
''Kenapa? Kalian terkejut melihat Abang disini?? Kalian sudah ketahuan sekarang!''
Deg!
Deg!
''Apa?! Ketahuan apa?!'' sontak saja Bella memekik karena terkejut mendengar ucapan Zidan yang menuduh mereka dengan ketahuan.
Ketahuan apanya? Pikir Bella.
Sedangkan Kenan mulai memikirkan jalan keluar nya. Ia dengan sangat terpaksa menarik tangan Bella dan memegang nya erat.
''Ya, sudah saatnya kami Ketahuan!'' sahut Kenan
''Apa?!! Kamu bicara apa sih Bang?!'' seru Bella lagi dengan menatap terkejut pada Kenan.
Tetapi Kenan tidak sama sekali mengindahkan ucapan Bella. Saat ini ia sedang bersitatapan dengan Abang sulungnya.
Zidan menatap serius pada mata Kenan. Untuk mencari kebohongan di mata adik ketiganya itu.
Zidan menghela nafas panjang saat melihat kejujuran di mata Kenan. ''Baik. Mari kita bicarakan hal ini dengan serius setelah Papa pulang dari Bandung. Saat ini Papa sedang dijalan. Kamu harus pulang dulu, bawa Bella sekalian. Abang tunggu di mobil!'' ucapnya dengan segera berlalu meninggalkan Bella yang terlalu karena ucapan Zidan baru saja.
Kenan pun menghela nafas lega. Kemudian berbalik menatap Bella yang kini sedang melihat punggung kekar calon keponakan nya itu.
Kenan menarik lembut tangan Bella yang ia genggam. Rasanya nyaman sekali. Hingga menelusup ke dalam hati. Itulah yang Kenan rasakan saat ini.
Ia menatap dalam pada mata Bella. ''Abang tau kamu sangat terkejut dengan hal ini. Tetapi Abang dengan sangat terpaksa membawa mu masuk ke dalam masalah Abang ini. Abang dipaksa menikah dengan gadis yang tidak Abang sukai. Gadis itu menfitnah Abang dengan mengatakan jika Abang yang telah menodai nya.''
Deg!
Bella menatap Kenan yang kini juga sedang menatap nya. ''Maksud kamu? Kamu menodai gadis lain begitu? Dan kamu kabur?'' sela Bella pada ucapan Kenan yang belum selesai.
Kenan menggeleng, tetapi masih menatapnya dengan serius. ''Enggak. Abang nggak pernah menodai gadis itu. Jangankan untuk menodainya. Menyentuhnya pun Abang tidak pernah. Abang akui. Abang memanglah nakal saat kuliah kedokteran di Jakarta dulu. Tetapi hanya batas pegang tangan dan.. dan.. I-itu ..'' ucapnya sedikit tergagap karena tidak ingin malu di hadapan Bella.
''Dan apa? Dan menciumnya begitu?!''
Deg!
__ADS_1
Deg!
Kenan tersentak. Ia yang menunduk kini kembali melihat Bella. Wajah itu begitu dingin dan datar saat ini. Berbeda saat tadi. Masih ada raut wajah terkejut nya.
Kenan mengangguk, tetapi tangan itu semakin erat memegang tangan Bella. Bella ingin menepis tangan kekar itu, tetapi tidak bisa. Karena Kenan sangat kuat memegang nya.
Membuat Bella pasrah. Ia tidak ingin menatap Kenan. Kenan tau itu. Bella merasa jijik pada nya.
''Abang tau, Abang kotor Dek. Tapi Abang bersumpah tidak pernah melakukan hal lebih dari itu. Abang hanya mencoba mencari kesenangan karena tidak bisa mendapatkan cinta pertamaku yang kini sudah diambil dan menikah dengan orang lain..'' lirihnya dengan sendu.
Membuat Bella kembali menatapnya. ''Maksud mu, semua kelakuan mu itu merupakan pelarian begitu??'' Kenan mengangguk tetapi menunduk.
Ia seperti sedang dihakimi saat ini oleh istrinya saat ini. Entah kenapa, dengan Bella Kenan tidak bisa berkutik sedikitpun.
Bella menghela nafasnya. ''Tetapi bukan begitu caranya Bang! Kamu itu salah! Yang kamu lakukan itu dosa! Yang kamu lakukan saat ini pun dosa! Seumur hidupku, belum ada seorang pun yang berani menyentuh tanganku seperti kamu! Kamu pemuda pertama yang membuatku di penuhi dengan dosa! Maaf Bang. Aku ingin istirahat! Pulanglah. Bang Zidan menunggu mu disana!'' tunjuknya dengan dagu pada Zidan yang kini masih menatap mereka berdua dari kejauhan.
