Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Pernikahan Kedua


__ADS_3

Pagi hainya Kenan sudah bersiap dengan baju santainya. Ia hanya menggenakan celana bahan berwarna hitam dan kemeja biru laut kesukaan Bella.


Ia bergegas turun saat ponselnya berdering panggilan masuk dari dokter Daud. Kenan tidak menggubrisnya.


Ia tetap saja turun ke bawah untuk sarapan pagi. Jangan tanyakan seperti apa wajah nya. Wajah itu sangat dingin dan datar saat ini.


Tiba di meja makan Kezia tercengang melihat penampilan Kenan yang menurutnya biasa saja. Padahal hari ini adalah hari pernikahan nya yang kedua.


Tetapi Abang nya itu tetap saja memakai pakaian yang menurutnya terlalau santai. Kezia ingin menegurnya tetapi Kenta menahannya.


Ia menggelengkan kepalanya tidak boleh menegur kenana yang saat ini tidak bisa di ajak bicara sedikitpun. Karena sangat terlihat jelas dari raut wajah Kenan yang begitu dingin datar tanpa ekspresi.


Lebih terkesan tidak ingin diganggu malahan. Begitulah menurut yang Kenta lihat. Kenan duduk tenang dan terus memakan sarapan paginya tanpa memperdulikan keadaan kedua adiknya yang saat ini sedang menatapnya dengan tatapan yang entah seperti apa.


Cukup lima menit saja Kenan sudah selesai sarapan pagi. Ia segera bergegas menuju keluar dan mengeluarkan motornya untuk pergi kerumah Katrina karena baru saja Katrina mengirim pesan agar cepat datang kerumahnya.


Kezia dan Kenta mengikutinya dari belakang. Padahal Kenta bawa mobil. Tetapi Kenan tetap memilih motornya.


Ia lebih nyaman dengan motornya.


Cukup dua puluh menit saja kini Kenan sudah tiba dirumah Katrina yang saat ini sudah ramai dengan para tamu undangan.


Dokter Daud menyambut Kenan dengan hangat. "Duduk di ujung sana ya? Saudara kamu yang lain tidak datang?" tanya nya pada Kenan yang kini tetap sama.


Berwajah datar.


"Sebentar lagi mereka datang," jawabnya terasa malas.

__ADS_1


Dokter Daud tau itu. Tetapi ia tetap tersenyum hangat pada calon menantunya itu.


Kenan masuk tanpa membawa apapun di tangannya. Bahkan bajunya terlihat seperti tamu saja.


Tidak ada seserahan dari Kenan dan juga keluarga nya. Semua tamu berbisik ria tentang calon suami Katrina yang tidak membawa apapun.


Kezia dan Kenta yang baru saja tiba pun segera masuk. Lagi dan lagi seluruh tamu berbisik-bisik saat melihat Kedua saudara Kenan yang tidak membawa apapun.


"Kok bisa sih pengantin prianya nggak bawa keluarga?"


"Iya ya? Kok bisa sih? Mana cuma dua orang saja lagi. Yang kayak pernikahan ini tidak ada artinya dimata mereka semua."


"Ho'oh, betul itu. Lihat aja mereka bertiga. Tidak ada satu pun yang membwa seserahan untuk pengantin wanitanya!"


Bisik-bisik lirih itu terdengar hingga ke telinga mereka bertiga. Tetapi Kenan tidak peduli. Apalagi Kezia dan Kenta.


Karena ia memang tidak ingin menikah dengan Katrina. Kezia dan Kenta mengangguk saja.


Sementara para tamu berbisik ria, datanglah serombongan orang-orang yang entah darimana datangnya.


Mereka berjumlah lima belas orang berpakaian batik yang sama dengan seseorang yang saat ini duduk disamping Kenan. Orang itu tersenyum.


Barang seserahan itu segera mereka letakkan disana. Belum lagi para tamu mereka lumayan banyak saat ini.


Membuat para tamu itu keheranan. Ada apa dan bagaimana semua itu terjadi.


Dokter Daud pun segera duduk dihadapan kedua orang itu. Pak penghulu segera memulainya dengan cepat saat ini.

__ADS_1


Karena beliau pun memiliki tugas untuk menikahkan orang lain lagi setelah Katrina.


Acara itu pun dimulai.


Pak penghulu mengucapkan sedikit kata-kata sambutan untuk mempelai yang akan segera menikah itu.


Setelahnya di susul dengan sepatah kata dari dokter Daud selaku pemilik acara itu. Dan dilanjutkan dengan ijab Qobul yang akan diucapkan langsung oleh Kenan.


Kezia yang duduk di belakang kedua mempelai pria itu, segera merekamnya dengan sambungan video call dengan Bella disana yang sedang melihatnya dengan tersenyum manis.


"Baik kita mulai!"


Deg, deg, deg..


Jantung seorang gadis di dalam kamar sana berdegup tidak karuan saat pak penghulu memulainya.


Wajah itu memanas seketika saat membayangkan jika dirinya akan segera menjadi istri dari seorang Kenan Putra Ar Reza.


Seseorang yang selama ini begitu ia ingin kan menjadi suaminya.


"Sah!


"Sah!"


Katrina mengucap syukur saat mendengar kata-kata sah dari luar sana. Ia besiap-siap ingin keluar dan menuju Kenan yang kini sedang menunggunya.


Bibir itu terus saja melengkungkan senyum sinis saat mengingat istri sah Kenan yang saat ini berada dirumah sakit karena di tabrak oleh Papi nya.

__ADS_1


"Kamu lihat saja curut Bella! Mulai hari ini kamu akan aku singkirkan dari hidup Kenan. Dan akulah yang akan menggantikan posisi itu. Aku yang akan menjadi istri sah satu-satunya di hidup seorang Kenan Putra Ar Reza. Dan aku akan menghancurkan mereka semua di mulai dari sekarang!" ucapnya dengan senyum menyeringai yang sangat menakutkan.


__ADS_2