Sayap Perwira 2. ( Sang Petarung )

Sayap Perwira 2. ( Sang Petarung )
79. Demi gadis kesayangan.


__ADS_3

Bang Winata panik saat beberapa anggota melaporkan keberadaan Bang Rico di dalam kamar sebuah hotel.


Rapat terpaksa di alihkan ke tempat lain karena dinas dan POM Batalyon akan menyelidiki keberadaan Bang Rico


:


"Kamu pulang saja Sya..!!" kata Bang Winata.


"Asya mau lihat sendiri Bang.. kenapa Bang Rico ada di kamar bersama wanita lain" jawab Asya.


Bang Winata pun tidak bisa lagi mencegah keinginan Asya. Akhirnya Asya pun ikut bersama para anggota yang akan menemui Bang Rico di dalam kamar.


"Baiklah kalau kamu mau ikut.. tapi kamu harus janji untuk tahan emosimu karena apapun yang terjadi disana.. kita tidak pernah tau awalnya" pesan Bang Winata pada Asya.


"Asya ngerti Bang"


:


Melalui bantuan pihak hotel, beberapa anggota bisa membuka kamar yang sedang di gunakan Selena dan Bang Rico.


Begitu Asya, Bang Winata, Bang Yudha dan Bang Pandu datang.. ada pakaian wanita tercecer di lantai. Dengan menguatkan hati, Asya melanjutkan langkahnya.


Terlihat duduk di ranjang.. Selena yang sedang menangis sesenggukan menutupi tubuhnya dengan selimut sedangkan Bang Rico tertelungkup masih mengenakan seragam lengkap.


"B******n kamu Selena..!!!!!!!" Bang Rico mengumpat tak karuan, ia sampai menitikan air mata tak sanggup merasakan tubuhnya.


"Astagfirullah Rico..!!! Kok bisa kamu sampai berbuat seperti ini...!!!!" tegur keras Bang Winata.


"Bawa perempuan ini keluar Bang..!!!! Aku butuh Asya sekarang..!!! Panggilkan Asya Bang..!!" teriak Bang Rico tak tahan lagi.


Bang Winata segera 'membungkus' Selena dan menggiring nya ke toilet agar merapikan diri.


"Aku nggak mau.. Mas Rico sudah mengambil kesucianku..!!" teriak Selena.


"Nanti jelaskan di kantor..!!" Bang Winata sedikit memaksa agar Selena segera merapikan diri.


"Aku lebih baik mati daripada menyentuh wanita lain selain istriku..!!!!" dengan lantang Bang Rico mengucapkannya di hadapan semua orang.


"Tapi kamu sudah melakukannya Mas" teriak Selena.


"B*****t.. diamlah kamu perempuan sial..!!!" Bang Rico sudah mengamuk di atas ranjang.


~


Bang Yudha membalik tubuh Bang Rico. Pakaiannya sudah acak-acakan dan terbuka. Asya terduduk lemas di ranjang kemudian menutup tubuh suaminya dengan sisa selimut yang ada.


Asya mengusap air matanya melihat Bang Rico terus mengerang dan tubuhnya menegang hebat.

__ADS_1


"Asyaaaa.." Bang Rico terus merintih. Wajahnya terlihat penuh sesal.


"Kenapa Abang selalu diam-diam menemui wanita lain. Kenapa Abang selalu mengecewakan Asya?" tanya Asya lirih.


"Sebaiknya kamu temani Rico dulu. Kamu ada di luar kalau kamu butuh sesuatu..!!" kata Bang Yudha kemudian meninggalkan Bang Rico dan Asya berdua.


~


Asya memperhatikan leher Bang Rico banyak tanda. Tapi ia sempat melihat tak ada tanda apapun di tubuh Selena. Ia mengingat kata-kata Bang Rico bahwa dirinya harus kuat mempertahankan miliknya.


"Apa yang dia lakukan sama Abang? Apa Abang menghabiskan waktu berdua sama Selena?" tanya Asya saat Bang Rico mulai bisa menatapnya.


"Kamu bisa bunuh Abang kalau Abang nggak bisa menjaga diri. Abang memang sempat lupa.. tapi bukan berarti Abang tidak bisa mengontrol segala tindakan Abang" Jawab Bang Rico memegang tangan Asya dan begitu berharap Asya bisa percaya padanya.


"Lakukan saja.. Abang ikhlas mati di tanganmu kalau sampai Abang melakukan zina dengan wanita lain"


"Asya kesal dia sudah pegang-pegang Abang..!!"


