Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Di Alam lain


__ADS_3

"Papa.. bukannya Dokter Daud itu merupakan suami dari Kakak kandung Mama Nia?? Yang artinya kalau Katrina itu sepupu kamu??"


Papa Reza terdiam.Bukan ia tidka tau. Hanya saja ia malas membahas masa lalu. Tetapi semua ini menyangkut Kenan dan Bella yang menjadi sasaran Katrina saudara sepupu Papa Reza.


"Hah. Sudahlah Ma. Jangan di ingat lagi tentang masa lalu. Papa malas membahasnya. Membuka tabir masa lalu sama saja dengn membuka aib keluarga kita. Cukup kita saja yang tau. Dan jika Katrina afik sepupu ku itu melakukan kesalahan, itu tidak masalah. Biarkan ia dihukum sesuai dengn hukum yang ada bagi seorang penabrak lari. Katakan pada polisi Mas, tangkap saja Katrina. Papa tidak masalah dengan hal itu. Papa yakin, Dokter Daud tidak akan melarang yang bersalah untuk di tahan apalagi suami Katrina. Hubungi pihak kepolisian dan segera tangkap pelakunya!" tegas Papa Reza tak terbantahkan.


Dimas mengangguk setuju. Dengan segera ia menghubungi pihak kepolisian untuk segera menagkap pelaku penabrakan Kenan dan Bella untuk segera di hukum.


Sementara kedua orang yang tertabrak itu sedang berada di alam lain.


Bella mengerjabkan matanya saat melihat hamparan padang rumput yang begitu hijau nan luas seluas samudera tanpa sekatan sama sekali.

__ADS_1


Ia melihat sekeliling tetapi tifak ada satu pun orang disana. Saat ini ia sedang menggenakan baju putih bersih.


Mata itu terus menatap sekeliling. Udara yang terik tetapi tidka terasa oanas ke kulit. Bella keheranan saat ini.


Ia ingin melangkah untuk mencari jalan keluar kala kakinya tersandung oleh sebuah benda berat.


Dugh.


"Aduh.. Kok di tendang sih sayang?!"


"Ya bisalah. Kita berdua kan sedang di alam lain?"

__ADS_1


Bella terkejut. Ia lantas melihat sekeliling. "Iya ya? Kok beda dari tempat kita ya Bang?"


"Ya bisa lah sayangku. Kita ini sedang berada antara hidup dan mati dengan kata lain jika kita itu sedang koma di dunia nyata."


Bella melirik Kenan yang kini terduduk di rumput nan hijau itu. "Dari mana Abang tau?"


Kenan menghela nafasnya dan menatap pada Bella yang kini juga sedang menatapnya. "Lihat saja tangan kita berdua. Bukankah kita di alam nyata seperti ini? Lagian, hal seperyi ini sudah biasa terjadi. Abang banyak mendengar cerita dari pasien yang sadar dari komanya pastilah sama seperti kita saat ini. Kita berdua itu sedang di alam lain. Alam bawah sadar kita bisa mendengar orang di dunia nyata tetapi kita tidak bisa menjawab dan membalas setiap pertanyaan dan ucapan mereka semua saat sedang berbicara serius dengan kita, begitu!" jelas Kenan membuat Bella mengangguk paham.


"Tetapi kita gimana keluarnya ini? Coba lihat sekeluling kita? Nggak ada jalan untuk pulang kan?" imbuhnya sambil melihat kesana kemari


Lagi, Kenan menghela nafasnya. "Kita tidak akan bisa keluar dari sini terkecuali ada sebuah keajaiban. Di saat-saat seperti ini, kita sangat butuh doa dari semua orang termasuk Mama kita. Semoga kedua orang tua kita tidak pernah putus berdoa untuk kita.." lirihnya

__ADS_1


Bella tertegun mendengar ucapan Kenan. "Gini amat ya Bang? Baru sebentar kita bahagia udah dapat ujian gini lagi??"


Kenan tersenyum, "Inilah yang dinamakan hidup sayang.. Kita harusbikhlas dan bersabar atas semua yang sudah di tetapkan. Kamu masih ingat kan dengan janjimu sama Abang kemarin?" tanya Kenan pada Bella yang kink menatapnya dengan raut tak terbaca.


__ADS_2