
"Ya Allah.. Inikah tadi firasatku?? Dirumahku suamiku meniduri wanita lain ketika aku pergi?? Huh?? Ya Allah... Haaaa.. Aaaa.. Huuuu.. Huuuu.. Huuu.." raung Bella begitu menyayat hati.
Ia tidak menyangka, kepergiannya kemarin siang ternyata Kenan manfaatkan untuk bisa meniduri Katrina.
Ya, Katrina.
Bella sangat mengenal suara siapa di dalam sana. Ia menangis tergugu seorang diri diruangan yang masih gelap tetapi sudah terlihat cahaya remang-remang diluar sana.
Sadar jika dirinya duduk di lantai, ia segera berpindah ke sofa. Bella menangis lagi disana.
Cukup lama ia menagis hingga terdengar sura pintu terbuka dan Bella terdiam dari menangisnya.
"Honey.. Kamu mau kemana?" terdengar suara Katrina berbicara dari dalam sana.
"Aku harus mandi. Kamu istirahatlah dulu, setelah merasa enakan baru kamu bangun dan kita akan beragkat kerumah sakit bersama, ya?" terdengar lelaki di depan pintu kamar itu menyahut.
Bella mengernyitkan dahinya saat mendengar suara lelaki itu berbeda dari suara Kenan, suaminya.
__ADS_1
Ia menetap datar pada lelaki yang memakai baju serba hitam itu.
"Baiklah, setelah kamu selesai mandi. Datang lagi kesini ya?"
"Hem," sahut pemuda yang Bella tidak kenal itu.
Pemuda itu menutup pintu dan segera berlalu dari menuju pintu rumahnya dan keluar dari sana karena kunci milik Bella masih menggantung disana.
Bella tertegun sejenak. "Kalau itu bukan Abang, lantas siapa pemuda berbaju hitam itu? Aku yakin, itu bukan Bang Kenan. Pasti itu. Lebih baik aku duduk saja disini dan menunggu mereka keluar. Aku ingin tau siapa sebenarnya pemuda itu. Aku tidak akan percaya sebelum melihat dengan mata kepala ku sendiri. lebih baik aku duduk kembali. Sebentar lagi pasti mereka keluar." Gumamnya pada diri sendiri.
Bella akhirnya duduk disana seorang diri. Untuk menghilangkan kejenuhannya, ia membuka aplikasi pesan dan terkejut saat beribu pesan dan panggilan tidak terjawab dari Kenan mulai dari siang kemarin hingga subuh ini.
Apakah Katrina tidak bisa membedakan yang mana Kenan dan yang mana bukan? Pikir Bella.
Ia terkekeh kecil saat membaca pesan beruntun dari Kenan dengan ucapan sayang dan cintanya untuk Bella.
Bella kembali terkekeh saat Kenan mengatakan jika Katrina membuat ulah dan hampir saja dirinya ternoda.
__ADS_1
Bella menggelengkan kepala nya saat membaca chat Kenan yang lumayan Banyak, hingga ia tidak sadar jika Kenan suaminya sudah turun dan memasuki kamar tamu dimana Katrina berada.
Sementara Katrina masih saja bergelung di dalam selimut. Kenan menggelengkan kepalanya saat teringat pesan dari Bram yang mengatakan jika Katrina benar-benar tidak terkendali.
Bram sampai lemas melayani Katrina. Padahal itu merupakan pengalaman pertamanya bagi keduanya dalam hal ranjang.
"Mungkin karena pengaruh obat durjana itu, makanya begitu!" balas kenan tadi pagi sebelum Bram keluar dari kamar taka lama setelahnya Kenan pun keluar.
Kenana terkekeh saat memikirkan bagimana kalau seandainya Bella yang seperti itu, pastilah ia akan lebih parah dari Katrina.
Kenan tertawa dan membuat Katrina terbangun dari tidurnya. Saat ini Kenan sedang berdiri dihadapan jendela dan menatap lurus ke depan sana.
Katrina tersenyum melihat punggung lebar seseorang yang sudah merenggut mahkotanya.
Ia ingin bangkit tetapi terhenti saat mendengar suara Kenan. "Mandilah. Pakai bajumu. Kita akan kerumah sakit segera sebelum Bella pulang." Katanya pada Katrina yang kini semakin tersenyum lebar padanya.
"Tentu honey.." tanpa rasa malu Katrina keluar dari selimut dan berjalan tertatih tanpa sehelai benang pun.
__ADS_1
Kenan memejamkan kedua matanya tidak ingin melihat tubuh wanita yang haram untuknya.