
Keesokan paginya dirumah Kenan sudah riuh dengan suara Mama Rani yang ketakutan karena seekor kodok masuk ke dapur mereka. Bella terkikik geli melihat wajah geli dari Mama Rani.
Kenan yang sangat tau jika Mama Rani sangat geli dengan kodok semakin gencar mengodanya. Beruntungnya Kenan saat ini, Papa Reza sedang keluar.
Jika tidak, pastilah Kenan sudah di timpuk menggunakan piring kaleng seperti yang sudah-sudah jika Papa Reza melihat Kenan yang sangat suka menggoda Mama Rani dengan kodok.
Lebih tepatnya anak kodok.
Pagi ini setelah sarapan kedua aruh baya itu akan pulang ke Medan. Karena tugas Papa Reza pun sudah menunggu nya di Medan sana.
Mereka sarapan bertiga saja karena Papa Reza belum pulang karena ada pertemuan pentingnya. Hari ini Kenan dan Bella akan kerumah sakit sendiri-sendiri setelah kepergian dua paruh baya itu.
Satu malaman Bella memikirkan hal ini. Ia tetap harus melakukan ini demi hati dan ppikiran nya yang semakin tidak sinkron.
Tadi malam saja, ia begitu menikmati saat tidur di dalam pelukan hangat Kenan. Ingin sekali ia lebih dekat dengan Kenan.
Tetapi memikirkan hal yang kemarin ia katakan, maka Bella mengurungkan niatnya. Tengah malam Bella sholat tahajud di sajadah nya dan sengaja ia tidur di lantai demi menjauh dari Kenan.
Kenan tau itu. Ia hanya bisa menghela nafas berat. Tetapi inilah yang terbaik pikirnya. Setelah Mama Rani pulang nanti, Kenan dan Bella pun akan pisah kamar.
Sandiwara mereka berlaku saat keluarga datang saja kerumah mereka. Selebihnya akan berjalan seperti biasa. Sama saat seperti awal mula pernikahan itu dibuat.
__ADS_1
Bella terus melihat arloji yang ada ditangannya. Ia sedikit khawatir akan telat tiba di rumah sakit karena ingin singgah ke suatu tempat.
Kenan menatapnya terus sedari tadi. Tidak ingin menimbulkan curiga, ia memilih diam.
Tepat pukul delapan pagi, kedua paruh baya itu pergi dari rumah mereka. Banyak nasihat yang mama Rani katakan pada Bella dan Kenan.
Mereka cukup mengiyakan saja.
Setelah parubaya itu pergi, secepat kilat Bella melesat keluar tanpa menunggu Kenan yang saat ini sedang bersiap.
Bella berlari-lari kecil untuk menyetop taksi untuk tiab di suatu tempat. Setelah taksi itu berhenti, Bella langsung menaikinya dan Kenan pun baru keluar dari gerbang komplek perumahan mereka dengan motornya.
Ia menghela nafas panjang melihat Bella yang pergi tanpa pamit padanya.
Ia akan tetap tinggal dirumah Kenan karena bagaimana pun, ia istri sah Kenan walau cuma sandiwara.
Ia tetap berpegang teguh pada agama. Bagaimana pun ia seorang istri. Maka ia akan melakukan tugasnya itu.
Entah Kenan, Bella tidak tau. Yang jelas, ia akan tetap melakukan tugasnya sebagai seorang istri yang taat kepada suaminya.
Sementara Kenan yang sudah berada di rumah sakit di mana ia bekerja selama tiga bulan ini, segera menuju ke ruangannya.
__ADS_1
Karena dirinya lah yang akan menjadi penyuluh untuk Dokter baru yang mengambil spesialis di rumah sakit itu.
Salah satunya Bella. Istrinya.
Bella yang baru saja tiba pun segera masuk karena waktu yang di tentukan sudah hampir dimulai. Ia berlari-lari kecil memasuki ruangan aula dimana Kenan sebagai wakil direktur dirumah sakit itu baru saja ingin memulainya.
Dengan segera Bella duduk di bangku yang paling sudut. Sengaja, agar tidak terlihat oleh Kenan.
Penyuluhan itu selesai setelah satu jam lamanya. Saat keluar hampir saja mereka beriringan. Tetapi Bella lebih dulu menjauh dan tidak mendekati Kenan yang saat ini sedang bersama seorang dokter yang kemarin datang kerumah mereka.
Lagi, sesak itu datang tiba-tiba. Bella berbalik dan menjauh. Ia keluar di paling akhir. Kenan tau itu. Tetapi ia tidak bisa berbuat apapun.
Karena dirumah sakit itu profesional. Termasuk Kenan yang bertindak sebagai wakil Direktur.
Pekerjaan hari itu begitu melelahkan Bella. Hingga ia berniat ingin makan siang dan istrahat sejena di taman belakang rumah sakit seorang diri disana.
Namun, siapa sangak jika ia melihat Kenan dan Katrina sedang bermesraan berdua dengan saling merangkaul mesra.
Tes.
Tes.
__ADS_1
Air mata Bella menetes membasahi pipi dan hijabnya. Ia memilih mundur dan dududk makan seorang diri di taman rumahh sakit bagian depan.