
Sepanjang perjalanan mereka berdua tidak ada yang bersuara. Hanya suara mesin motor itu saja yang terdengar.
Bella dan Kenan sama-sama bingung ingin bicara apa. Ingin membahas masa lalu tetapi itu tidak mungkin. Mereka berdua masih merasa canggung hingga saat ini.
Karena kejadian yang baru saja terjadi itu membuat mereka berdua tidak tau harus memulainya dari mana.
Kenan membawa motornya dengan kecepatan sedang. Tiba di persimpanagn jalan komplek itu sudah terlihat begitu bnyak yang mengantri ingin membeli nasi goreng yang terkenal sangat enak itu.
Kenan turun langsung masuk ke tenda yang sudah di penuhi dengan pelanggan setia Pak Mamat.
"Malam mang!"
"Eh? Nak Kenan? Sama siapa? Kok tumben sendiri? Biasanya kan bareng ama pacarnya?" ucapnya menggoda Kenan dengan sedikit kekehan di bibirnya.
Sang istri pun ikut tertawa. Bella yang berdiri diluar stand itu pun tersenyum tipis.
Kenan ingin menjawabnYA sebelum sebuah suara dari sebuah meja membuat nya menoleh.
__ADS_1
"Loh, Ken? Kamu disisni juga? Sama siapa?" tanya nya yang membuat kenan tersenyum lebar.
"Hai Jesy! Kamu pun disini juga?" balas Kenan dengan pertanyaan yang sama.
Kedua nya pun tertawa bersama. Kenan segera mendekati Jesy dan duduk disamping wanita itu.
"Sama siapa kesini?" tanya Jesy sambil melihat sekeliling yang tidak melihat siapa pun hanya seorang gadis berhijab yang sedang berdiri sambil melihat penjual nasi goreng itu dengan datar.
"Aku sama-,"
"Ah udahlah, itu nggak penting! Yang penting sekarang kamu sedang bekerja dimana? Aku baru aja pulang dari luar negeri karena spesialisku baru aja selesai," potong Jesy yang membuat Kenan sedikit terkekeh melihat tingkah wanita di jaman kuliahnya dulu itu.
"Iya dong.." Mereka pun asik bercerita tanpa melihat Bella yang saat ini sudah pegal menunggu Kenan yang tidak keluar-keluar.
Bella jadi kesal sendiri. Ia ingin masuk sebelum Pak Mamat penjual nasi goreng itu berbicara padanya.
"Neng mau pesan nasi goreng juga? Sebentar ya Mamang buatkan. Ini tadi pesanan Nak Jesy dan Kenan yang saat ini sedang duduk di meja sana." Tunjuknya pada kenan yang saat ini sedang tertawa-tawa bersama gadis yang bernama Jesy tadi membuatnyamelirik sedikit ke dalam tenda.
__ADS_1
Dan benar saja. Kenan sedang sibuk bercerita dengan seorang gadis cantik disampingnya saat ini. Bahkan Kenan tidak menyadari jika Bella sedang menatapnya dengan datar saat ini.
Pak mamat melihat kemana arah lirikan mata Bella dan tersenyum, "Mereka itu memang seperti itu kalau sudah berkumpul, Neng. Mereka tahan berjam jam di sini. Kalau warung mamang belum tutup, mereka berdua tidak akan pulang. Nak Kenan pelanggan setia di warung Mamang. Begitu pun dengan gadis itu. Kayaknya mereka pasangan deh? Iyakan Neng? Terlihat sangat serasi!" celutuk nya membuat Bella semakin dingin menatap Kenan.
Pak Mamat heran melihat Bella yang diam saja. "Neng, mau pesan juga? Mau makan disini atau di bungkus?"
Bella tak menyahut. Mata itu masih terus menatap Kenan yang saat ini terus bercerita sesekali keduanya tertawa.
Kenan terus saja bercerita dengan gadis yang bernama Jesy itu. Tanpa sadar ia telah melupakan Bella yang berdiri seperti patung diluar tenda karena sedang menunggunya.
Sedang yang di tunggu tidak ingat sama sekali jika saat ini ada Bella yang sedang menunggunya dengan perut lapar.
"Neng!" seru pak Mamat membuat Bella terkejut dan menoleh padanya.
"Saya di bungkus saja Mang. Dua ya?"
"Siap!" sahut pak Mamat seraya membungkus makanana itu untuk Bella
__ADS_1
Setelah siap ia memberikan dua bungkusan nasi goreng itu pada bela dan Bella membayarnya. Kemudian ia segera berlalu meninggalkan Kenan yang sedang tertawa dengan gadis yang bernama Jesy itu.