
Cukup lima belas menit menggunakan motor Kenan sudah tiba dirumah sakit Jaya Kususma. Saat ini Kenan sedang berada di cafe yang ada di depan rumah sakit tempat dimana ia mengambil spesialisnya.
Kenan langsung saja masuk setelah memarkirkan motornya di tempat parkir cafe itu.
Ia masuk kesana dan segera mencari tempat yang nyaman untuk mereka bercerita tentang sesuatu yang Kenan duga.
Ia memesan jus alpukat itu beserta dengan roti bakar yang sangat terkenal di cafe itu. Kenan masih menunggu kedatangan dari sahabatnya itu.
Lima menit ia menunggu Fahri dan yang ditunggu pun baru datang. Fahri masuk masih dengan menggandeng tangan Cella yang membuat wanita itu berwajah masam padanya.
"Maaf Bro. Aku terlambat lima menit. Maklum macet tadi. Kamu mah enak. Pakai motor sih," katanya pada Kenan dibalas Kenan dengan kekehan nya yang semakin membuat Cella terkesima.
Kenan melirik Cella yang kini sedang menatapnya. "Jangan terlalu lama menatap sesuatu yang bukan menjadi milikmu Cella!" tegur Kenan pada Cella
Fahri melirik Kenan dan juga Cella yang kini sedang menatap Kenan seperti tatapan memuja. Fahri menghela nafas berat.
"Kapan istri kamu menyusul kamu ke Jakarta, bro? Bisa aku berkenalan dengannya?" tanya Fahri pada Kenan yang terkejut mendengar ucapan Fahri baru saja.
"Tiga bulan lagi. Saat ini ia masih koas dan juga aku akan selesai dengan spesialisku tiga bulan lagi kan? Sama dengan kamu? Soal perkenalan.. Nanati saja kiat bahasnya. Ada yang lebih penting dari itu yang ingin aku tanyakan sama kamu," jawab Kenan tidak lagi melihat pada Cella yang kini masih menatap nya.
Ia tidak peduli dengan sang suami yang sedari tadi terus meliriknya. Kenan merasa jengah dengan Cella. "Hentikan tatapan memuja mu Cella! Saya tidak suka di tatap oleh wanita selain istri saya!"
Deg!
Deg!
__ADS_1
Cella terkejut. Ia gelapan karena ketahuan terlalu lama menatap Kenan. "Saya tidak suka dengan tatapan kamu itu Nyonya Fahri! Saya sudah punya istri! Saya sengaja menolak kamu karena saya sudah punya calon sendiri! Jadi, saya harap Anda bisa mengerti!" tegas Kenan pada Cella yang kini menunduk malu karena sindiran Kenan baru saja.
Fahri tersenyum tipis. Sesuatu yang tidak pernah ia lihat setelah sekian lama. "Hem.. Baikhlah. Apa yang ingin kamu ketahui dariku Bro?" tanya Fahri langsung saja to the point.
Kenan menatap dalam pada Fahri. "Apakah kamu orang nya Ri? Kamu tidak mungkin menikahi nya tanpa sebab kan?" tanya Kenan penuh selidik
Bukan apa ia bertanya seperti itu, Kenan sangat tau. Fahri bukanlah pemuda sembarangan yang menikahi gadis sembarangan hanya karena gadis itu sudah mengandung terlebih dahulu.
Fahri terkekeh, "Kamu bisa langsung menebaknya ya?"
"Ya iya lah bisa. Sangat terlihat jelas dan lagi. Aku itu sangat mengenal kamu Ri. Kita bersahabat sedari kita kuliah di fakultas kedokteran disini," balas Kenan yang membuat Fahri tertawa.
"Benar. Akulah orangnya."
"Apa?!" seru Kenan dengan suara meninggi hingga semua pengunjung cafe itu menoleh kepada mereka bertiga.
"Kamu tidak bohong 'kan Bro?!"
Fahri tersenyum dan menggeleng. "Bagaimana bisa?!" tanya Kenan lagi pada Fahri.
Fahri terkekeh, "Itulah tadi ayng namanya takdir! Tidak bisa kita elak dan kiat cegah. Semau ini sudah menjadi goresan tangan untukku. Tak apa. Aku ikhlas. Aku akan berusaha membawa nya ke jalan Allah. Semua ini memang sudah menjadi jalannya." Jelas Fahri membuat Kenan jatuh tersandar di kursi cafe itu.
Ia menghela nafas panjang. "Tapi.. bukankah selama ini kamu ingin mencari yang shalihah? Tapi kok bisa yang kayak gini Ri? Apakah kamu di jebak?" tanya Kenan lagi padaya masih belum percaya dengan ucapan nya.
Fahri tersenyum lagi. "Tidak semua yang kita inginkan kita dapatkan Bro. Allah tau yang terbaik bagi kita. Mungkin inilah ladang pahala untukku dengan mendapatkannya. Soal penjebakan itu.. Benar! Aku di jebak olehnya!"
__ADS_1
"Hah?" Kenan cengo
Fahri terkekeh lagi, jika dilihat ia juga tak kalah tampan dari Kenan. "Dia tau?" tanya Kenan dengan melirik ke arah Cella.
Fahri menggeleng, "Dia sengaja menjebakku karena kesal kepadaku. Lantaran aku yang selalu menyindir nya dengan kata-kata pedasku disaat kami bertemu. Tetapi yang dia tidak tau pada malam itu. Ia un terjebak dengan permainannya sendiri. Dan terjadilah seperti itu," Jelas Fahri terkesan ambigu bagi Cella yang mendengarnya.
Ia menoleh pada Fahri dan menatapnya dengan dalam. Tak lama setelahnya, Cella mengingat sesuatu hingga ia bangkit dan berdiri secara spontan dan membuat Kenan dan Fahri terkejut.
Ia menatap tajam pada Fahri. "Jadi kamu... Pemuda ittu???" tanya nya dengan wajah pucat dan sedikit mundur kebelakang
Fahri yang tau kemana arah pembicaraan itu ia tersenyum teduh pada Cella. Membuat Cella semkin memundurkan langkah nya.
"Nggak! Nggak mungkin itu kamu! Kamu bohong Mas Fahri! Kalian bersekongkol kan? Malam itu Kenan kan yang datang ke kamar ku?"
Deg!
Kenan terkejut. "Aku? Kenapa aku pula yang kamu bawa-bawa?" ucap Kenan sedikit kesal pada Cella.
Fahri terkekeh, "Aku pemuda itu. Akulah yang telah membuatmu hamil anakku! Kamu itu masih suci saat pertama kali ku sentuh, Cella! Kenapa kamu membohongi semua orang dengan mengatakan jika kamu tidak suci lagi. Bisa kamu jelaskan Marcella?"
Deg!
Deg!
Tubuhnya membeku. Ternyata.. pemuda yang menggahinya malam itu adalah suami nya sendiri. Al Fahri Narendra.
__ADS_1
Kita selesaikan masalah Bang Kenan dulu ye? Baru nanti lanjut pada Bella.