Tama tidak tau harus berbuat apa saat ini selain hanya bisa menunggu Annisa sadar dan segera menuju ke Jakarta.
Tama juga menghubungi Lana dan Ira agar mereka datang ke Jakarta. Jika tidak bisa menyembuhkan Kenan dan Bella, paling tidak mereka semua ada disana.
__ADS_1
Untuk menemani masa-masa sulit bagi kedua keluarga yang sedang berduka itu.
Setelah kabar Kenan dan Bella mereka ketahui, Kenta dan Keanu bergegas menemui saksi kunci dari kecelakaan itu.
Tadi siang Polisi sudah menyambangi mereka dan bertanya kronologis kejadiannya. Tetapi karena semuanya sedang shock, mereka menunda hal itu.
Dan polisi pun tidak ingin menambah duka dari para keluarga korban. Tetapi tidak dengan Dimas. Ia bergerak cepat saat mengetahui jika Polisi mendatangi keluarga calon istrinya dirumah sakitnya.
Ia segera mencari tau dari orang suruhannya dan juga polisi. Mereka saling membantu. Informasi tentang kecelakaan itu sudah ada di tangan Dimas setelah menunggu dua jam lamanya karena ia harus beristirahat setelah melakukan operasi Kenan tadi.
Dan malam ini, Dimas akan menemui semua keluarga dan membicarakan hal ini. Untuk saat ini, Kenan dan Bella sudah pindahkan keruangan khusus untuk mereka berdua yang membutuhkan penanganan khusus.
Tangan keduanya tidak pernah terlepas sekalipun. Hingga mereka dibawa masuk keruang khusus pun kedua tangan itu tetap bertaut.
Dimas mendatangi mereka semua dengan map kuning di tangannya. Rahangnya mengetat saat informasi yang disampaikan oleh orang-orangnya dan juga dari pihak kepolisian membuatnya geram dan segera ingin menghukum sang pelaku tabrak lari Kenan dan Bella.
Dimas berhenti tepat di hadapan seluruh keluarga Bella dan juga Kenan yang saat ini sedang menatapnya dengan raut wajah sendu.
Kenan menghela nafasnya. Seperti apa tanggapan mereka itu urusan nanti. Yang penting fakta ini mereka harus segera tau.
"Maaf Tante, Mama, Papa, Bang Keanu dan Kenta juga kedua saudara Bella. Saya ingin mengatakan sesuatu tentang dalang terjadinya kecelakaan tabrak lari ini."
__ADS_1
Deg!
Jantung semua orang berdegup tidak karuan saat ini. "Silahkan Nak. Kami siap mendengar!" jawab Papa Reza
Ia menatap sendu pada calon menantunya itu. Dimas menatap mereka satu persatu. "Diantara kalian semua ada yang pernah mendengat Dokter Mahmud Daud Bramantio??"
Deg!
"Apa? Dokter Daud?" tanya Keanu dan Kenta bersamaan karena terkejut.
"Ya, Dokter Daud. Tetapi bukan beliau pelakunya melainkan Putri satu-satunya yang begitu terobsesi ingin memilki Bang Kenan hingga rela menghalalkan segala cara agar mereka bisa bersatu! Fakta yang lebih mengejutkan ialah.."
Semua yang mendengarnya semakin harap-harap cemas. "Lanjutkan Nak! Kami harus tau apapun itu!" Ucap Bunda Zizi sembari menatap Dimas dengan lembut
"Bahwa Bang Kenan pernah di jebak olehnya menggunakan obat perangsang dan hampir saja Bella dan Bang Kenan berpisah akan hal ini!"
Ddduuuaaaarrrr..
"Astaghfirullahal'adhim.. Kenan.. Bella.. Mereka tidak pernah mengatakan apapun pada kita!" ucap Mama Rani dan Papa Reza bersamaan.
"Dan ya, pelaku tabrak lari itu adalah Putri dari Dokter Daud yang bernama Katrina yang saat ini sudah menikah dengan Kenan Bramanta!"
__ADS_1
"Apa?!" pekik Mama Rani semakin terkejut mendengar ucapan Dimas yang akhirnya membuka tabir masa lalu mereka berdua di masa yang lalu.