
Om Vian menarik bahu Bang Rico.
"Sabar Bang, nanti Jihan kaget" kata Om Vian.
"Kamu jangan ikut campur Vian. Ini urusan Abang sama Jihan..!!!" ucap Bang Rico masih terbawa emosi.
"Jihan hanya suntuk Bang, adaptasi dengan tempat yang baru"
"Abang bilang jangan ikut campur...!!" bentak Bang Rico kemudian menyeret Jihan masuk ke dalam rumah.
"Bang, ini khan baru lepas acara syukuran.. Jangan marah-marah Bang"
"Saya peringatkan kamu untuk tidak mendekati Jihan..!! Jangan melanggar batasanmu Vian..!!!" bentak Bang Rico.
"Siap Abang..!!"
"Handle kegiatan ini..!!!!" perintah Bang Rico lagi.
Para anggota kemudian memaklumi karena Bang Rico begitu menyayangi 'adiknya' itu.
"Sabar Dan, menaklukkan kakak bertanduk memang tidak mudah" kata Pratu Dion.
:
"Nyalimu memang besar, goyang di depan laki-laki. Mau Abang tampar kamu??????" entah kenapa hati Bang Rico terasa mendidih melihat Jihan menggoyang pinggulnya di hadapan banyak orang terutama Letda Vian dan Pratu Dion.
"Apa harus di depan Abang?" tanya Jihan.
"Berani kamu sama Abang? Kira-kira hukuman apa yang pantas untuk wanita seperti mu?" Bang Rico sudah menyeringai geram. Tangannya mengepal sampai akhirnya.
ploooookk....
Gazha melempar kepala ayahnya dengan sandal.
"Aduuhh.." Bang Rico terpekik kaget.
"Kenapa ayah jahat sama mama? Sama perempuan nggak boleh jahat. Ayah harus sayang mama..!!!" teriak Gazha.
"Ini Bang, tadi ada kecoa.. Ayah cuma bantu Mama" kata Bang Rico saat kepergok sang putra sedang 'menganiaya' mamanya.
"Ayah jahat sama Mama Bang" rengek Jihan memasang wajah tertekan.
"Deekk.. jangan buat situasi" pinta Bang Rico tapi Jihan seakan tak peduli.
"Ayah harus sayang mama. Minta maaf sekarang, cium Mama..!!" teriak Gazha sudah marah.
"Iyaa.. ini ayah sayang" mau tidak mau akhirnya Bang Rico harus mengalah, ia sendiri yang mengajari putranya untuk sayang terhadap wanita jadi sekarang ia pun harus bertanggung jawab atas segala ucapannya itu.
Bang Rico berhenti sejenak, disana ada do'a yang membuatnya begitu trenyuh kemudian mengecup kening Jihan.
"Bidadari terakhir Abang.. akan Abang jaga kamu dalam hidup dan mati Abang.. dengan segenap nyawa yang ada.. ini ungkap sayang untuk kamu dari Abang yang sayang padamu"
Seketika mata Jihan berkedip-kedip, ia tak bisa menerka ucapan itu. Hanya tersentuh haru namun ia tau, semua itu hanya untuk Gazha.
"Bisakah Jihan tidak berpisah dari Gazha?" tanya Jihan sekuatnya menahan tangis. Sekarang Jihan sangat takut kehilangan Gazha" jawab Jihan.
Bang Rico mengangguk.
"Iya, karena ayahnya juga ingin kamu tetap disini"
"Ayah sama Mama bicara apa sih?" Gazha hanya bisa mendongak ke atas sambil memperhatikan ayah dan mamanya saling sayang.
"Ayah sama mama sudah baikan" jawab Bang Rico.
__ADS_1
"Oke.. Gazha main dulu" ucapnya kemudian berlari keluar dan bermain bersama para om-om.
Bang Rico menyangga tubuhnya di tembok sedangkan Jihan masih ada di hadapannya.
"Astagfirullah.. bocah kok ada-ada saja" gumam Bang Rico.
"Jihan minta maaf..!!" ucap Jihan kemudian menyelip di sela lengan Bang Rico dan langsung pergi berlari ke dalam kamar.
***
Hari sudah pukul satu dini hari. Tenda masih berdiri dan di lanjutkan pembongkaran pagi nanti. Ini di hari Sabtu dan anggota bisa bebas. Bang Rico merokok sendirian sambil memetik gitarnya. Ada seulas senyum getir, sekilas terbayang wajah Asya namun kemudian berganti wajah ayu Jihan yang terus berputar dalam ingatannya.
