Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Istri??


__ADS_3

Sesaat sebelum Bella ke taman belakang.


Kenan yang baru saja selesai dengan tugasnya ingin segera keluar dan menemui Bella. Dan akan mengajak Bella untuk makan siang bersama.


Tapi baru saja ia bangkit dari tempat duduknya, pintu ruangan wakil direktur itu sudah di dorong paksa dari luar.


Seseorang itu tersenyum manis padanya. " Hai Honey.. Yuk makan siang? Sekalian aku ingin menanyakan sama kamu tentang gadis yang kemarin ada di rumah kita!" Ucapnya dengan segera bergelayut manja pada lengan Kekar Kenan.


Kenan menghela nafas kasar.


"Kamu kenapa sih honey? Kamu aneh deh sejak kedatangan gadis itu kerumah mu? Kamu tidak lagi menghubungi ku tiap malamnya. Ada apa? Boleh aku tau, siapa gadis itu? Ada hubungan apa kamu dengannya?" cecar Katrina pada Kenan yang kini mulai melangkah pergi meninggalkannya dan mencari Bella.


Tujuan nya saat ini ialah taman Belakang rumah sakit. Tempat pertama kali Bella datangi saat sesi pengenalan kemarin.


Dan Kenan tau itu.


"Honey!!! Tunggu dulu! Kamu kenapa sih? Kenapa ke taman belakang? Bukannya kantin ada di sisi kiri kita saat ini?" tanya Katrina pada Kenan yang tidak di pedulikan oleh nya.


Kenan tidak menyahuti karena matanya masih fokus mencari Bella, istrinya. Lebih tepatnya istri sandiwara nya.


"Kenan!" seru Katrina karena kesal

__ADS_1


Kenan berhenti. Ia pun duduk di kursi taman itu dengan mata melihat ke seluruh taman barangkali Bella ada disana.


Katrina pun ikut duduk dan dengan segera ia memeluk erat pinggang Kenan sementara tangan kanannya ia bawa ke pundaknya.


Lagi dan lagi Kenan menghela nafasnya. "Berhenti Katrina! Kita sedang dirumah sakit. Aku wakil disini. Berlaku lah sopan terhadapku!" tegasnya tanpa melihat wajah Katrina yang terkejut karenanya


"Kamu kok gitu sih honey?"


"Maaf Katrina. Hubungan kita tidak sejauh itu. Kamu cuma dokter ku! Karena hanya kamu yang bisa menyembuhkan penyakitku! Selebihnya tidak!" tegasnya lagi pada Katrina yang semakin terkejut dengan ucapan Kenan.


"Kenapa? Apa yang terjadi? Apakah aku ada salah sama kamu??" tanya Katrina pada Kenan yang kini menatap lurus ke depan tidak seperti biasanya.


"Lepas Katrina!"


"Nggak akan! Katakan dulu, kenapa kamu berubah padaku. Bukankah kita sedang menjalani terapi untuk kesembuhan mu??"


"Maaf Katrina. Tetapi aku tidak bisa seperti ini. Aku bukanlah kekasihmu. Aku hanya pasien mu. Dan aku juga sudah memiliki istri. Gadis yang kamu temui kemarin itu merupakan istriku!"


Deg!


"Apa?" seru Katrina karena terkejut.

__ADS_1


Tanpa sadar tangan itu terlepas sendiri dari tangan Kenan. Dengan segera Kenan menariknya. Kenan menghela nafas lega.


Benar! Bella. Hanya Bella! Batin Kenan tersenyum senang


Tetapi dihadapan Katrina tetap berwajah datar dan dingin. Begitulah jika Kenan saat bersama Katrina.


Jika bukan karena dirinya membutuhkan Katrina, maka ia tidak mau dekat dengan gadis yang begitu liar itu.


Katrina mematung. Sedangkan Kenan segera berlalu untuk mencari Bella yang entah ada dimana. Tetapi ia akan tetap mencarinya.


Setelah kenan berlalu, barulah Katrina sadar. "Istri?? Kenan sudah punya istri?? Jadi gadis yang kemarin bersama kedua orang tua itu istri Kenan?? Tetapi kenapa? Bukankah Kenan menyukaiku selama ini?? Ah, tidak! Aku tidak percaya sebelum aku buktikan sendiri! Nanti sore saat jam pulang, aku akan ikut dengan Kenan ke rumahnya dan memastikan sendiri! Ya, harus!" tukasnya begitu semangat ingin mengetahui kenyataan yang di nyatakan Kenan benar atau tidak.


"Aku tidak akan membiarkan Kenan jatuh ke tangan gadis itu jika benar gadis itu istrinya. Cih. Istri! Apa nya mau punya istri? Sedang dirinya saja tidak sehat seperti itu? Hanya aku! Hanya aku, Katrina yang pantas menjadi istrinya daripada gadis itu! Aku akan memastikan nya terlebih dahulu. Baru setelahnya aku akan memikirkan caranya bagaimana untuk menyingkir kan gadis itu!" lanjutnya lagi dengan senyum smirk menghiasi bibir tipisnya.


Sementara Kenan, saat ini sedang berkeliling mencari Bella. Tetapi Bella tidak terlihat dimana pun.


Kenan menghela nafas pasrah. Ia akhirnya kembali ke ruangannya untuk melanjutkan makan siang yang tertunda.


Sementara di sudut taman sana, Bella sedang bersembunyi. Ia tau jika Kenan sedang mencarinya.


Maka dari itu ia lebih memilih sembunyi dan menghindar dari Kenan.

__ADS_1


__ADS_2