Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Merasa bersalah


__ADS_3

Jesy terkejut saat melihat Kenan segera bangkit dan membayar nasi goreng miliknya dan punya Kenan sendiri.


Setelahnya ia berlari keluar.


"Ken!" panggil Jesy dengan berdiri.


Kenan menoleh ke belakang, "Maaf Jesy! Aku melupakan istriku tadi yang berdiri diluar! Astaghfirullah! Beneran Mang, istri saya sudah pulang? Mamang nggak salah lihat 'kan tadi?" tanya Kenan dengan raut wajah yang begitu cemas.


Ia bertanya sembari menaiki motor dan menyalakannya. "I-iya sih. Mamang pikir itu bukan istri kamu tadi. Maaf.. Mamang nggak tau nak. Mamang pikir kamu belum menikah seperti dilu. Mungkin dia tersinggung dengan ucapan Mamang tentang kalian berdua tadi," jawabnya merasa bersalah terhadap Bella yang pergi dengan raut wajah datar.


Kenan menghela nafasnya. "Tak apa mang. Saya belum sempat mengumumkan di komplek ini karena resepsi kami belum di gelar. Tak apa. Saya permisi pulang dulu." ucapnya seperti tidak bertenaga karena mendadak semangat hidupnya mnghilang begitu saja saat hatinya kini merasa bersalah terhadap Bella.


Dengan sedikit kencang Kenan melaju meninggalkan warung nasi goreng itu dan menuju masuk ke komplek perumahan nya.


Cukup lima belas menit saja kini Kenan sudah tiba dirumah. Ia melihat lampu kamar atas yang masih menyala.


Pertanda jika Bella belum tidur. Dengan langkah gontai, Kenan masuk ke dalam pekaranagn rumah dan menuju garasinya yang tidak terkunci karena ia belum pulang.


Sebenarnya kawasan ini bebas maling. Karena komplek perumahan Kenan ini di jaga satpam dua puluh empat yang berjaga di pintu masuk komplek.


Bella saja tadi yang aneh. Saking takutnya seperti di tempat tinggalnya yang lumayan rawan maling. Ia berlari tunggang langgang karena takut jika nyawanya terancam.


Ck. Ada-ada saja tingkah Bella yang membuat salah satu penghuni komplek itu sampai tertawa dibuatnya.

__ADS_1


Kenan segera memarkirkan motornya dan segera masuk dari pintu garasi samping. Baru menginjakkan kaki disana, dadanya terasa sesak mengingat Bella.


Ia menghela nafas berulang kali yang terasa menghimpit dadanya. Ia melangkah gontai dan masuk kerumahnya yang tembus kepintu samping dapur.


Terus menuju ke ruang tivi yang kini begitu terang. Kaki itu berhenti melangkah saat melihat sosok yang tadinya ia tinggalkan begitu saja sedang terlelap di lantai dengan tivi menyala menunjukkan film romantis.


Lagi dan lagi Kenan menghela nafas sesak. Dengan pelan ia menuju kesana. Tetapi baru dua langkah ia berhenti.


Timbul ide cemerlang di otak pintarnya. Dengan langkah cepat ia masuk ke kamar tamu dan mengambil selimut, bantal. Tidak lagi perlu guling seperti yang sudah-sudah.


Karena saat ini memiliki guling hangat yang akan selalu menghangatkan dirinya dan juga membuatnya terlelap.


Sungguh, tubuh Bella sudah menjadi candu untuknya. Ia bisa merasakan perubahan semenjak tidur bersama Bella.


Terapi.


Katrina hanya selingan sebenarnya. Kenan sudah memiliki dokter terapi setelah merasakan tubuhnya bereaksi saat bersama Bella.


Setelah mengambil selimut dan bantal, kini Kenan berjalan menuju Bella yang kini sudah terlelap duluan.


Kenan duduk di sisi Bella dan menatap setiap inci dari paras sang istri yang kini sudah semakin dalam merasuki hatinya itu.


Kenan tersenyum, tetapi senyum itu surut saat melihat nasi goreng yang ia beli masih ada sisa satu.

__ADS_1


Kenan sangat merasa bersalah kepada Bella. Ia mengambil sendok dan membuka bungkusan itu. Kemudia ia melahapnya dengan mata terus mentap pada Bella yang kini tertidur dengan nyenyak hingga terdengar suara dengkuran halus.


Kenan terkekeh kecil di sela-sela makannya. Ia terus melahap makanan itu hingga habis. Dan segera meminum air putih yang Bella bawa dari dalam kulkas dan masih banyak itu.


Kenan segera menenggaknya.


"Alhamdulillah.. kenyangnya.. Errgghtt.." Kenan bersendawa hingga Bella menggeliat kecil.


Takut jika Bella akan bangun, Kenan segera mematikan tivi dan menghidupkan musik yang memperdengarkan alunan suara merdu dari Ariiff. Penyanyi yang sedang populernya di yutub saat ini.


Kenan tersenyum, ia duduk sebentar sebelum tidur karena baru siap makan. Di sela-sela duduknya Bella menggeliat dan berbalik menghadap dirinya.


Dengan segera memeluk paha Kenan yang saat ini berada tepat dihadapannya. "Abang...." igaunya


"Hem?" sahut Kenan sembari melirik Bella yang ternyata masih terlelap.


Kenan menghela nfasnya. Dengan segera ia pun merebahkan dirinya disamping Bella. Ia mengangkat kepala Bella dengan perlahan dan ia letakkan di lengannya setelah tadi menyelimuti Bella dengan selimut untuk mereka berdua.


"Maaf sayang.. Abang melupakan mu tadi. Maaf..." bisisknya di telinag Bella.


"Hem..." sahut Bella dibawah alam sadarnya.


Kenan tersenyum lembut, ia mematikan lampu dan menghidupkan pendingin ruangan. Setelah itu ia mulai terlelap dengan tidur saling berpelukan.

__ADS_1


Sementara Bella semakin senang saat merasakan kehangat di tubuhnya. Ia pun tersenyum dan semakin menelusupkan wajahnya di ceruk leher Kenan.


Kenan tidak menolak. Malah ia senang karena Bella semakin dekat dengannya walau masih merasa bersalah dengan hal yang tadi.


__ADS_2