Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Melamar Bella


__ADS_3

Dua hari berlalu setelah pertemuan itu, kini keluarga besar Papa Reza dan Mama Rani sedang berada di kediaman rumah Almarhum Ayah Emil dan Bunda Zizi.


Saat ini dua keluarga itu sedang mengadakan rapat serta pembicaraan penting mengenai Kenan dan Bella.


"Baiklah Bang Reza, saya perwakilan dari keluarga Bella ingin menanyakan ada perihal apa kalian sekeluarga datang kesini?" tanya Papi Gilang yang bertindak sebagai juru bicara dari pihak Bella.


Zidan selaku Abang sulung Kenan angkat bicara walau sesekali mata itu melirik seseorangyang duduk dibelakang Annisa yang saat ini sedang menyusui putra bungsunya bersama bang Tama.


"Kedatangan kami kesini untuk membicarakan tentang hubungan kedua anak kita. Yaitu Kenan adik kandung saya dan Bella putri keluarga ini. Saya datang dengan keluarga berniat baik, yaitu ingin melamar Bella untuk menjadi istri adik saya yang bernama Kenan Putra ar Reza. Apakah dari pihak wanita sudah ada sebelumnya yang bertanya tentang Bella putri kalian untuk di jadikan istri?" tanya Zidan membuat seseorang di belakang sana menoleh padanya dan mata mereka saling bersitatap.


Lama saling menatap hingga keduanya melihat ke arah lain karena salah tingkah. Bella yang melihat itu pun menghela nafasnya.


Ia mendekati Ziara dan duduk disampingnya. Ia pun kini sedang menatap Kenan. "Kalau Ibuk jadi masuk ke dalam rumah itu, otomatis kita jadi iparan Zi! Kamu jadi Kakak ipar Ibuk!" bisik Bella di telinga Ziara hingga membuat Ziara tertawa.

__ADS_1


Suara tawanya itu sampai terdengar ke telinga dua lelaki yang akan menjadi suami mereka kelak. Jika yang satu menjadi suami beneran. Yang satu lagi malah sandiwara. Ck.


Bella lebih muda dari Ziara. Jika Ziara saat ini sudah selesai dari sekolahnya dan sedang memimpin rumah sakit milik sang Ummi yang kini diturunkan padanya, sedang Bella masihlah sekolah dan akan selesai dua bulan lagi.


Usia Bella lebih muda dari Ziara. Tetapi karena Bella merupakan anak dari Kakek Ziara yaitu almarhum kakek Emil, maka panggilan untuk Bella tetaplah ibuk. Secara Bella merupakan adik dari ummi Ira tapi berbeda Ibu.


"Hem.. Baik. Bagaimana Zi? Syakir? Dan Arta? Kalian selaku wali dari Bella. Apa yang menjadi jawaban kalian berdua untuk hal ini. Papi serahkan kepada kalian berdua."


Kedua saudara itu menatap dingin kepada keluarga Kenan. Zidan tau itu. Tetapi ia tetap ingin mendengar jawaban mereka berdua selaku wali Bella. Apalagi Kenan yang begitu harap-harap cemas ingin tau jawaban apa yang akan wali Bella berikan.


Ia menatap Kenan dengan sekilas kemudian beralih pada Bella yang kini juga sedang menatapnya dengan tatapan yang Syakir sendiri tidak tau apa artinya.


Syakir tidak bisa menebak apa yang ada di pikran Bella saat ini. Yang jelas, Syakir harus bisa memutuskan hal ini sebaik mungkin agar tidak bermasalah untuk Bella nantinya.

__ADS_1


Lagi dan lagi ia menghela nafasnya. "Baik, saya akan menjawab selaku wali yang akan menikahkan Bella nantinya. Selama ini belum ada yang datang untuk melamar adik saya. Dan keluarga kalianlah yang pertama. Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim.. Saya terima lamaran dari saudara Kenan untuk adik kandung saya Mirabella Syahputra dengan catatan, walau mereka menikah nantinya. Sekolahnya tidak akan putus. Saya hanya sedang menjalankan amanah Ayah kami dulunya. Bahwa Bella harus sukses menjadi Dokter anak di usianya yang masih muda. Ini merupakan impian ayah kami. Bisa saudara Kenan memenuhi keinginan Ayah saya ini??" tanya syakir kepada Kenan.


Kenan tersenyum dan mengangguk, "Tentu. Saya tidak akan membatasi ruang gerak Bella jika sudah menikah nanti. Dalam hal sekolahnya dan juga agamanya. Tetapi lebih dari itu akan saya batasi. Dalam artian keluar rumah yang tak ada tujuannya. Selebihnya saya mengizinkan Bella apalagi untuk menjenguk orang tuanya nanti." Jawab Kenan mantap.


Zidan tersenyum mendengar ucapan sang adik kepada calon Abang ipar yang seharusnya menjadi Om, dari calon istrinya.


Tapi inilah takdir mereka. Mereka berdua harus terikat dengan keluarga Mami Alisa seperti janji Papa Reza dulu kepada Papi Gilang.


"Baik, sudah diputuskan jika lamaran ini diterima ya oleh keluarga Bella. Dan untuk pernikahan mereka akan kita adakan tiga hari dari sekarang. Cukup akad saja. Untuk resepsi akan di adakan setelah Bella selesai dan lulus menjadi dokter muda sekalian dengan Kenan yang juga akan mendapat gelar dokter spesialisnya!"


"Tentu, kami akan menyiapkan segalanya. Menurut aturan memang seperti itu. Ibuk dulu baru kemudian keponakan. Walau Bella lebih muda dari Ziara cucu kami. Tapi tetap lah jika Bella yang dulu harus kami nikahkan, Baru setelahnya menyusul Ziara," ucap Papi Gilang membuat lelucon sedikit.


"Eits! Kamu salah Gi! Yang seharusnya menikah itu Zidan dulu lah! Ini malah Kenan yang duluan! 'Kan kebalik tuh!" bantah Papa Reza hingga membuat semua yang ada disana tertawa bersama.

__ADS_1


Benar yang Papa Reza katakan jika yang seharusnya yang menikah lebih dulu itu Zidan jika dari Keluarga Papa Reza.


__ADS_2