Sayap Perwira 2. ( Sang Petarung )

Sayap Perwira 2. ( Sang Petarung )
78. Hal menyakitkan.


__ADS_3

"M****s dengan cara tak terhormat adalah mati di tangan istri. Secara tidak langsung aib busuk kita pasti terbongkar Bang" imbuh Bang Rico lagi.


"Naaahhh.. sudah keren begini.. masa mau mati karena perselingkuhan" jawab Bang Yudha.


Keempat pria itu tertawa memikirkan nasib mereka sendiri kala berhadapan dengan sang istri.


"Abang duluan ya. Mau jemput ayank di sekolah" kata Bang Pandu melihat jam tangannya bersiap menjemput Fasya.


"Cieeeee.. kencan Bang?" ledek Bang Winata.


"Iya lah.. kapan lagi rasa pacaran. Punya bini muda tuh rasanya kita balik muda lagi" kata Bang Pandu.


"Hahahaha... lanjut Abang..!! Nikmati dulu acara bulan madunya" Bang Yudha pun ikut menyoraki Bang Pandu.


-_-_-_-_-


Bang Pandu memperhatikan Fasya yang sedang berdiskusi dengan beberapa orang temannya. Ia tersenyum karena Fasya bisa menjaga jarak dengan teman prianya. Tak lama ia pun tertidur karena Fasya masih sibuk dengan urusan sekolah nya.


:


Bang Pandu menggeliat merasakan tubuhnya yang pegal karena tertidur di dalam mobil. Saat ia menoleh.. matanya melihat Fasya sedang menikmati es krim strawberry.


"Sepertinya enak" sapa Bang Pandu.


"Enak lah.. Abang tidur sampai nggak sadar Adek sudah habiskan tiga bungkus es ini sendirian" keluh Fasya dengan mimik wajah cemberut.


"Maaf.. kegiatan di kantor banyak sekali. Badan Abang capek dek. Maaf ya" kata Bang Pandu sambil mencolek dagu Fasya.


"Bagi donk es krim nya..!!" pinta Bang Pandu.


Fasya segera memasukan stik es krim ke dalam mulutnya bermaksud menggoda Bang Pandu agar tidak memintanya lagi.


Jelas saja kelakuan usil Fasya ini tidak ada apa-apanya di banding Bang Pandu yang sudah banyak makan asam garam kehidupan. Secepatnya Bang Pandu menggigit stik es krim tersebut lalu membuangnya, tak membuang waktu lama.. Bang Pandu menyesap es krim di mulut Fasya dan terjadilah adu ketangkasan lidah yang cukup mengagetkan Fasya.


Melihat Fasya gelagapan.. Bang Pandu menyudahi belitannya.


"Makanya jangan pelit. Bagaimana rasa es krim yang di makan berdua?" tanya Bang Pandu.


"Enak.. Abang punya lagi?" tak ayal pertanyaan Fasya yang di luar dugaan itu bagai tantangan yang tidak bisa di lewatkan begitu saja.


"Punya.. mau lagi?" tanya Bang Pandu.


Fasya mengangguk malu-malu hingga pipinya memerah.

__ADS_1


Bang Pandu menarik lengan Fasya lalu memberikan apa yang diminta istrinya barusan.


"Tutup matamu dan rasakan es krim strawberry ternikmat yang pernah kamu rasakan..!!"


Fasya menurut dan menutup matanya. Harus ia akui ini memang es krim strawberry ternikmat yang pernah ia rasakan hingga dirinya terbuai dan terhanyut dalam rasa.


Namun sesaat kemudian wajahnya terlihat kecewa saat Bang Pandu menyudahinya.


"Ya nggak disini juga donk sayang..!! Masa mau di mobil" kata Bang Pandu tersenyum geli melihat wajah sang istri.


"Nanti kita lanjut di rumah" bujuk Bang Pandu padahal ia pun membatasi diri karena ada rasa cemas dalam hati. Ia takut jika mungkin Fasya akan mengandung buah hatinya.


"Oke Bang. Hmm.. haruskah Adek ikut kegiatan sore nanti?" tanya Fasya.


"Nggak usah.. namamu belum resmi tercatat di Batalyon" jawab Bang Pandu.


"Tapi Bu Danyon ajak Fasya Bang" kata Fasya.


"Oya?? Kenapa nggak ada tembusan untuk Abang ya?


-_-_-_-_-


Kening Bang Rico berkerut saat ada pesan singkat masuk.


Tanya seseorang di seberang sana membuat Bang Rico penasaran.


R : Mohon maaf.. ijin.. dengan siapa saya bicara?


S : Selena.


R : Saya sedang sibuk.. tidak ada waktu di luar.


S : Ini tentang Papa mu Mas, tentang hubungan kita. Kita harus bicara..!! kalau tidak.. Mama Diana akan menikahkan kita secara paksa.


Bang Rico terdiam sejenak, kemudian ia pun menyanggupi permintaan Selena karena tidak ingin ada masalah apapun dengan Selena maupun Mamanya.


R : Baiklah.. selepas dinas.. dimana saya bisa temui kamu?


...


"Cepat katakan.. ada masalah apa sampai saya harus temui kamu disini?" tanya Bang Rico.


"Aku khan sudah bilang sama Mas kalau Mama memaksa kita untuk menikah" jawab Selena.

__ADS_1


"Kamu juga sudah tau jawaban saya. Saya ini pria beristri dan saya tidak akan pernah menduakan istri saya. Kamu ini perempuan.. kenapa masih ada pertanyaan seperti itu" tegur Bang Rico.


"Aku tau Bang. Makanya kita bahas ini biar Mama tidak memaksa kita menikah" Selena menyodorkan kopi ke hadapan Bang Rico.


"Istri saya pasti kecewa kalau saya sampai main hati dengan wanita lain.. Saya juga tidak tega menyakiti hatinya, apalagi sampai hal terburuk.. Asya meminta pisah karena masalah ini" kata Bang Rico.


Selena hanya tersenyum.


Bang Rico mengambil cangkir kopinya kemudian menyeruput nya beberapa teguk.


"Sudah.. saya mau pulang. Asya menunggu di rumah"


Baru beberapa langkah Bang Rico berjalan. Kepalanya terasa berat dan pusing. Ia kembali duduk mengatur nafasnya yang tidak karuan.


"Kenapa Mas?" Selena membantu Bang Rico untuk bersandar.


"Asya.. Abang sungguh-sungguh kangen sama kamu. Maafin Abang terlalu mengecewakan kamu" ucapnya lirih dengan kesadaran mulai menurun.


"Mas mau kita ke kamar?" tanya Selena.


"Iya sayang.. Abang mau" jawab Bang Rico mencium bibir Selena.


Saat itu.. rombongan ibu Danyon dan para pengurus ranting.. tiba di restoran hotel tempat Bang Rico dan Selena bertemu. Di saat itu juga Asya melihat kemesraan Bang Rico dan Selena.


"Dek.. itu bukannya Om Rico ya?" tanya Bu Danyon hati-hati.


Kaki Asya gemetar karena ternyata matanya tidak salah melihat pemandangan menyakitkan itu.


"Om Sobri.. bisa minta tolong panggilkan Bang Winata sama Bang Yudha?" pinta Asya dengan tenang.


"Baik Bu Rico.. segera..!!"


"Terima kasih om" Asya menahan perasaan di hadapan semua orang.


"Sabar ya dek" Bu Danyon merangkul Asya agar istri Om Rico itu tenang.


"Tolong di redam dulu Mbak" pinta Asya meskipun dalam hatinya tak karuan.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2