Sandiwara Cinta

Sandiwara Cinta
Dokter Terapi


__ADS_3

Bella tercenung dengan ucapan Kenan yang menyentaknya dengan suara tinggi. Belum pernah sekalipun Bella di sentak olehnya.


Tetapi karena ucapan Bella yang membuat hatinya panas sebelum ia mendengar penjelasan nya tentang Katrina, Bella sudah mengucapkan kata-kata keramat yang tidak ingin ia dengar dari mulut Bella.


Setelah berdebat di depan pintu dan mereka berdua mendapatkan kemarahan Bella dengan tangan halus Bella mendarat cantik di pipi keduanya, kini Kenan sengaja menarik Katrina untuk masuk ke kamarnya.


Kenan geram saat mengetahui siasat Katrina yang sengaja ingin mengusik kehidupan rumah tangga nya dengan Bella.


"Duduk!" tegas Kenan pada Katrina yang kini merengut melihatnya.


Saat ini mereka berdua sedang duduk di balkon kamar Kenan yang menghadap ke jalan komplek perumahan mereka.


"Dengar Cat."


"Ck. Aku bukan kucing Kenan!" sungutnya tidak terima


"Kan memang itu nama kamu? Aku tegaskan sama kamu Katrina. Jangan mencoba untuk mengusik rumah tanggaku dengan Bella. Kamu tidak tau apa-apa tentang nya. Kamu hanya dokter terapi untuk kesembuhan ku. Tujuan ku tidak ingin mengatakan rahasia ku padanya. Karena aku ingin sembuh dulu dari penyakitku. Dan kamu sebagai dokter yang ahli dibidang itu bertugas untuk menyembuhkan ku. Asal kamu tau Katrina. Tidak ada yang sama seperti Bella."


"Bella yang aku butuhkan. Bukan gadis lain. Karena bersama nya aku bisa bebas mengekrpesikan diriku apa adanya tanpa di tuntut sedikitpun!"


"Bella itu gadis yang unik. Aku sudah menyukainya saat pertama kali bertemu dengannya,"


"Tetapi bagaimana dengan ku?? Aku menyukai mu sedari dulu Kenan! Apakah pengorbananku selama ini tidak cukup untuk membuat hatimu menyukai ku Kenan?" sela Katrina menatap sendu pada Kenan


Kenan menghela nafasnya. "Maaf Katrina. Perasaan untuk menyukai seseorang itu tidak bisa dipaksa. Aku hanya menganggap mu sebagai seorang teman. Tidak lebih."


"Hanya teman?"


"Ya, hanya teman. Sekuat apapun kamu memaksaku untuk menyukai mu, tetapi aku tetap tidak bisa menyukai mu. Kamu hanya seorang dokter untuk penyembuhan sakitku. Jadi, bersikaplah seperti dokter pada umumnya."


"Aku nggak mau Kenan! Sedari dulu aku sudah menyukaimu? Apa tidak ada sedikitpun celah di hatimu untuk bisa ku masuki?"


"Maaf Katrina. Aku tidak bisa. Maafkan aku Katrina. Tetaplah seperti dokter dan pasien saja."

__ADS_1


Katrina tertawa sumbang. "Kamu yakin, Bella akan menerima mu dan juga kekurangan yang ada pada dirimu? Aku rasa tidak! Sangat terlihat jelas tadi. Baru sedikit aku memancingnya, ia sudah langsung menampar kamu. Kamu yakin Kenan? Kamu yakin Bella bisa menerima kamu yang sedang sakit saat ini?"


Kenan terdiam. Ia tidak tau harus berkata apa soal ini. Jika menyangkut masalah ini. Kenan lemah.


Karena ini merupakan harga dirinya sebagai seorang lelaki. Rahasia yang selama ini ia sembunyikan dari seluruh keluarga dan juga Bella.


Akankah Bella menerima kekurangan nya itu? Akankah Bella menerima nya dengan tulus walau ia tau kalau Kenan sedang sakit?


