Sayap Perwira 2. ( Sang Petarung )

Sayap Perwira 2. ( Sang Petarung )
107. SP 2. 10. Emosi jiwa.


__ADS_3

Bang Rico meminta beberapa anggota untuk membantunya menyiapkan tenda untuk acara syukuran sekalian berkenalan dengan anggota beserta namun secara kekeluargaan.


Bang Rico sedikit bergeser kemudian mencubiy pinggang Jihan saat gadis itu memakai rok pendek di atas lutut dan kaos ketat menunjukan lekuk tubuhnya yang sangat indah.


"Banyak laki-laki tapi kamu pakai baju seperti itu? tegur Bang Rico.


"Ini tertutup Bang" jawab Jihan.


"Tertutup tapi terlalu ketat."


"Waaahh.. Abang tergoda yaaaa.." Jihan mengedipkan mata genit dengan sengaja.


"Tergoda karena apanya?" tanya Bang Rico berwajah datar sembari menghembuskan asap rokok.


"Masa seksi begini Abang nggak tergoda?" Jihan mengambil rokok yang terselip di antara jari Bang Rico kemudian menghisap dan menghembuskan di wajah Bang Rico.


Disana Bang Rico mengulum senyum, ia tau betul Jihan hanya mencoba berani padahal dari gesture tubuhnya.. sudah bisa di pastikan Jihan hanya berani pada level rendah.


Karena cemas banyak orang yang melihat, Bang Rico mendorong Jihan masuk ke dalam kamar dan menguncinya.


Ada rasa cemas dalam hati Jihan, tapi ia tetap pura-pura berani. Ia melingkarkan tangannya di belakang leher Bang Rico.


"Waahh.. mau apa kita siang bolong di dalam kamar?" tanya Jihan. Tangannya sudah sedingin es melihat tatapan mata Bang Rico.


"Kamu tau akibatnya, kalau sudah berani menggoda pria dewasa?" ucap Bang Rico menegaskan.


"Jihan juga wanita dewasa.." kata Jihan. Mereka berdua akhirnya saling mendekap satu sama lain.


Sekuat apapun Bang Rico menahan perasaan, Jika sudah dalam kondisi seperti ini.. tentu saja dirinya tak berdaya.


"Jangan pernah coba-coba kamu goda Abang kalau tidak ingin terima akibatnya. Abang benar-benar ingin jaga kamu meskipun hati kadang tidak kuat menahan siksaan batin." jawab Bang Rico.


"Abang nggak mau kuliahmu terganggu karena Abang yang tidak bisa menahan diri"


Jihan trenyuh dengan kata-kata Bang Rico, tapi dirinya telah di beli sosok pria di hadapannya itu. Tak tau apa yang terjadi.. ia selalu ingat kata sang mama untuk selalu bertanggung jawab pada setiap pilihan dari hidup kita.. Jihan pun sudah pasrah jika mungkin saja nyawanya akan habis di tangan pria satu anak itu.


"Abang takut?" tanya Jihan.


"Itu bertanya atau meremehkan" pertanyaan itu menjadi tantangan bagi Bang Rico. Perlahan tapi pasti, Bang Rico mengecup bibir Jihan. Kali inil semua terasa berbeda, Jihan memeluknya semakin erat. Terasa sekali gadis itu gemetar.


"Kamu tau Gazha sudah buat Abang stress karena terus bertanya tentang adik. Bagaimana kalau Abang sampai khilaf? Siapa yang harus di salahkan" tanya Bang Rico.


Mata mereka terus menatap hingga akhirnya Bang Rico yang tidak kuat, ia mengecup bibir Jihan penuh n***u kemudian memaguttnya.


Jihan hanya bisa menitikkan air mata merasakan jutaan kerinduan tertahan. Bang Rico semakin liar saat Jihan tidak menolaknya. Tangan itu sudah sampai di bukit menggemaskan. Tangan Bang Rico sudah sibuk melonggarkan ikat pinggang. Nafasnya memburu.


tok..tok..tok..


"Ayaaah.. buka..!! mainan Gazha rusak..!!!!!!" terdengar suara Gazha menggedor pintu kamar dengan kencang.


Bang Rico tak peduli, hanya Jihan yang sudah bingung dan ketakutan bagai ada penggerebekan dadakan. Ia menarik diri dari Bang Rico.


"Abang.. ada Gazha..!" ucap Jihan cemas.


"Biar saja.. kamu sudah buat ulah, harus kamu selesaikan..!!!"


"Ayaaaaaaah..!!!!" suara itu semakin kencang.


Bang Rico sudah mau pingsan saja merasakan hasratt yang tidak tersalurkan.


