Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Berubah


__ADS_3

Tiga puluh menit berlalu.


Kenan yang sudah bersiap dengan seragam dokternya pun segera turun untuk sarapan di meja makan bersama Bella.


Tiba disana tidak terlihat Bella. Kenan menyampirkan jas putihnya dan duduk di meja makan ingin menunggu Bella.


Lima menit berlalu Kenan menunggu barulah Bella keluar dengan wajah datarnya. Wajah yang selalu Kenan rindukan jika sedang berjauhan dari nya.


Kenan tersenyum melihat Bella dengan sigap mengambil sarapan ala kadar nya. Yaitu hanya sambal ikan dan tumis kangkung saja.


Tumis kangkung yang begitu membuat Kenan selalu ingin tambah setiap kali memakan makanan Bella.


Masakan Bella memang benar-benar pas di lidahnya.


"Terimakasih," ucapnya pada Bella yang hanya mengangguk saja


Sepanjang sarapan pagi itu, tidak ada yang bersuara. Kenan masih berat ingin membuka mulutnya untuk berbicara denagn Bella.

__ADS_1


Demikian pun dengan Bella. Ia pun tidak ingin begitu akrab dengan Kenan karena sadar akan posisi nya yang hanya bersifat sementara.


Selesai sarapan Pagi, Bella membersihkan semua piring bekas makan paginya. Kenan menunggunya denagn sabar.


Setelah selesai, Bella berlalu keluar meninggalkan Kenan yang mentapnya dengan nanar.


Kenan berlari mengejar Bella yang sudah lebih dahulu menuju garasi dan sedang mendorong pintu garasi untuk mengeluarkan motornya.


Kenan memegang pergelangan tangan Bella. "Tunggu dek!" cegatnya


Bella menoleh padanya masih dengan tatapan datar nya. "Ada apa? Saya sudah terlambat Tuan Kenan! Maaf, saya buru-buru!"


Deg!


Deg!


"Kamu kenapa Dek? Kok berubah gini sama Abang? Abang minta maaf karena tadi malam melupakanmu dan kamu akhirnya pulang sendiri. Sungguh, tak ada maksud Abang untuk mengabaikanmu. Abang benar-benar lupa dek!" serunya sembari mengejar Bella yang kini sedang menaiki motornya dan mesin itu pun sudah ia nyalakan.

__ADS_1


Bella tidak menggubrisnya. "Dek!" seru Kenan sedikit tinggi


Bella menoleh padanya.


Deg!


Deg!


Tatapan itu begitu dingin dan menusuk. Membuat tangan Kenan yang memegang tangan Bella ia renggangkan sedikit tetapi tidak melepasnya.


"Dek.. Kenapa kamu kayak gini? Kamu berubah Dek!" katanya dengan suara lirih.


Bella yang mendengar suara lirih Kenan pun menoleh padanya. "Bukan saya yang berubah tuan Kenan! Tetapi memang seperti inilah yang seharusnya terjadi. Saya sadar diri jika saya ini hanya istri sementara lebih tepatnya istri sandiwara Anda! Sudah sepantasnya 'kan kalau saya berubah dan menjalan kan sesuai dengan rencana awal Anda Tuan Kenan? Yang mana Anda mengatakan menikah hanya untuk menyelamatkan diri Anda dari gadis itu? Dan juga Anda juga pun baru saja bertemu dengan CALON ISTRI anda?? Jadi saya paham. Saya tau diri. Jika pernikahan ini hanya sebuah permainan sandiwara Anda!"


Dddddduuuuuaaaaaarrrrrrrr..


Tersentak Kenan mendengarnya. Tangan yang tadinya memegang tangan halus itu kini terlepas.

__ADS_1


"Saya tidak pernah berubah Tuan Kenan! Saya masih ingat dengan perjanjian kita. Dan saya tidak akan melewati batasan saya. Perjanjian tetaplah perjanjian. Jangan Anda bawa-bawa hati ke dalam masalah ini. Lagi pun saya disini hanya sebentar kok. Saya akan pindah dari rumah ini setelah mendapatkan pekerjaan paruh waktu sambil meneruskan spesialis saya. Jadi, saya harap Anda masih memegang teguh ucapan Anda empat bulan yang lalu saat anda mencoba membujuk saya untuk menerima dan menikah dengan Anda dengan syarat jika pernikahan ini hanyalah sandiwara!"


__ADS_2