
"Bawa mempelai wanitanya kemari," titah Pak Penghulu pada salah satu dari mereka semua.
Dokter Daud mengangguk pada salah satu orang suruhannya.
Orang itu segera menyusul Katrina yang kini sudah berada di depan pintu kamar tamu yang saat ini sedang menunggunya.
Katrina tersenyum dan menunduk malu saat para tamu menatapnya dengan dalam. Entah tatapan seperti apa. Yang jelas tatapan mata itu seperti mengejek Katrina saat ini.
Tetapi ia tidak peduli. Pandangan matanya fokus pada pemuda berbaju biru laut itu yang tidak berbalik sekalipun melihatnya.
Tiba disana, ia diapit oleh dua orang pemuda yang membuat Katrina keheranan. Yang satu berwajah datar dan satu lagi tersenyum manis padanya.
Senyum yang sangat familiar olehnya tetapi entah dimana ia melihat pemuda itu. Yang jelas sekilas ia pernah melihat pemuda yang saat ini duduk di sebelah kanan nya itu.
Katrina tersenyum saat melihat mahar yang terletak di meja itu. Ia melirik ke Kenan yang sama sekali tidak melihatnya.
Mata itu menatap lurus kedepan dengan tatapan dinginnya.
"Pakaikan maharnya!"
Mereka berdua mengangguk. Katrina yang tau jika Kenan akan memasangkan mahar padanya segera berbalik ke arahnya.
__ADS_1
Dengan segera Kenan memasang liontin terlebih dahulu kemudian cincin dan terakhir gelang di tangan kanan Katrina.
Katrina pun mengecup tangan Kenan. Tetapi belum lagi tangan itu di kecup oleh Katrina, seseorang di belakangnya mendadak pingsan dan terjatuh di punggung Katrina.
Membuat Katrina melotot kesal padanya. "Ini apaan sih Pi? Kenapa pula pemuda ini pingsan disini?!" ketus Katrina pada sang Papi yang kini terlihat begitu panik karena tiba-tiba saja pemuda itu pingsan.
Kenan menarik ujung bibirnya sedikit. Ia lantas bangkit dan keluar dari rumah itu dan diikuti oleh Kezia dan Kenta yang kini menggelengkan kepalanya melihat Kenan begitu cepat berjalan dan dalam sekejab menghilang dari kediaman Katrina.
Ia tidak peduli lagi dengan acara pernikahan itu. Yang ingin ia temui saat ini ialah Bella. Istrinya.
Kenan melajukan motornya menuju kerumah sakit. Walau saat ini ia mengambil cuti satu hari, tetapi ia tetap ingin menemui Bella.
Sang pujaan hati yang hampir saja membuatnya mati jantungan. Kenan terus saja terkekeh saat mengingat kelakuan Bella.
Kezia dan Kenta mengikutinya dari belakang. Mereka berdua saat ini sedang tertawa saat menyaksikan kegugupan Kenan saat menikahi Katrina tadi.
Mereka tidak habis pikir dengan kakak iparnya itu. Bisa-bisa nya membuat ide konyol itu.
"Hahaha,.. Abang lihat kan tadi? Gimana gugupnya Bang Kenan saat mengucapakn ijab qobul? Dan saat kakak ipar yang berbicara padanya, Abang langsung saja semangat. Hahaha.. Semoga ini tidak berdampak buruk bagi pernikahan mereka berdua." Ucap Kezia merasakan sedikit gelisah.
Tiba dirumah sakit, Kenan langsung saja berlari menuju ke kamar Ban kebingungan dari para perawat dan suster disana.
__ADS_1
Ia langsung saja menuju ke kamar Bella. Tiba di depan pintu itu ia segera membukanya dengan kencang.
Braaakk..
"Astaghfirullah! Ini bocah!" pekik mama Rani saat melihat Kenan yang kini langsung saja menuju bangkar Bella dengan tergesa.
Bella yang melihatnya terkekeh-kekeh.
Grep!
"Gimana ? Seru nggak tadi saat nikahin si Katro itu??"
Kenan tidak menyahut, ia terus saja memeluk erat tubuh Bella. Tubuh yang selama ini selalu menghangatkan dengan penuh perhatian padanya.
Bella tersenyum. Ia pun membalas pelukan suaminya dan mengelus lembut punggung Kenan
"Kenapa?" Tanya Kenan dengan suara berbisik.
"Karena aku mencintaimu. Mana mungkin aku membiarkan wanita ular itu lebih unggul. Ingin menjadi istri kedua tetapi akan menyingkirkan istri pertama? Dan akan menjadi satu-satunya dari seorang pemuda yang merupakan hidup dan matiku? Heh mimpi! Nggak akan! Sampai mati pun Itu nggak akan terjadi! Jika dia licik, maka aku lebih licik darinya! Maka akulah satu-satunya istri sah dari Kenan Putra Ar Reza. Aku tidak mau berbagi dirimu dengan wanita lain!"
"Egois? Ya, aku egois! Aku egois karena begitu mencintaimu suamiku. Aku nggak rela kamu menikah dengan gadis ular seperti itu. Belum lagi bukti itu sudah ada di tangan ku kemarin sore. Jadi buat apa ingin memperpanjang lagi sandiwara itu. Lebih baik kita urus rumah tangga kita yang lebih bermanfaat daripada dirinya. Bukan begitu suamiku??" goda Bella pada Kenan yang kini semakin tersedu di pelukannya namun mengangguk setuju.
__ADS_1
Mama Rani dan Papa Reza bisa bernafas lega. Begitu pun dengan kedua saudara Kenan yang saat ini sedang terkekeh-kekeh melihat video rekaman pernikahan Kenan dan Katrina tadi.