Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Terpaksa berkorban


__ADS_3

Ke esokan harinya.


Seperti yang telah di janjikan, hari ini Kenan akan memulai misinya untuk kembali bersama Katrina.


Sedari subuh, entah kenapa perasaan Bella tidak menentu. Takut terjadi sesuatu dengan kenan, suaminya.


"Sudah siap?" tanya Kenan pada Bella yang kini tersenyum terpaksa padanya.


"Maafkan Abang, sayang. Karena hal ini kamu harus berkorban dan akan selalu melihat kami berdua nantinya. Kamu boleh cemburu atau marah sama Abang. Tetapi saat kita berdua ya?" bujuk Kenan pada Bella yang kini terus diam sedari subuh.


Bella tersenyum terpaksa pada Kenan. Ia tahu itu. Kenan segera memeluk tubuh itu semakin erat. Ia pun merasa bersalah kepada Bella.


Demi suatu tugas rahasia Bella terpaksa yang harus berkorban disini. Sangat tidak cocok sebenarnya.


Tetapi Bella tidak tahu, jika Kenan pun demikian. Bahkan ia lebih tersiksa lagi saat bersama Katrina.


Gadis keras kepala, manja, tidak bisa diatur dan juga sangat egois membuat Kenan rasanya tidak ingin berlama-lama dengan gadis itu.

__ADS_1


"Satu minggu sayang. Cukup satu Minggu. Jika lebih, kamu boleh menghukum Abang apapun itu!" ucapnya sengaja menyenangkan hati Bella yang kini semakin tidak menentu.


Entah kenapa Bella merasakan firasat buruk untuk mereka berdua saat ini akan terjadi.


Bella menghela nafasnya. "Jangan Abang berjanji jika janji itu nantinya tidak bisa Abang tepati. Berbuatlah sesuai dengan perjanjian kita. Jika Abang melanggar, Abang tau 'kan apa konsekuensinya?"


Kenan mengangguk, "Jika sampai itu terjadi, maka Abang rela menaruhkan nyawa Abang untukmu. Hidup ini tidak ada gunanya tanpa kamu. Semuanya kamu. Untuk itu, bertahanlah."


"Baik, jangan luapakan syarat dariku bang Kenan!" tegas Bella pada Kenan yang kini semakin mengeratkan pelukan nya di tubuh Bella.


Kenan tahu, jika setelah ini waktunya akan banyak berkurang karena harus terus bersama Katrina demi mendapatkan bukti rekaman cctv yang saat ini ada di tangan Katrina.


Kenan semakin mengeratkan pelukannya pada Bella. "Abang tidak akan berjanji. Tetapi akan membuktikannya padamu. Lihat saja nanti!"


"Ya, sebaiknya kita ke rumah sakit sekarang. Aku yakin, kekasih mu itu sudah menunggumu. Bukankah tadi malam ia sudah menghubungimu??"


Deg!

__ADS_1


"Kamu tahu sayang? Maaf.."


"Tak ada yang perlu dimaafkan. Aku akan mempercayai kamu Bang Kenan! Jangan khianati aku. Sekali kamu berbuat maka kamu akan kehilangan Bella untuk selama-lamanya!"


Dddduuuuaaaaarrrrrr...


Kenan tersentak mendengarnya.


Bella melepas paksa pelukan itu. Ia menghadap pada Kenan yang kini menatapnya dengan wajah dingin dan datarnya.


"Ingat bang Kenan. Jangan pernah melakukan kesalahan yang berakibat fatal pada hubungan kita berdua. Aku memberi mu izin tetapi bukan berarti kamu bisa membohongiku. Aku tidak akan marah jika hanya sekedarnya saja. Tetapi ini? Kamu menyembunyikannya dariku. Tak apa. Sekali ini aku maafkan!"


Kenan menatap sendu pada Bella. "Kamu harus ingat dengan janjimu Bang Kenan. Aku terpaksa mendoktrin kamu sedari dini karena aku tahu sifat kamu itu yang tidak tegaan dan juga tidak peka dengan seseorang yang mengikatmu hingga kamu melupakan segala nya. Contohnya saat di warung nasi goreng itu. Dari situ saja sudah terlihat jelas jika kamu bisa saja 'kan mengabaikan diriku lagi saat bersama Katrina?"


"Aku melakukan semua ini karena aku mencintaimu. Aku terpaksa berkorban demi keluarga kita. Tapi ingat satu hal Bang Kenan! Aku tidak akan tinggal diam jika suatu saat gadis itu masuk kerumah ini dengan atau tanpa sengaja kamu bawa kesini. Jika sampai itu terjadi, hubungan kita akan putus saat itu juga!"


Ddduuuaaarrr..

__ADS_1


Lagi, tersentak dan berdenyut jantung Kenan mendengar ucapan Bella. Ia menggelengkan kepalanya dengan wajah yang sudah basah air mata.


Begitu pun dengan Bella. Wajah itu datar dan dingin. Tetapi buliran bening itu mengalir deras di pipi halusnya yang kini sudah semakin chubby setelah keduanya bersatu dan tidak lagi saling menyendiri seperti dulunya.


__ADS_2