Melihat Kenan yang terdiam, Katrina menyunggingkan senyum smirk.


"Ingatlah Kenan. Hanya aku yang bisa menerima kekurangan mu itu. Karena aku, kamu sudah bisa sedikit sembuh. Masih banyak lagi terapi yang harus kita lakukan. Ku mohon.. Terima aku menjadi istri keduamu. Tidak masalah jika siri. Tak apa. Yang penting, aku bisa bebas melakukan apapun pada setiap titik di tubuhmu.."pinta Katrina dengan sangat serius padanya.


Kenan tidak menjawab. Tatapan mata itu tetap menatap lekatnya malam yang kini sudah bertaburkan bintang.


Sebenarnya, tehnik yang Katrina lakukan tidak bereaksi sedikitpun pada tubuhnya. Tetapi setiap titik yang sering ia sentuh, sering kali bangkit.


Walau hanya satu detik, tetap ada. Bukan ia tidak percaya dengan Katrina. Tetapi terapi yang ia lakukan selama setahun ini tidak membuahkan hasil.


Bahkan sampai menggeliat kecil. Mengingat itu, Kenan tersenyum tipis. Semua itu tidak luput dari tatapan Katrina.


Kenan sudah tau siapa yang pantas menjadi dokter terapinya. "Sudah malam Katrina. Sebaikanya kamu mandi dulu di kamar bawah yang berada di dekat dapur. Tidak di kamarku dan istriku. Setelah mandi, kamu panggil aku. Aku akan mengantar mu sampai ke persimpangan jalan!" katanya pada Katrina dengan segera berlalu ke depan pintu kamarnya dan membuka pintu itu sedikit.


Katrina yang paham, dengan segera turun ke bawah dan mandi di kamar sebelah. Setelah selesai, barulah Katrina menyusul Kenan ke atas dan turun ke bawah bersama.


Dan pada saat itu Katrina tau jika ada Bella di dapur. Dengan sengaja, Katrina menempelkan tubuhnya di lengan Kenan membuat suami Bella itu menahan kesalnya.


Karena tidak ingin mencari keributan lagi, Kenan memilih diam dan segera berlalu keluar.


Kenan mengantar Katrina hanya sampai di depan komplek mereka saja. Setelah itu Kenan pulang tanapa mendengarkan ucapan Katrina lagi untuknya.


********


Assalamu'alaikum..

__ADS_1


Selamat sore readers setia Sandiwara Cinta!


Othor mau mengadakan Give Away untuk cerita Adek Bella dan Bang Ke! Eh? Hihihi ..


Othor akan membagikan hadiahnya dalam bentuk pulsa ye?


Juara I pulsa 25k


Juara II pulsa 15k


Juara III pulsa 10k


Give away ini akan dimulai dari bulan ini (februari) hari ini sampai dengan bulan maret tanggal 12.


Nah, caranya gampang banget kok. Kalian hanya perlu kirim poin sebanyak-banyaknya Vote di setiap minggunya. Dan juga tulis komen terbaik kalian tentang Adek Bella dan Bang Ke ini ya.


Kalau kalian mau kasih koin, boleh banget!


Bulan maret nanti akan othor undi dan umumkan di IG dan FACEBOOK othor.


Yuk, buruan dukung karya othor! Agar kalian kebagian hadiahnya!


Follow akun sosial Media othor agar kalian bisa tau informasinya. Dan bagi yang beruntung, akan othor DM kalian langsung.


IG : LISA89176


FACEBOOK : MELISA ( profil Ig dan facebook sama ye? Nggak payah kok kalian carinya.)


Jangan lupa, setiap komen terbaik kalian sertakan alamat IG dan Faceebook kalian agar othor bisa mengubungi kalian nantinya.


SO.. SEMOGA KALIAN BERUNTUNG!!!


Wassalamu'alaikum...

__ADS_1


__ADS_2