Sayap Perwira 2. ( Sang Petarung )

Sayap Perwira 2. ( Sang Petarung )
39. Ada dia.


__ADS_3

Tidak suka dengan cerita Nara, silakan skip. Nara menggaris bawahi inti cerita Nara sendiri, bukan orang lain 🙏.


🌹🌹🌹


Dengan segala pertimbangan, akhirnya Asya di perbolehkan pulang. Asya masih ragu untuk kembali ke asrama tapi Bang Rico meyakinkan pada Asya bahwa semua akan baik-baik saja. Telapak tangan Asya begitu dingin menyentuh lengannya.


"Biarpun saat ini hidupmu tanpa status, tapi kamu tetaplah Nyonya Rico.. tak ada yang bisa merubah takdir itu. Kamu mengandung anak kita setelah Abang menikahimu.. apapun keadaannya, Abang akan tetap perjuangkan kalian berdua." kata Bang Rico.


Asya tersenyum getir, tapi ia harus berusaha menjadi dewasa mendampingi Bang Rico.


:


"Tenda apa itu Bang?" tanya Asya.


"Abang mau parkir mobil" jawab Bang Rico.


Asya mengangguk meskipun tak paham yang sebenarnya terjadi. Bang Rico memapah pelan langkah Asya karena istrinya itu tidak mau ia membopongnya. Begitu pintu terbuka


"Selamat datang Bu Rico" sapa ibu Wadanyon saat pintu rumah terbuka, terlihat ada Mama Dinda disana sedangkan Papa Wira entah kemana.


Asya sangat terkejut saat pintu terbuka sudah banyak sekali orang di dalam rumahnya.


"Maaf Bu Rico. Kami datang tidak memberi kabar. Pak Rico minta ulang tahun Bu Rico di adakan di rumah" kata Bu Wadanyon.


Seketika Asya memeluk Bang Rico, ternyata suaminya itu mengingat hari ulang tahunnya. Ia menatap mata Bang Rico, banyak kata tertahan dari bibirnya.


"Uuucchh sayang.. pakai nangis segala. Suka nggak?" tanya Bang Rico.


"Suka Bang, suka sekali.. terima kasih banyak ya Bang" kata Asya tak tau lagi bagaimana caranya mengungkapkan perasaannya saat ini.


"Sama-sama cantik.."


...


Asya begitu bahagia dengan pesta ulang tahun cantik di rumahnya. Walaupun hanya sederhana tapi baginya semua sungguh luar biasa. Ia tau Bang Rico sengaja mendekatkan dirinya dengan anggota yang lain terutama pada semua istri anggota agar lebih terbiasa berinteraksi dengan mereka.


"Ijin Ibu, bagaimana dengan kandungan ibu?" tanya seorang anggota senior.


Asya mencoba bersikap layaknya seorang istri pimpinan, ia tidak ingin mempermalukan nama suami di hadapan banyak orang.


"Alhamdulillah sudah jauh lebih baik Bu." jawab Asya dengan tenang.


"Apa besok ibu bisa ikut kegiatan di Batalyon?"


"Mohon maaf Bu, ada sedikit masalah dengan identitas status saya disini, mungkin nanti saya minta arahan Abang dulu untuk menindaklanjuti perihal di atas, karena pegangan saya hanya surat keterangan nikah biasa, tidak enak dengan yang lain Bu" jawab Asya sembari duduk karena terkadang dirinya masih suka pusing kalau berdiri terlalu lama.


Bang Rico tersenyum mendengar jawaban Asya yang tidak bertele-tele.


"Mohon maaf Bu, bisa minta tolong panggilkan suami saya..!!" pinta Asya karena semakin lama, ia merasa tidak kuat.

__ADS_1


"Iya Bu" baru saja akan memanggil Bang Rico, ternyata suami Asya itu sudah berjalan menuju sang istri.


"Kenapa dek?" Bang Rico sudah menghampiri Asya karena posisinya tidak jauh dari istrinya itu.


"Asya masih pusing, bagaimana ini Bang?" tanya Asya memegangi tangan Bang Rico.


