Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Silsilah keluarga


__ADS_3

Di keluarga Dokter Daud.


Katrina yang baru saja pulang dari rumah sakit langsung saja masuk ke dalam kamarnya tanpa menyapa dua orang pria yang saat ini sedang menatapnya dengan sendu.


Brrrraaakkk.


Suara pintu tertutup dengan keras membuat dua orang pria berbeda usia itu memejamkan kedua matanya.


"Pa.."

__ADS_1


"Sabaralah Nak. Mengubahnya butuh waktu. Kita tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi pada dirinya. Jika bukan dengan cara seperti ini, ia pasti lupa dengan mu. Kuatlah. Kebalkan telingamu dari ocehannya. Rangkullah dia agar ia tau bahwa masih ada kamu di sisinya. Kamu suami sahnya saat ini sudah sewajarnya kamu mendidik dan menuntunnya. Karena papa yakin, kamu bisa untuk menjadi imam dunia dan akhiratnya. Untuk itu bersabarlah."


Bram tersenyum. "Tentu. Hanya saja.. Sifat keras kepala dan juga egoisnya itu tidak pernah hilang. Ia selalu ingin di mengerti tanpa tau orang lain pun ingin di mengerti. Ia ingin diterima walau dengan cara dipaksa. Sifat inilah yang sedari dulu sudah aku coba buang. Alhamdulillah bisa. Tetapi kecelakaan itu membuyarkan semua yang sudah susah payah ku buat dulunya. Dan sekarang ini? Aku harus mengulangnya dari nol lagi. Mungkin akan sedikit sulit karena sangat terlihat jelas dimatanya itu begitu membenci ku. Dan lagi pemuda yang bernama sama denganku itu sudah terukir dihatinya.." lirihnya mendadak sendu.


Dokter Daud menepuk pundaknya. "Berjuanglah dengan kelembutan tetapi bukan berarti kamu membiarkannya begitu saja. Ia memang keras kepala. Tetapi semua itu akan luluh jika kamu sering perhatian dan juga bersikap lembut padanya. Katrina anak yang baik dan lembut. Semua itu berubah saat Maminya dulu meninggal dunia dan fakta yang ia tau jika Mami nya itu di bunuh oleh keluarga Rustamsyah."


"Silsilah keluarga yang begitu rumit. Mereka bertengkar hanya karena harta. Harta yang sebenarnya milik Mama kandung dari Alamsyah tetapi harus dikuasai oleh orang tua Rustamsyah. Dan saat harta itu jatuh ke tangan Rani, mereka semua memerangi Rani untuk merebut kembali harta itu."


"Ya, mereka adalah cucu kandung dan cucu tiri yang bersatu. Mami Katrina merupakan adik kandung dari Rustamsyah yang berarti Papa kandung Reza. Dua saudara satu ayah berbeda Ibu. Jika Reza anak Rustamsyah dan Rani anak dari Alamsyah. Keduanya memiliki ikatan yang kuat. Ya.. Walaupun Rustamsyah itu anak kandung dari istri lain tetap saja kedua orang tua mereka menyayanginya. Begitu yang Papa dengar dari Almarhum Mami Katrina."

__ADS_1


"Hemmm.. Begitu toh. Pantas saja Katrina begitu keukeuh ingin mendapatkan Kenan. Lantaran pemuda itu merupakan cucu dari pewaris yang sudah bersatu toh. Apakah Katrina tau jika yang menyebabkan kematian Mami Lina dulunya itu karena membela Rani dan Almarhum Ibu Saras??"


Dokter Daud tersenyum, "Tidak. Yang ia tau. Jika pembunuh mami nya itu adalah pewaris sah dari Alamsyah itu sendiri. Entah dapat darimana Katrian dengan berita itu. Papi pun tidak tau. Yang jelas ada yang mencoba meracuni pikirannya hingga ia ingin balas dendam kepada Rani Dan Reza. Papa Kandung Kenan Putra Ar Reza."


Bram menghela nafasnya. "Bram akan berusaha lagi Pi. Untuk membawa Katrina ke jalan yang lurus. Bram akan memastikan jika Katrina akan berubah seiring waktu."


Dokter Daud tersenyum. "Tentu. Papi yakin kamu bisa. Sebaiknya kamu masuk dulu ke kamar. Bicaralah dari hati ke hati dengannya."


"Iya Pi." Sahutnya dengan segera berlalu masuk kedalam kamar nya dan Katrina.

__ADS_1


Ada yang belum tau tentang silsilah keluarga Kenan? Yuk Mampir di JANDA KEMBANG. Disini juga kok.


__ADS_2