Dengan dirimu kini ku bahagia
Tak henti kau berbagi canda tawa
Hilangkan gairah lelah hatiku
Hadirmu mengubah arti hidupku
Jadilah aku tawanan cintamu
Kuserahkan seluruhnya untukmu
Kupenuhi semua yang kau inginkan
Tiada yang penting selain dirimu
Jihan mendengar suara merdu dari luar sana. Air matanya menetes, sungguh ia ikhlas menerima Bang Rico dengan segala kurang dan lebihnya tapi tetap saja ada gores pilu saat Bang Rico masih merindukan sosok almarhumah istrinya.
"Astagfirullah.. kenapa hatiku terasa sakit saat mendengar suara itu. Sebegitu rindukah Abang sama Mbak Asya" gumam Jihan. Perlahan ia bangkit meninggalkan Gazha yang tidur di sampingnya, Jihan menarik nafasnya lalu berjalan menuju dapur.
Sepanjang hidupku hanya ingin bersamamu
Di setiap waktu
Di setiap waktu
Tuk tinggalkan aku
Tuk tinggalkan aku
Jihan menghapus air matanya dan tetap mengaduk teh untuk Bang Rico.
Sejuk kasihmu sampai ke tulangku
Hingga detak jantungku kan berhenti
Senyum manismu sinari hariku
Tulus setia cintaku hanya untukmu
Sepanjang hidupku hanya ingin bersamamu
Di setiap waktu
Di setiap waktu
Tuk tinggalkan aku
Tuk tinggalkan aku oh
Sepanjang hidupku hanya ingin bersamamu
__ADS_1
Di setiap waktu
Di setiap waktu
Suara Bang Rico terhenti saat Jihan datang membawakan secangkir teh hangat untuknya.
"Rindu Mbak Asya ya?" tanya Jihan sambil memberikan cangkir teh nya untuk Bang Rico.
Bang Rico tersenyum.
"Sebenarnya.. ada gadis yang Abang suka" jawab Bang Rico.
deg..
Hati Jihan terasa sakit, tak tau bagaimana dan entah mengapa hatinya terasa sakit.
"Kenapa Abang tidak melamarnya? Kasihan Gazha" kata Jihan.
"Sudah mau Abang lamar, tapi papanya tidak setuju. Sebentar lagi mau Abang resmikan saja, biar semuanya jelas dan Abang juga tidak beban karena Abang sudah.. menikmati tubuhnya meskipun tidak sepenuhnya Abang lakukan" ucap Bang Rico jujur di hadapan Jihan.
"Kenapa Abang lakukan itu? Abang keterlaluan sekali" air mata Jihan berlelehan.
"Jadi duda itu berat, Abang manusia biasa.. punya hati.. punya rasa. Saat ada kesempatan, tidak mungkin hati Abang tidak tergoda" saat itu, Bang Rico tidak berani menatap mata Jihan.
"Apa kamu punya kekasih?"
Kekecewaan Jihan semakin menjadi, ia mengusap air matanya.
"Bukan kekasih, mungkin tidak akan pernah menjadi kekasih. Jihan kagum padanya, tapi.. lama-lama Jihan jatuh hati padanya" jawab Jihan.
Kini hati Bang Rico yang begitu sakit bagai tersayat. Perasaannya hancur lebur.
"Siapa dia? Apa Abang mengenalnya?" tanya Bang Rico berusaha tegar. Ada sesuatu yang harus ia pertanggung jawabkan.
"Untuk apa Abang tau, Jihan juga tidak ingin mendengar masa lalu Abang" jawab Jihan.
"Karena Abang ingin menaikan namamu, agar sah pada hukum militer. Apa kamu sudah siap? Kamu tau tujuan kita kesini khan? Abang ingin melindungi namamu di hadapan semua orang.. biar mereka tau.. Jihan adalah istri dari Lettu Rico"
"Iya Bang, Jihan siap menjadi ibunya Gazha."
"Terima kasih atas kebaikan hatimu.. sudah bersedia menjadi ibunya Gazha" ucap tulus Bang Rico.
"Abang.. kalau boleh tau, seberapa lama Jihan menjadi ibunya Gazha?" tanya Jihan.
"Selamanya.. seumur hidup.. sampai surgaNya kamu tetap menjadi ibunya Gazha" jawab Bang Rico.
Jihan kembali menangis tak sanggup merasakan hidupnya, ia akan hidup tanpa cinta dan hanya mendapat status palsu dari pria di sampingnya, tapi karena cintanya pada Gazha.. ia pun tulus melakukannya.
Disana Jihan pun tak tau bahwa di sampingnya ada yang menitikan air mata tanpa suara.
Siapa pria itu? Kenapa hatiku sakit dan tidak bisa menerima nya? Apa Vian yang kamu cintai? Bagaimana caranya agar kamu tidak lari dariku?
"Satu bulan lagi kita pengajuan nikah, Komandan masih sibuk. Nggak apa-apa khan?" tanya Bang Rico memastikan.
"Iya Bang, nggak apa-apa"
.
.
.
.
__ADS_1