"Ayaaaaaaaaaahh..!!!!!"

__ADS_1


"Astagfirullah.. Gazhaaaaa..!!!!!" Bang Rico pun jadi emosi.


"Hwaaaaaaaa..." tiba-tiba malah Jihan yang berteriak kencang. Jihan langsung berjongkok lemas menutupi wajahnya.


"Heeehh.. kenapa kamu dek" Bang Rico panik tapi kemudian ia menyadari sesuatu.


"Astaga Tuhan..!!!!" Bang Rico segera menutup pakaiannya. Ia baru menyadari Jihan pasti kaget karena pasti ini adalah pengalaman pertama Jihan.


:


Wajah Bang Rico terlihat kesal sambil menjepit batang rokok di bibir, tangannya sibuk membetulkan mainan Gazha.


Gazha pun cemberut karena Bang Rico dan Jihan meninggalkan dirinya 'sembunyi' di dalam kamar.


"Lain kali jangan begitu ya Bang..!! Malu..!!" tegur Bang Rico.


"Kenapa Gazha di tinggal Ayah sama Mama sembunyi" tanya Gazha.


"Ayah sama mama nggak sembunyi. Abang Gazha mau punya adik nggak??" Bujuk Bang Rico.


"Mau.." jawab Gazha.


"Makanya Abang Gazha harus sabar, berdo'a biar adik cepat datang" kata Bang Rico menenangkan Gazha.


"Gazha juga mau ikut tadi...!!" rengek Gazha.


"Ya sudah.. lain kali Gazha ikut" sambar Jihan.


Seketika mata Bang Rico melirik tajam ke arah Jihan.


"Ngawur kamu..!! Jangan sembrono ngomong di depan anak-anak..!!"


Kini kening Jihan berkerut, ia tak begitu paham apa salahnya.


"Itu.. Abang nggak sengaja dek" jawab Bang Rico.


"Nggak usah bilang Papa lah. Masa yang begitu mau di ceritakan. Abang malu lah dek" kata Bang Rico berbaik kata pada Jihan.


"Tergantung sogokannya" Jihan belaga dan mulai berani mengancam.


"Apa?? Abang turuti"


"Benar nih?" tanya Jihan.


"Iyaaa.. mau apa??"


...


Malam setelah ada syukuran dan tatap muka pimpinan secara kekeluargaan.. Jihan meminta ada acara bebas setelahnya.


"Kamu mau nyanyi dek?" tanya Bang Rico berbisik.


"Iyaa.. emang kenapa?"


"Yawes sana..!! Abang mau ngopi dulu" Bang Rico berjalan menjauh sedangkan musik sudah berdentang seirama lagu.


"Yuk Om..!!" Terdengar Jihan mengajak Om Dion melenggang di sampingnya.


Bang Rico pun menoleh dan melihat Jihan sudah bernyanyi genit dan para bujangan pun mulai ikut bergoyang.


Banyak lelaki yang tertarik

__ADS_1


Karena katanya aku seksi


Dan memang banyak yang melirik


Bikin aku susah seleksi


Nasib perawan idaman


Idola babang tampan


Bapak, ibu kebingungan


Terlalu banyak antrian


"J****k, Jihan ini benar-benar buat emosi saja" Bang Rico langsung menuju panggung karaoke dadakan. Ia melepas jaketnya bahkan dengan sengaja Bang Rico menutupi tubuh Jihan dengan badannya.


"Pakai jaket, dingin..!!" alasan Bang Rico.


suara itu pun masih berlanjut.


Wagelaseh-seh-seh, wagelaseh


Nasib perawan idaman


Wagelaseh-seh-seh, wagelaseh


Idola babang tampan


Banyak lelaki yang tertarik


Karena katanya aku seksi


Dan memang banyak yang melirik


Bikin aku susah seleksi


"Astagfirullah.. lagu opo sih dek, turun nggak? Kalau nggak turun Abang banting nih sound sistem nya..!!" ancam Bang Rico sudah panas.


Wagelaseh-seh-seh, wagelaseh


Nasib perawan idaman


Wagelaseh-seh-seh, wagelaseh


Idola babang tampan


Wagelaseh-seh-seh, wagelaseh


Nasib perawan idaman


Wagelaseh-seh-seh, wagelaseh


Idola babang tampan


"Jihaaan.. kamu dengar Abang atau tidak???" bentak Bang Rico semakin keras.


"Sekali lagi kamu umbar aurat.. Abang sobek semua bajumu jadi lap kompor...!!!" Bang Rico mulai kehilangan kesabaran.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2