Sayap Perwira 2. ( Sang Petarung )

Sayap Perwira 2. ( Sang Petarung )
89. Salah lagi.


__ADS_3

"Aduuuhh ampun dek. Itu cuma girlband aja" Bang Rico mulai kewalahan menangani lincahnya tangan Asya.


"Cuma...??????? Abang minta di hajar???????" Asya semakin gemas sampai mencubiti pinggang Bang Rico.


:


Bang Rico dan Bang Yudha duduk di hadapan Netta dan Asya di balik pot bunga agar tidak terlihat para anggota lain. Mereka berdua duduk gelisah seperti maling yang tertangkap basah sedangkan Asya dan Netta memeriksa ponsel keduanya.


"Jangan saling lirik..!!" kata Netta saat Bang Rico menyenggol lengan Bang Yudha.


Bang Rico dan Bang Yudha tak berani berkutik dan hanya diam menunduk di hadapan dua orang ratunya itu.


"Astaga.. kapan Abang mulai simpan gadis-gadis ini?" gumam Mbak Netta melotot tajam saat meneliti file pribadi Bang Yudha.


Bang Yudha masih tetap pada posisinya.


"Ya Allah Bang, ingat umur..!! Apa Asya kurang kasih Abang pemandangan??? Apa Abang kira Asya nggak bisa seperti perempuan ini??? Benar-benar ya Abang ini buat Asya jengkel...!!!!!!!!!" Asya memukuli lengan Bang Rico karena sudah terlalu gemas juga saat melihat isi file milik suaminya.


"Iya dek... ampuun..!!" Bang Rico menunduk seperti bocah yang sedang di marahi ibunya.


Tanpa di sangka, Bang Tino masuk membawa dua kantong pupuk dan meletakan di pinggir taman dan melihat 'pemandangan indah' itu. Hatinya bertanya-tanya mengapa seniornya duduk di hadapan istri dengan wajah lemah, letih dan lesu.


"Waahh.. acara apa ini Bang? tumben pada berduaan. Apa Abang yang akan isi drama buat acara kunjungan pusat sama Bu Alisa? Atau Bang Yudha yang di plot?" tanya Bang Tino tanpa tau situasi nya.


Astaga Tuhan. Mati aku..!! Kenapa pula ini si Tino ngomong begini??


"Bu Alisa itu istri siapa Om?" tanya Asya.


"Istrinya Praka Rochim Mbak" jawab Bang Tino.


"Tinoo..!!! Jangan ikut campur kamu" tegur Bang Rico mulai geram tentang hal yang berhubungan dengan Bang Tino. Dirinya selalu naik darah.


"Iya Tin..!! kamu siapkan saja untuk acara penyambutan" kini Abang Yudha ikut was-was dan panik. Rasa paniknya melebihi baku tembak di medan perang.


"Apa yang Abang-abang sembunyikan.. Katakan dengan jelas. Lisa itu.. atau Lisa yang ini???" wajah Asya terlihat semakin menakutkan.


"Itu..!!"


"Ini..!!" jawab Bang Rico bersamaan dengan Bang Yudha.


Raut wajah Asya dan Netta semakin geram.


"Yang mana?????" teriak Netta.


"Ini..!!"


"Itu..!!" jawab Bang Rico yang akhirnya menjadi jengkel karena tidak bisa pas dengan jawaban Bang Yudha.


Gigi Asya sampai bergemeretak saking jengkelnya.


"Asya salah apa sih sama Abang.!!!!!!" Asya menyingsing lengan bajunya, menarik tangan Bang Rico lalu menggigit tangan itu sekuatnya.


"Hwaaaaaa.. Ya Allah.. Abang bisa rabies dek..!!" teriak Bang Rico.


Mendengar itu Asya semakin kuat menggigitnya.

__ADS_1


Disana mata Bang Yudha melirik Netta dan ternyata istrinya itu sudah menatapnya tajam. Entah apa yang ada dalam pikiran Bang Yudha. Seketika itu juga Bang Yudha berlari kencang dan Netta mengejar nya.


Bang Tino merasa bersalah di tengah kerusuhan itu. Kakinya berjingkat melipir dan akhirnya melarikan diri tidak ingin ikut campur dalam urusan rumah tangga kedua seniornya.


-_-_-_-_-


Bang Rico dan Bang Yudha langsung mencari Bang Tino. Juniornya itu sudah membuat suasana menjadi panas hingga Asya dan Netta marah besar. Netta pulang membawa wajah mendung sedangkan Asya sesenggukan seperti sensitifnya bumil pada umumnya.


"Uuugghh.. pengen kuremas bibir si Tino itu Bang" kata Bang Rico tak bisa menyembunyikan rasa jengkelnya.


"Podo.."


