Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Kedatangan Keluarga


__ADS_3

Bella sibuk sendiri dalam lamunannya. Sibuk memikirkan nasib rumah tangganya yang akan dibawa kemana setelah ini.


Sementara diluar sana dua orang sudah menunggu pintu rumah itu terbuka sedari tadi. Salah satu dari mereka sudah sangat kesal.


Ting nong!


Ting nong!


Ting nong!


Suara pencetan bel diluar rumah itu sudah berulang kali terdengar. Tetapi sang penghuni di dalam rumah tidak juga muncul.


Padahal Kenan sudah mengatakan jika Bella sudah berada dirumah sejak tadi sore. Sedang Kenan masih dirumah sakit.


Karena ia yang memegang wakil kepemimpinan, makanya sedikit telat pulangnya.


Bel diluar rumah terus saja berbunyi. Saking kesalnya karena pintu tidak juga dibuka, salah satu dari mereka sampai menendang pintu itu.


Braakk!!!


"Astaghfirullah! Apa itu?!" seru Bella karena terkejut


"Kakaaaakkk!!!! Bukain ih! Adek mau masuk!!!" pekik salah satu dari mereka

__ADS_1


Bella terkejut lagi. "Adek? Ngapain kemari? Bukan nya ia saat ini sedang di rumah sakit Bandung ya?" gumam Bella pada dirinya sendiri.


Kaki itu tetap melangkah mendekati pintu yang terus di tendang dari luar.


Braak!!


Braaakk!!


"Bukain!!! Ih! Kak Bellaaa!!!"


Ceklek.


Dug.


Kezia terkejut. Bukannya merasa bersalah, Kezia malah melengos masuk ke dalam rumah Kenan tanpa mengucapkan salam.


Bella terbengong melihatnya. Kenta terkekeh, "Maaf Kakak ipar. Kami datang tidak berkabar dulu padamu. Tetapi kami sudah memberitahu sama Abang kok," kata Kenta pada Bella yang kini masih terbengong melihat dua koper itu ada di hadapan Kenta.


Kenta yang paham pun betbicara lagi. "Jangan kaget gitu Kak. Kami akan menginap disini selama dua minggu. Karena saya dan Kezia afa tugas dirimah sakit pusat di rumah sakit yang saat ini Kakak dan Abang tempati.aja dari itu, kami harus kesini. Bamg Kenan udah tau kok. Tadi udah di hubungin juga." Lanjutnya lagi setelah Bella memberi jalan untuknya.


Sementara Kezia sudah terkapar di ambal tebal dihadapan ruang tivi. Kenta terkekeh melihat kelakuan adik bungsunya itu.


"Duduk dulu, Kenta. Biar Kakak ambilkan minum. Kayaknya capek banget ya? Hingga tepar kayak gitu?" Bella terkekeh melihat Kezia yang sudah terlelep dan terdengar suara dengkuran halus di telinga mereka berdua.

__ADS_1


Kenta tersenyum, "Iya Kak. Adek satu malaman tidak tifur karena sibuk mengurus rapat tentang rumah sakit di Bandung milik Dimas. Dan ia kesini karena Dimas yang memintanya. Hah. Saya mau istirahat dulu, Kak. Capek seharian bawa mobil. Nggak ada yang nempatin kan Kak kamar tamunya?"


Deg!


Bella terkejut. "Nggak ada. Hanya saja.. Tunggu sebentar. Kamu lebih baik tidur di kamar sebelahnya. Biarkan kamar itu Kezia yang menempati. Tidak ada bantahan!" tegas Kezia pada Kenta yang terlihat ingin melayangkan protes padanya.


Seakan tau, Kenta tersenyum. Senyum aneh menurut Bella. "Jangan bilang kalau Kakak sama Abang lagi ribut? Makanya pidah kamar?" terka Kenta yang membuat Bella gelagapan


"Enggak. Mana ada kami ribut sampai pisah kamar. Hanya saja.. Kamar itu memang khusus untuk Bella bukan buat kamu! Udah sana masuk, kalau nggak kamu tidur diluar!" ancam Bella dengan wajah datarnya.


Kenta terkikik geli. "Ketahuan sekarang kan? Kalian memang pisah kamar kan?" ledeknya lagi sangat usil ingin mengganggu Bella.


Bukan Bella namanya jika ia tidak bisa berkilah dan malah menekan balik orang itu. "Oke. Jika kamu memang tidka mau tidir di kamar sebwlahnya, tak apa. Kakak akan mengatakan sama Abang kamu. Kalau kamu senagja membantah perintah Kakak dan kamu juga sengaja ingin membuat hubungan kami berdua tenggang karena tuduhan palsu mu itu! Dan Kakak akan mengatakan hal ini kepada Mama Rani. Biar Mama Rani menghentikan semua saluran uang ke dompet kamu selama ini. Dan satu lagi! Bukankah saat ini kamu sedang dekat dengan seorang janda muda, Kenta??"


Deg!


Deg!


Kenta terkejut, "Darimana Kakak tau tentang itu?"


Bella tersenyum tipis tetapi arti dari senyum itu sangat menakutkan untuk Kenta.


"Mudah bagi seorang Mirabella istri Kenan Putra Ar Reza untuk mengetahui kelakuanmu! Ingin bertahan, atau??"

__ADS_1


"Ck. Iya, iya! Saya ke kamar samping saja!" ketusnya sambil berlalu dan meninggalkan Bella yang kini terkikik geli karena perkataannya tadi tepat sasaran hingga membuat Kenan ketakutan.


__ADS_2