Sayap Perwira 2. ( Sang Petarung )

Sayap Perwira 2. ( Sang Petarung )
75. Tiba-tiba terjadi.


__ADS_3

"Jiangkriiiikk.. lama amat nih si Rico." gerutu Bang Pandu kemudian kembali ke kamar Fasya.


//


"Sudah khan? Jangan ngambek lagi" Bang Rico menggigit hidung Asya dengan gemas.


Asya mengangguk, wajahnya perlahan normal dan tidak memerah lagi. Bang Rico tersenyum penuh kelegaan karena sudah menuntaskan hasrattnya. Kini pikirannya pun sudah fresh dan tubuhnya menjadi lebih segar.


"Abang keluar sebentar.." ucap Bang Rico sembari perlahan menarik diri.


"Tambah seksi aja kamu sayang" Bang Rico mulai genit memainkan alisnya.


:


"Nggak apa-apa. Abang hanya panik saja tadi" kata Bang Pandu yang sudah mendapat lirikan tajam dari Fasya. Istrinya itu malu sekali kalau Bang Rico sampai tau urusan mereka berdua.


"Yang benar Bang?" tanya Bang Rico.


"Iya.. sudah jangan di bahas lagi.. nanti Abang di amuk Fasya" gumam lirih Bang Pandu sambil mendorong Bang Rico jauh dari pintu kamar.


"Saya malah hampir habis di cakar Asya karena Abang tiba-tiba ketuk pintu" jawab jujur Bang Rico.


"Maaf.. maaf..!! Nanti Abang mau ajukan rumah dinas biar nggak sampai ada tragedi konyol seperti ini lagi" kata Bang Pandu merasa tidak enak.


"Sudah.. kamu kembali tidur sama Asya..!!"


"Tanggung Bang, ini sudah jam empat pagi. Sebentar lagi sholat subuh.. terus apel."


"Yowes lah.. Abang mau mandi dulu, sebentar lagi adzan"


...


plaaaaakkk... plaaaaakkk...


plaaaaakkk... plaaaaakkk....


Danyon menampar pipi Kapten Pandu dan Lettu Rico.


"Bangun..!!!!! Bisa-bisanya kalian berdua tidur saat jam komandan..!!!!" tegur keras Danyon geram melihat kedua juniornya terutama Bang Rico yang sampai mengorok dan terlelap nyenyak saat jam komandan.


"Siap salah Komandan..!!"


"Saya tidak peduli.. meskipun kalian perwira.. salah ya tetap salah. Harus terima hukumannya..!!!!!" ucap tegas Danyon.


"Siap..!!!!"


...

__ADS_1


Bang Winata dan Bang Yudha berdiri di hadapan Bang Pandu dan Bang Rico.


"Abang sama Rico kenapa bisa tidur saat acara jam komandan yang penting?" tanya Bang Yudha.


"Nggak ada apa-apa Yud" jawab Bang Pandu.


"Oiya.. Abang minta rumah dinas donk..!!" pinta Bang Pandu pada Bang Winata.


"Rumdis? Abang mau ajukan nikah?" tanya Bang Winata yang mengurus bagian personel.


"Beberapa bulan lagi Abang masukan surat pengajuan nikah. Abang minta rumdis dulu, yang di sebelah Rico juga nggak apa-apa. Nanti Abang renovasi sedikit" kata Bang Pandu.


"Calonnya siapa Bang? Kalau bukan untuk urusan rumah tangga.. bujangan dilarang menempati rumah dinas" jawab Bang Winata.


"Ya Fasya lah. Siapa lagi?"


"Fasya putrinya Dan Wira???" tanya Bang Yudha memastikan pendengaran nya.


"Iyaaa.."


"Ya Tuhan.. kapan Abang dekat? Jangan sampai ada masalah di belakang" ucap Bang Winata mengingatkan.


"Tenang saja.. Abang bisa hati-hati" jawab Bang Pandu.


-_-_-_-_-


Bang Pandu masuk ke kamar Fasya karena hari ini istrinya tidak berangkat sekolah.


"Abang saja yang pilihkan, pokoknya warnanya coklat minimalis" jawab Fasya.


"Ini kartu ATM buat apa Bang?


"Uang gaji Abang lah. Kamu bawa.. pakai belanja dan beli kebutuhanmu" jawab Bang Pandu.


"Adek sudah bawa kartu ATM dari Papa nih Bang" kata Fasya.


"Kamu hanya boleh pakai kartu ATM dari Abang. Abang janji kamu nggak akan kekurangan" ucap Bang Pandu.


"Terima kasih Bang"


"Sama-sama sayang" entah kenapa hati Bang Pandu berdebar tak menentu.


...


"Abang mau makan apa?" sapa Asya melihat Bang Rico pulang dari rumah sebelah. Rumah Bang Pandu dan Fasya.


"Apa saja lah yang penting kamu yang masak" jawab Bang Rico.

__ADS_1


Bang Rico bersandar di kursinya, sesekali ia tersenyum menyapa baby Gazha di dalam stroller nya.


Abang


"Abang kenapa? Abang lemas sekali" tanya Asya.


"Dada Abang sakit dek. Mungkin capek saja. Sejak kejadian waktu itu badan Abang jadi sering capek." jawab jujur Bang Rico tapi ia tidak sepenuhnya mengatakan kalau terkadang bekas lukanya sangat sakit seperti ini.


"Asya bantu rebahan di kamar ya Bang?"


Bang Rico mengangguk. Badannya sudah lemas dan terasa sakit.


:


Bang Rico terbatuk saat Asya menyiapkan makan malam, batuknya Bang Rico sampai mengeluarkan banyak darah tapi Bang Rico segera menyembunyikan sebelum Asya melihatnya.


"Bang.. ini makan malamnya." kata Asya membawa baki makan malam Bang Rico ke dalam kamar.


"Iya dek.. duduk sini..!! Bantu Abang makan ya..!!" pinta Bang Rico.


Asya pun menyuapi Bang Rico dengan telaten meskipun Bang Rico hanya mampu menelan makanan beberapa suap saja.


"Obat Abang dimana?" tanya Asya karena dirinya tau Bang Rico mengkonsumsi obat.


"Ada di laci dek" jawab Bang Rico lirih.


~


Beberapa saat setelah Bang Rico meminum obat. Bang Rico semakin kesakitan dan menggelinjang di atas ranjang. Asya pun panik melihatnya sampai berlari mengetuk rumah Bang Pandu.


"Bicara pelan-pelan Sya.. Rico kenapa?" tanya Bang Pandu.


"Bang Rico kesakitan di kamar" jawab Asya.


Bang Pandu membuka pintu kamar dan disana Bang Rico sudah tidak sadarkan diri. Dari bibirnya pun mengeluarkan darah.


"Abaaaaang..!!" Asya menjerit saking kagetnya sampai ia pun tak sadarkan diri.


"Asyaa..!! Ya ampun.. ini tadi bagaimana sih Bang???" Bang Winata ikut panik melihat adik tirinya pingsan di kamarnya. Bang Winata menidurkan Asya di ruang tamu dan membiarkan Asya di temani Netta dan Anya.


"Abang nggak tau Win.. Abang masuk ke kamar, Rico sudah pingsan" jawab Bang Pandu.


"Ayo cepat bawa ke rumah sakit Bang..!! Saya cemas ada masalah sama bekas lukanya" kata Bang Yudha.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2