"Istirahat saja..!! nanti Abang yang temani tamu. Ayo Abang antar..!!" jawab Bang Rico.


"Mereka pasti mengerti" kata Bang Rico saat melihat wajah ragu Asya.


...


Mama Dinda bahagia melihat Asya bahagia dengan pernikahannya bersama Rico. Mereka berdua terus bercerita sampai tidak sadar waktu sudah beranjak malam.


Tak lama ada seorang gadis masuk ke pelataran rumah Bang Rico.


Bang Rico mengeryit melihat siapa yang datang.


"Nafa? Itu adiknya Asya khan?" gumamnya pelan.


Bang Rico menghampirinya.


"Nafa?" sapa Bang Rico.


"Kamu siapa?" tanya Nafa.


"Saya....."


"Bayar dulu...!! Saya mau cari Mbak Asya sama Bang Rico..!!" jawab Nafa.


"Maaf....."


Bang Rico menghentikan Om Acep karena ia sudah tau adik iparnya itu pasti bengal tak berbeda jauh dari kakaknya. Bang Rico pun kemudian membayar ongkos ojeg Nafa.


"Kamu siapanya Mbak Asya?" tanya Nafa pada Bang Rico.


"Masuk dulu mbak..!!" Bang Rico mengarahkan Nafa untuk masuk.


:


"Yang itu" Nafa mengarahkan telunjuknya menunjuk Bang Rico.


"Sepertinya aura dia itu seorang perwira Ma.. berwibawa banget. Nafa suka"


"Huusshh.. jangan ngawur kamu Nafa, itu Abangmu.. Abang Rico" tegur Mama Dinda.


"Mbak Asya nikah sama perwira Ma???" tanya Nafa tidak percaya.


Mama Dinda mengangguk cemas.

__ADS_1


"Kalau di sebelahnya itu?? Dia juga gagah kok" tunjuk Nafa pada Om Acep.


"Aku kira dia Bang Rico"


"Nafa.. kamu jangan macam-macam nak. Mbak Asya baru menikah sama Bang Rico, kamu jangan menambahi beban pikirannya." Mama Dinda was-was melihat kelakuan putrinya yang memang lebih berani.


"Pikir sekolahmu saja..!!"


...


Malam hari, Nafa melihat Bang Rico berbincang dengan Papa Wira. Bang Rico terlihat gagah dan membuat Nafa tak bisa mengalihkan pandangan dari kakak iparnya itu. Bahkan saat Bang Rico menghembuskan asap rokoknya, itu sudah cukup membuat Nafa salah tingkah.


"Antar kopi ini untuk Papa sama Abang..!!" perintah Mama Dinda.


"Okee ma" Nafa merapikan diri kemudian mengantar kopinya.


Entah karena gugup atau alasan lain, tangan Nafa gemetar. Tak sengaja kopi hitam itu tumpah membasahi celana Bang Rico.


"Aaawwhh.. kamu kenapa dek?" tanya Bang Rico setengah mengibaskan celananya yang basah dan tembus hingga ke dalam.


"Maaf Bang, tangan Nafa sakit" ucap Nafa manja.


"Nafa bantu keringkan ya Bang..!!" Nafa mengulurkan tangannya berniat membantu mengeringkan celana Bang Rico tapi kakak iparnya itu menolaknya.


"Biar mbak mu yang urus..!!" ucap tegas Bang Rico.


"Saya ganti pakaian dulu ya Pa" pamit Bang Rico.


Selepas Bang Rico pergi, Papa Wira menegur Nafa.


"Nafa.. Papa mau bicara..!!!"


:


"Nggak enak ada Mama sama adikmu kalau pakai celana pendek" tolak Bang Rico kemudian memeluk Asya.


Asya merasa tenang berada dalam dekapan Bang Rico.


"Kamu percaya khan, Abang sangat mencintaimu.. tidak akan mendua" ucapnya dengan rasa tak karuan.


"Asya percaya Bang"


Bang Rico mengecup dan mel***t bibir Asya hingga keduanya larut dalam kerinduan.


"Abang sayang kamu dek"


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2