Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Basah


__ADS_3

"Ya, aku memang tidak waras! Tidak waras karena kamulah penyebabnya! Pertama kali bertemu dengan mu, aku sudah tidak waras hingga dengan cepat aku meminta mu untuk menikah denganku! Walau kamu sudah menolak, tetapi aku masih ingin menikahimu. Apalagi kalau bukan tidak waras? Dan sekarang? Apa yang akan kamu lakukan karena saat ini kau telah menikah dengan pemuda yang tidak waras seperti ku?! Kamu ingin bercerai? Sampai mati dan bumi ini kiamat sekalipun! Aku tidak akan menceraikan mu Mirabella syahputra!!! Selamanya akan tetap kamu yang akan menjadi istriku! Belum jelas?!" seru Kenan dengan suara naik satu oktaf


Membuat Bella tercenung sejenak. Ia menatap dalam pada manik mata hitam Kenan yang saat ini sedang di liputi amarah karena ucapan Bella baru saja yang dengan sengaja memancingnya.


Bella terkejut melihat tingkah Kenan seperti seorang suami yang begitu menginginkan istrinya.


"Sekarang apa mau mu? Kamu tetap ingin berpisah dengan pria tidak waras sepertiku?" tanya Kenan semakin mengikis jarak diantara mereka berdua.


Bella masih menatap dalam pada manik mata hitam yang semakin lama semakin membuat nya lemah itu.


Sadar jika mata indahnya itu tidak sengaja menatap paras tampan itu terlalu lama, Bella melengos.


Kenan terkekeh. Sebenarnya ia sedang kesal kepada Bella karena ucapannya itu. Tetapi karena melihat wajah melengos Bella yang menggemaskan membuatnya jadi ingin menggodanya.


Bella mundur dengan wahah melihat ke sisi kanan nya. Sedang Kenan semakin maju. Ia semakin merapatkan diri nya pada Bella.


Tubuh Bella seperti ada daya tarik tersendiri hingga dirinya selalu ingin menempel pada kulit putih mulus itu.


Grep!


Kenan memeluk pinggang ramping Bella membuat sang empu terkejut. Hingga refleks saja tanagn itu nagkring di dada kenan karena ia menarik pinggang Bella sedikit kencang.


Hingga tubuh keduanya saling menempel satu sama lainnya. "Katakan! Kenapa kamu ingin pergi dari Abang? Kenapa ingin berpisah? Padahal Abang sudah mengatakan padamu. Kamu boleh meminta apapun! Tetapi tidak dengan perpisahan! Sampai kapan pun itu tidak akan pernah terjadi! Katakan, Abang menunggu jawaban mu!" Ucap Kenan semakin menatap dalam pada wajah yang kini sudah mulai terisi dengan nama Bella disana.


Bella tidak ingin melihat Kenan. Tetapi wajah itu mendadak kesal karena mengingat mereka berdua tadi yang turun berdua dari kamar atas bersama.


"Lepas!"


"Nggak! Katakan dulu apa alasannya baru Abang akan melepaskan mu!"

__ADS_1


Semakin masamlah wajah Bella. Kenan menarik ujung bibirnya karena sudah berhasil membuat Bella kesal kepadanya.


Wajah datar dan ketusnya sudah kembali lagi. Kenan semakin memeluk erat pinggang itu dengan kedua tangannya.


Bella memberontak. Kenan terus saja menikmati wajah kesal itu yang semakin membuat sesuatu di tubuhnya bereaksi.


Kenan tersenyum dalam hati. Tetapi wajah itu masih menatap dalam pada Bella yang kini semakin kesal saja.


"Lepas! Lepas Abang!"


"Nggak akan! Atau jangan-jangan..." ucap Kenan terputus. Ia sangat menikamti rasa aneh yang timbul akibat gerakan Bella.


Membuat Bella semakin mendelik kesal padanya. Ia semakin kuat memeluk pinggang ramping Bella.


Sementara Bella semakin menggeliat seperti cacing ingin lepas. Kenan mengeram. Tetapi tetap melihat Bella.


"Lepas ih Abang! Engap tau!" sungut Bella bukannya semakin diam tetapi semakin bergerak tidak karuan hingga membuat reaksi di tubuh Kenan semakin kuat saja.


Semakin kuatt Bella meronta semakin kuat pula reaksi itu Hingga..


Ah..


Satu desaahan keluar dari mulut Kenan. Membuat Bella berhenti. Ia melonggarkan tangannya dan melihat wajah Kenan yang kini memerah entah karena apa.


"Abang Kenapa? Kok merah gitu mukanya Sakit? Mana yang sakit?" tanya Bella dengan panik dan meronta lagi.


Kenan semakin bergetar tubuhnya. Sesuatu dibalik sana semakin ingin mendesak dan berdiri. Wajah Kenan merah padam.


"Abang! Lihat Bella!" titahnya dengan tubuh semakin kuat meronta dan semakin erat juga Kenan memegang pinggang nya.

__ADS_1


Kenan tidak peduli. Ia malah memeluk Bella semakin erat karena merasakan tubuhnya semakin menginginkan lebih.


Kaki nya gemetar. Bella semakin panik. Tetapi kepanikan itu berhenti saat merasakan sesuatu yang lembab membasahi perutnya.


Bella mematung. Ia tetap bertahan di posisi itu masih dengan di peluk erat oleh Kenan. Sementara Kenan masih memejamkan kedua matanya mearsakan sesuatu itu meledak karena Bella.


Lahar panas miliknya meluber hingga membuat celana pendek lutut miliknya dan juga baju Bella basah seketika.


Setelah selesai semua, Kenan membuka matanya dan tiba-tiba saja ada yang jatuh di pundak Bella membuat Kenan melototkan matanya melihat benda kecil tetapi menggelikan


"Abang? Kamu kenapa?" tanya Bella pada Kenan masih dalam pelukan erat Kenan


Benda itu berjalan ke arahnya. Sontak saja Kenan melepas pelukan itu secara paksa membuat Bella merasa kehilangan.


"Abang?"


"Be-bella! I-itu!" tunjuk Kenan di hijab Bella


"Apa? Kenapa? Apanya yang sakit?" tanya Bella masih belum ngeh lagi dengan arah tunjuk Kenan.


"I-itu Dek! Di-di hijab Ka-kamu a-ada ci-ci.."


"Ci?? Ci apa" tanya Bella sambil terus mendekati Kenan karena panik melihat wajah ketakutan Kenan yang menunjuk hijab nya.


"Ci-ci-ci--?"


"Ci apa sih Abang?!"


"Ada Cicak dihijab kamu!!!"

__ADS_1


"Hah??"


"Aaaaaaaaaaaaaa...."


__ADS_2