"Abang tau sayang. Maaf.. Abang salah" suara Bang Rico sudah semakin berat tertahan.


"Sekarang.. bisakah kamu bantu Abang?"


Rasa sakit itu masih terasa dalam hati Asya. Bayangan Bang Rico berdua dengan wanita lain sungguh melukai hatinya.


Asya sedikit membungkuk dan mengecup bibir Bang Rico.


Bang Rico mengangguk pasrah.


"Abang percaya"


:


Asya sudah sangat lelah meladeni keinginan Bang Rico tapi suaminya itu masih terus meluapkan segalanya bahkan kali ini lebih liar, tapi sebisa mungkin Asya menuruti Bang Rico.


Beberapa menit kemudian selesailah sudah dan habis hingga tanpa sisa.


"Percayalah.. Abang menjaganya untuk kamu" kata Bang Rico.


"Bagaimana Abang nggak sayang sama kamu kalau kamu sudah memenuhi apa yang Abang butuhkan"


Asya memeluk Bang Rico dengan erat.


"Semua akan baik-baik khan Bang?" tanya Asya.


"Iya.. Kamu tenang saja.. Abang pasti mengusut tuntas masalah ini. Abang tau semua ini hanya permainan Mama sama Selena" jawab Bang Rico.


Asya tidak ingin menangis lagi di hadapan Bang Rico meskipun hatinya menangis kencang.

__ADS_1


...


Bang Rico dan Asya keluar dari kamar dan disana banyak orang yang sudah menunggu nya dengan cemas.


"Kita kembali sekarang..!! Saya sudah baik-baik saja" ajak Bang Rico berwajah datar.


"Sobri.. nanti kamu antar istri saya pulang. Saya mau ke tempat lain" perintahnya untuk Om Sobri.


"Kamu mau kemana?" tanya Bang Win.


"Ke tempat Mama dan Selena" jawab Bang Rico.


"Sama Abang.. Jangan coba-coba sendirian lagi" tolak Bang Win.


"Mama sudah keterlaluan, Selena tak tau aturan. Mereka sudah bersekongkol untuk menghancurkan rumah tanggaku Bang" kata Bang Rico geram.


"Abang tau Rico.. tapi menembus pertahanan Papa saat ini bukanlah ide yang baik. Mama pasti akan punya seribu cara untuk bersembunyi dan yang paling parah.. kamu akan di tangkap dan tidak akan bisa kembali" Bang Winata mencoba menengahi dan mendinginkan situasi.


"Abang lihat nggak kelakuan Selena?? Kalau tadi aku sampai khilaf menyentuhnya.. bisa jadi apa rumah tanggaku? Bagaimana Asya merasakan semuanya??" amarah Bang Rico sudah semakin menjadi.


"Sungguh kamu nggak menyentuhnya?? Kamu terkena pengaruh obat Ric. Bagaimana kalau kamu lakukan saat kesadaranmu belum stabil. Abang pasti juga paham keadaannya lah Ric" tanya Bang Winata yang begitu cemas dengan keadaan Bang Rico tapi perdebatan mereka disana sampai melupakan kehadiran Asya disana sampai Bang Rico tersentak.


"Abang.. cukup..!!" Bang Rico menegur Bang Winata agar perbincangan mereka tidak semakin menjadi sebab Asya sudah terlihat tidak sanggup mendengarnya dan Bang Rico sendiri tidak tega melihat reaksi istrinya itu.


"Sudah.. ayo kita kembali ke asrama, dan kamu Rico.. kamu ada dalam pengawasan Abang. Tidak boleh kemana-mana sampai selesai penyelidikan ini..!!" perintah Bang Pandu.


Bang Rico menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan.


"Ayo dek.. kita pulang" ajak Bang Rico mengulurkan tangannya tapi reaksi Asya sungguh di luar dugaan.


Asya berjalan lebih dulu dan meninggalkan Bang Rico.


"Astagfirullah hal adzim.. bagaimana lagi cara Abang harus menjelaskan sama kamu dek. Demi Allah dek.. Abang masih sadar" gumam pelan Bang Rico.


Semua senior disana langsung merangkul Bang Rico memberi dukungan padanya.


"Kamu hanya perlu merayu istrimu. Biar kasus ini Abang-abangmu yang bantu kawal" kata Bang Pandu.


"Siap Bang.. terima kasih"


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2