Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Misi pertama, berhasil!


__ADS_3

"Aku merasa sudah seperti wanita penggoda saja! Eh? Tapi 'kan Bang Kenan ini suami ku? Nggak ada salah nya dong ya? Hihihi.. Mari kita mulai misi rahasia ini! Cup!" dengan cepat mengecup lagi bibir itu.


Kenan yang merasakannya pun semakin bertambah senang. Dua kali kecupan singkat itu sudah membangkitkan sesuatu di dalan celananya.


Bella semakin gencar menggoda suaminya. Ia dengan sengaja duduk di pangkuan Kenan yang saat ini sedang terpejam dan tersenyum.


"Ugh.."


Kenan melenguh saat tubuh bawah Bella menyentuh alat produksinya. "Aku akan membantu mu suamiku. Tetap pejamkan matamu dan terus nikmati setiap sentuhan ku!" bisik Bella begitu sensual di telinga Kenan.


Bella semakin gencar membngkitkan hasrat sang suami. Bella bukanlah gadis polos yang tidak tau tentang hal seperti itu.


Saat dipesantren dulu, Bella sudah belajar semua itu. Jadi, jangan katakan kalau Bella wanita penggoda dan sangat liar.


Tidak.


Bella tidak liar. Tetapi semua ini sudah ia pelajari sebelum menikah dengan Kenan. Dan saat ia berangkat ke Jakarta pun Bunda Zizi dan Kak Annisa sudah mengajarinya bagaimana cara merayu suami dan membangkitkan gai rahnya.


Bella tersenyum saat merasakan sesuatu yang mulai bangkit di bawah sana.


"Yes! Misi pertama berhasil!" serunya senang dalam hati dengan tangan terus bergerak menyentuh tubuh Kenan yang semakin terasa terbakar.


Diluar sana, Katrina kebingungan saat membuka pintu ruangan Kenan tetapi tidak bisa.

__ADS_1


"Kenapa pintunya susah dibuka sih? Ada apa di dalam sana? Jangan bilang kalau Kenan sedang bersama si curut Bella?!" terkanya mendadak mata itu membulat sempurna saat menyadari jika pintu ruangan itu terkunci karena ada Bella di dalam sana.


Benar, memang Bella lah yang di dalam sana. Lalu, apa pedulinya Katrina? Ck.


Sementara di dalam ruangan sana, Bella masih gencar mengecup dan memaguut putik ranum milik sang suami yang kini semakin terbakar akibat kelakukannya.


Tubuh Kenan kemabli bergetar. Getar yang sulit untuk diartikan. Tetapi ia ingin lagi dan lagi.


Tangannya tidak tinggal diam. Ia pun ikut menyentuh sesuatu yang tertutup itu hingga membuat Bella pun ikut melenguh.


Sadar jika waktu makan siang akan segera habis, Bella semakin mempercepat gerakannya itu yang semakin membuat Kenan tidak menentu.


Kepala itu mendongak ke atas dengan tangan memegangi tubuh Bella. Entah apa yang Bella lakukan. Yang jelas, ia telah berhasil membuat sesuatu yang tersembuyi itu berdiri tegak seperti pohon kelapa.


Hingga pusat tubuhnya itu benar-benar bereaksi.


Hah....


Lenguhan panjang itu keluar dari mulut Kenan membuat Bella tersenyum puas. Bella bangkit dari pangkuan Kenan.


Sebelum pergi, Bella sempat mengecup putik ranum milik Kenan yang kini menebal akibat ulah Bella.


Ia terkekeh kecil.

__ADS_1


Cup.


"Aku pergi. Dan akan kembali saat kamu tidur nanti malam dan juga saat makan siangmu. Tunggu aku, suamiku. Cup!"


Lagi pagutan lembut itu ia labuhkan di putik ranum yang kini semakin membuatnya candu. Bella segera berlalu.


Tetapi tangan itu dicekal oleh Kenan dengan mata terpejam. "Jangan pergi..." lirihnya


Bella tersenyum. Ia mendekati Kenan dan kembali berbisisk lirih di telinganya.


"Aku tidak akan pergi darimu kecuali kamu sendiri yang memintanya! Cup!" Bella labuhkan kecupan sayang di dahi Kenan


"Janji??"


"Ya, adek berjanji Bang Ke!"


Kenan tertawa masi dengan mata terpejam. Ia melepaskan tangan Bella yang terasa nyata untuknya. Bella pun segera berlalu dan meletakkan bekalnya di meja Kenan.


Setelah itu ia segera membuka ruangan itu dan keluar. Bertepatan dengan Kenan membuka matanya.


Kenan terdiam. Ia meneliti seluruh ruangan. "Tidak ada siapa pun. Tetapi kenapa aku merasakan jika tadi itu nyata?" gumamnya sembari menunduk dan melihat celana bahan berwarna hitam itu basah karenanya.


Kenan melototkan matanya. Setelahnya ia tertawa terbahak-bahak. Ia pun bangkit dan segera menuju ke kamar mandi untuk mandi besar terlebih dahulu.

__ADS_1


Setelahnya sholat karena sudah waktunya dan juga ia akan makan siang yang sudah tertunda karena kegiatannya tadi.


__ADS_2