Kenan menggeleng, ia tidak mau. ''Abang nggak mau! Abang butuh bantuan mu sekali lagi-,''
''Ck! Bantuan lagi! Tadi pun begitu? Benar kan dugaan ku?? Kamu itu memang sangat .. hahh. Di kasi hati minta jantung kamu Bang! Pantang sekali memberi bantuan malah ingin minta lagi! Kamu ingin meminta bantuanku seperti apa? Ingin menjadikan aku ini istri kontrakmu begitu??''
Deg!
Deg!
''Ingin menutupi keburukan mu dengan cara menikahi ku??? Nggak! Aku nggak mau!!''
Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr..
Kenan tersentak mendengar penolakan Bella. Ia menatap tajam pada Bella. Mata itu menatap nya seperti ingin membunuh, Bella terkejut.
Ia takut. Tapi secepat mungkin ia kembali menatap nyalang pada Kenan. ''Abang bukan memaksamu untuk memberikan keperawanan mu secara paksa Bella! Yang Abang mau, kamu itu cukup mengikuti permainan Abang. Dengan cara kita bersandiwara di depan keluarga kita! Kalau kita ini pasangan kekasih. Tetapi sudah lama terputus karena Abang kuliah di Bandung! Abang ingin kamu bersandiwara bahwa kamu akan menjadi istri Abang! Agar Abang bisa menolak keinginan Papa untuk tidak menikahi gadis itu!''
''Abang tidak akan melakukan sesuatu yang membuatmu marah dan kecewa! Abang hanya mau, kalau kamu mengikuti permainan ini hingga selesai. Kita cuma harus bersandiwara menjadi pasangan yang saling mencintai! apa itu sulit untuk mu Mirabella Syahputra???''
Deg, deg, deg...
Jantung Bella berdegup tidak karuan. Mata tajam Kenan yang begitu tajam membuat seluruh aliran darah di tubuhnya seketika berhenti.
__ADS_1
Bella menatap mata Kenan yang kini begitu serius melihatnya. Bella tidak sanggup melihat mata itu lama-lama. Debaran di dadanya semakin menjadi.
Tangan Bella gemetar. Kenan bisa merasakan nya. Ia tau Bella takut padanya, tetapi ia terpaksa melakukan nya agar Bella mau ikut ke dalam permainan nya.
Bella menunduk. Jantungnya saat ini masih berdegup dengan kencang. Sedang Kenan masih saja menatapnya.
''Abang mohon.. kita hanya bersandiwara Dek. Tidak lebih. Kalau kamu keberatan, Abang tetap akan memaksamu. Hanya kamu yang bisa menolong Abang saat ini. Abang mohon.. bantu Abang ya? Abang janji. Tidak akan melakukan hal menjijikkan yang pernah Abang lakukan diluar sana kepadamu?''
Bella mendongak melihat nya. Kenan mengangguk, bibir tampan itu tersenyum lembut pada Bella.
Membuat jantung Bella rasanya ingin lepas dari tempat nya. ''Ishh.. kenapa kamu begitu takut padanya Bella? Kenapa kamu begitu lemah karenanya? Kemana Bella yang begitu jutek dan ketus kepada setiap Pemuda?? Ini lagi jantung! Kok berdebar gini sih?? Maaaaakkk.. abaaaaaaaaaangggg.. adek harus apa saat ini?? Hiks.. bingung euuyy!''' batin Bella menangis pilu.
''Bisa kan Dek? Sekarang kamu harus ikut Abang dulu. Besok ada tugas nggak dirumah sakit?''
Deg!
Bella terkejut, ''Kok Abang tau kalau aku koas dirumah sakit??'' tanya Bella menatap dalam pada mata tajam yang mampu membuat seluruh sendi nya lemas seketika.
Kenan tersenyum, ''Ada pada sneli putihmu yang tergantung di belakang pintu. Mau ya? Hanya kamu yang bisa Dek. Abang janji, apapun yang menjadi keinginan mu akan Abang turuti. Apapun!'' ucap Kenan meyakinkan Bella.
Mata Bella berbinar terang. ''Benarkah? Abang ingin menuruti semua permintaan ku??'' tanya Bella untuk memastikan
''Ya, Abang akan penuhi semua permintaan mu. Terkecuali...''
''Kecuali??''
Kenan menatap dalam pada manik hitam mata Bella yang semakin membuatnya ternggelam disana.
''Terkecuali kamu ingin meminta jauh dari Abang dan juga ingin pergi dari kehidupan Abang. Itu tidak akan pernah terjadi!''
Deg!
Deg!
''Hah?'' Bella melongo mendengar nya.
Ck. Dasar playboy cap buaya! 🤣
__ADS_1