Sayap Perwira 2. ( Sang Petarung )

Sayap Perwira 2. ( Sang Petarung )
97. Akhir.


__ADS_3

Setelah kami periksa.. istrimu masih tetap menggunakan obat-obatan, juga ada indikasi peningkatan tekanan darah hingga akhirnya terjadi hal fatal seperti ini. Istrimu depresi Ric.


Ucapan seniornya itu selalu terngiang di telinga Bang Rico. Sebagai seorang suami.. ia


serasa bodoh dan kecolongan tak bisa istrinya dari obat-obatan haram hingga akhirnya Asya meregang nyawa karena depresi.


Rico sudah meneguk empat botol minuman setan. Matanya memerah, ia juga meminum obat berdosis tinggi lalu meneguk minuman setan itu lagi.


"Apa gunanya aku hidup? Aku mati-matian mempertahankan nyawaku setelah Acep tiada hanya untuk Asya.. sekarang Asya pergi. Lalu kenapa saat itu bukan aku saja yang mati?" mata Bang Rico mulai berkunang-kunang. Kepala nya pening, Bang Rico terbatuk saat menghisap batang rokok terakhirnya setelah menghabiskan dua pack penuh.


Gelap gulita derasnya air terjun menjadi saksi perasaan Bang Rico saat ini. Ia membuka bungkus rokok ketiganya.


Sayang.. ingin kuteriakan namamu dalam derasnya hujan, ingin kurengkuh dirimu dalam dinginnya malam, dan ingin kumemeluk mu dalam rindunya hati. Sesakit inikah kehilanganmu sayang?.


Air mata itu enggan menetes meskipun dalam hati sudah menjerit dengan beban batin yang begitu berat. Bang Rico meremas dadanya mulai terasa sakit.


"Abang ingin tenggelam dan tidak ingin percaya semua ini, terlalu sakit Abang rasakan kehilanganmu. Abang menyesal terlambat tau sakitnya perasaanmu selama ini. Apakah ini caramu menghukum Abang yang terlalu bodoh menjadi suamimu?"


Bang Rico bersandar dengan kasar karena tak kuasa menahan berat tubuhnya.


"Selamat jalan sayang.. Abang akan selalu mencintaimu. Tidurlah.. Kita hanya berbatas ruang dan waktu.. tapi percayalah. Cinta Abang selalu untukmu" setelah sekian lamanya baru air mata itu meleleh deras.


***


Batalyon mendapat kabar bahwa Lettu Rico di temukan sedang berada di rumah warga karena pingsan di samping air terjun di luar kota.


Bang Yudha, Bang Winata dan Bang Tino bersama beberapa anggota lain segera menjemput Bang Rico.


...


"Benar Pak, ini anggota kami. Terima kasih banyak bantuannya" kata Bang Winata.


"Sama-sama Pak.. sepertinya Pak Rico ini mabuk berat, ada obat dan beberapa botol di sampingnya." kata seorang Bapak yang sudah menyelamatkan Bang Rico.


"Iya Pak, biar kami yang menangani. Pak Rico ini kemarin baru saja kehilangan istri.. mungkin masih emosional" jawab Bang Yudha.

__ADS_1


"Semoga keadaan Pak Rico segera pulih kembali"


"Terima kasih Pak" jawab Bang Winata dan Bang Yudha bersamaan.


-_-_-_-_-


Para anggota lumayan kewalahan menghadapi tingkah Bang Rico di dalam mobil. Bang Rico berontak dan mengamuk, ingin lompat dari mobil dan meracau tidak jelas.


"Ya Tuhan Bang.. sadar.. Istighfar" kata Om Tino.


"Mana minumku?? Kamu buang kemana botol minumku???????" teriak Bang Rico.


Segala umpatan pun terlepas dari bibir Bang Rico.


"Astagfirullah.. sadar Ric. Ini mobil sampai oleng lho" Bang Yudha sampai cemas karena mobil yang di bawa Bang Tino berlenggak lenggok kesana kemari.


"Asya mana Asyaaaa..??? Aku hubungi berkali-kali nggak di angkat juga." teriak Bang Rico di dalam mobil.


"Allahu Akbar.. sakit telinga Abang Ric..!!" Bang Winata memeluk adiknya itu. Lama kelamaan tak tega juga Bang Winata melihat keadaan Bang Rico.


"Sholat Ric, jangan mabuk..!!"


***


"Saya akan beri Rico waktu untuk menenangkan diri, percuma saja Rico masuk kerja kalau keadaan mentalnya tidak stabil." kata Danyon karena ikut prihatin melihat keadaan Bang Rico.


"Siap komandan, akan saya sampaikan. Terima kasih atas kebijakan nya" secara formal Bang Winata mewakili adiknya.


...


"Lailaha Illallah.. Ricooooo.. kamu ini benar-benar nggak mikir makan? Nggak mandi? Apa dengan bertingkah seperti ini Asya akan kembali?? Apa dia bangga suaminya mabuk-mabukan???" tegur keras Bang Winata.


"Mandi kamu..!!! Ayo sholat..!!!!!!!!!"


Bang Winata dan Bang Yudha terpaksa menyeret Bang Rico agar mau mandi.

__ADS_1


"Jalan Ricoo..!! Jangan keterlaluan kamu..!!"


~


"Dakinya Masya Allah..!!" Bang Winata menghantam punggung Bang Rico dengan gayung, Bang Yudha menggosok badan Bang Rico sedangkan Bang Tino bertugas menyiram Bang Rico dengan selang.


Bang Rico terus memberontak sampai akhirnya kedua seniornya itu basah tak terkecuali Bang Tino yang sudah basah kuyup.


:


Bang Winata menyuapi Bang Rico tapi hanya satu sendok saja yang bisa masuk ke dalam perut Bang Rico.


Bang Tino selesai memasang infus untuk Bang Rico.


"Ya Allah, cepat pulih.. jangan berlarut dalam kesedihan. Tidak ada yang mau merasakan kehilangan, tapi kita manusia bisa apa? Pasrahkan semua, bersujud sekuat Abang sampai hati Abang tenang"


"Astagfirullah.. Astagfirullah.. Astagfirullah.. Rasanya aku nggak kuat" ucapnya berurai tangis.


"Terus Bang, terus..!! sekuat Abang" kata Bang Tino.


Bang Yudha dan Bang Winata pun turut menenangkan Bang Rico.


.


.


.


.


Cek kelanjutan episodenya ya😉👉. Ayo ramaikan.. !!!


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2