"Kalian cari siapa?" tanya Bang Pandu menghampiri kedua juniornya.


"Cari si Tino nih Bang. Nggak kelihatan batang hidungnya. Kira-kira kemana dia ya?" Bang Yudha celingukan mencari Tino.


"Ooohh.. dia ada di belakang aula. Lagi setting konsep untuk acara kunjungan" jawab Bang Tino yang tidak tau duduk persoalannya.


"Terima kasih Bang" Secepatnya Bang Rico dan Bang Yudha berlari mencari keberadaan Tino.


~


Bang Tino meronta karena kedua seniornya itu menyergap dan mendorongnya ke sudut tembok.


plaaakkk..


"Lain kali jangan sok tau. Gara-gara kamu.. Abang ribut sama istri" Bang Yudha menampar pipi Bang Tino walaupun tidak kencang.


Bang Rico mencubiti perut Om Tino tanpa perasaan.


Bang Tino bergidik ngeri melihat seniornya berubah beringas padanya. Dalam hatinya banyak berdo'a agar pertolongan segera datang. Tak berapa lama berselang, Bang Pandu datang dan menghampiri mereka.


"Heehh Yudha.. Rico.. ada apa ini?? Kenapa kamu main hakim sendiri????" tegur Bang Pandu.


"Begini Bang.............."


:


"Waaaaahh.. seksoy sekali. Kok Abang lihat di aplikasi.. nggak ada ya video seperti ini?" tanya Bang Pandu yang ikut melotot melihat cantiknya Lisa dalam pandangan mata mereka.


"Kirim ke ponsel Abang..!!" perintah Bang Pandu.


"Kamu geser lah Tin.. bujangan jangan banyak lihat yang begini. Bisa sawan nggak ada lawan" kata Bang Rico yang sudah mulai luntur rasa kesalnya. Ternyata Lisa ini adalah sosok pemersatu sekaligus sosok perpecahan yang ada.


Mata keempat pria itu seakan mau lepas melihat goyang pinggull girlband cantik itu.


"Seeeeeerrrrr...!!!" Bang Rico mulai terpancing pertama kali.


"Hobaaaaahhh.." Bang Yudha pun mulai ikut terbawa suasana.


"Iki ganti lagu koplo iso ora??" celetuk nyeleneh Bang Pandu membuat Bang Rico semakin bersemangat.


"Ada Bang, ada yang sudah di edit lagu koplo tapi pakai goyangnya mereka" jawab Bang Rico.


"Mana Bang, cepat buka..!!" entah setan apa yang merasuki Bang Tino. Bujangan satu ini malah yang paling bersemangat membakar rasa penasaran seniornya.

__ADS_1


"Oke.. okee" Bang Rico pun membukanya.


Keempat pria itu saling mendekat melihat layar ponsel Bang Rico.


"Kok itu Ric????" tanya Bang Pandu.


//


Asya duduk di terasnya sambil menatap bunga yang tadi pagi baru saja di siram Bang Rico. Ia membolak balik pikirannya. Hatinya merasa bersalah dan tidak tega karena sudah bersikap tidak baik pada suaminya.


Di rumahnya.. Netta juga merasa sangat bersalah karena sudah jahat pada Bang Yudha, ia pun segera pergi menghampiri Netta.


~


"Ayo mbak, kasihan ya suami kita. Kita marahi terus sejak tadi"


Telat saat itu Fasya baru bangun tidur dan keluar menuju teras. Badannya masih sedikit lemas tapi sudah jauh lebih baik.


"Mbak mau kemana?" tanya Fasya.


"Ke kantor Abang" jawab Asya.


"Ikut donk Mbak" pinta Fasya.


"Bukannya Bang Pandu melarangmu kemana-mana?" tanya Mbak Netta.


"Fasya bosan mbak.. ikut ya..!!"


"Ya sudah.. kita kesana sekarang saja" ajak Asya.


:


"Alaahh.. ayunee..!!" gumam Bang Pandu sampai melotot.


Bang Rico sudah duduk dengan gelisah. Tiba-tiba dirinya sangat merindukan Asya.


"Jangan lihat ini lagi deh Bang. Kepala saya cenat cenut" tegur Bang Rico.


"Ini Asyik Bang" kata Bang Tino.


Bang Yudha sudah anteng tidak bisa merespon apapun lagi.


Sekali lagi Bang Rico menoleh melihat video penari panass dan 'live drama' yang entah masuk lewat akun yang mana. Yang awalnya ia hanya melirik.. kini benar-benar melihatnya dengan jelas.


"Halaahh.. kudu njawil wae iki piye Bang" ucapnya gemas sendiri sambil bertanya-tanya dalam hati.


Aku seperti nggak asing lihat goyangan seperti ini, hanya saja lebih hot. Tapi dimana ya??.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2