
Maaf untuk segala slow up nya ya kak. Alasan nya karena kesibukan pribadi yang tidak bisa di tinggalkan. Terima kasih pembaca setia Nara. 🙏🙏🙏
🌹🌹🌹
Bang Rico menyuapi Asya. Entah sejak kapan ada rasa belas kasih yang muncul dari dalam hatinya.
"Habiskan makannya biar cepat sehat..!!" kata Bang Rico.
"Lebih baik Asya sakit daripada di suruh beres-beres rumah" jawab Asya.
Bang Rico mengulum senyumnya. Ekspresi wajah marah Asya kali ini begitu menggemaskan.
"Bantu Abang sedikit khan nggak apa-apa" gumam Bang Rico.
"Abang sudah banyak kegiatan kantor, kalau ada bantuan dari istri sholehah ya Alhamdulillah"
"Iya, Asya bantu. Pakai do'a aja" jawab Asya ketus.
"Alhamdulillah" ucap Bang Rico meskipun Asya terdengar sangat menyebalkan.
"Kalau istri ikhlas, apapun yang di lakukan suami pasti lancar. Lancar pekerjaan nya, lancar rejekinya, terutama lancar membimbing istrinya"
Asya gemas sekali, ingin rasanya mengajak pria di hadapannya ini baku hantam.. tapi sayangnya pria ini perlahan membuatnya luluh.
"Ayo makan lagi..!!"
Asya pun makan dengan lahap.
Andaikan seluruh pria di dunia ini sepertimu Bang.. Mungkin tidak akan ada wanita yang menangis karena di duakan, tapi sayangnya pertemuan kita masih terlalu singkat, Asya belum mengenal Abang dan tidak tau bagaimana kehidupan Abang. Lagipula Asya ini bukan wanita baik-baik. Pantaskah Asya mendampingi pria berkedudukan seperti Abang. Kelak.. Asya hanya merepotkan Abang saja. Masih banyak wanita yang menginginkan ada di sampingmu.. Apakah Asya akan menjadi pilihan hati Abang?.
"Semua orang punya masa lalu, Tapi percayalah.. tidak semua orang memiliki garis hidup yang sama. Mungkin kita pernah melakukan kesalahan, tapi sebagai manusia kita berhak menjadi insan yang lebih baik" kata Bang Rico seolah tau isi hati Asya.
"Kamu mau kita memulai semua dari awal?" tanya Bang Rico.
"Maksud Abang apa?"
"Kita pacaran.. mulai dari awal lagi..!!" Bang Rico menyodorkan kelingkingnya, khas cara ABG yang sedang merayu. Ya.. kali ini dirinya harus mengalah mengikuti cara main Asya. Memaksa Asya mengikuti pikiran nya adalah sesuatu yang tidak mungkin.. maka dirinya lah yang harus memulai inisiatif. Jika kata menikah terlalu berat untuk Asya.. maka kata pacaran adalah cara yang tepat untuk melunakan hati sang istri.
"Oke.. Ini Abang yang minta ya..!! Jangan pernah menyesal" kata Asya memasang wajah setengah mengancam.
"Abang nggak akan menyesal, karena pacaran kita dalam tanda kutip" jawab Bang Rico.
__ADS_1
Teringat kata-kata Wardoyo tentang Asya. Sebagai seorang suami tentu hatinya merasa resah karena Asya tidak sepintar yang ia kira.
"Terserah.. Abang sudah pilih bom bunuh diri karena memilih pacaran sama Asya"
"Abang terima dengan senang hati" jawab Bang Rico.
***
Asya kaget sekali saat mendengar Wardoyo selama dua hari sempat di tahan Bang Rico di Batalyon.
"Abang menyekapmu?? Ehmm.. maksudku Pak Rico???"
"Bukan menyekap, lebih tepatnya di interogasi tapi Pak Rico tidak kasar sama aku. Sudahlah, aku sudah tau kalau Pak Rico itu suamimu" jawab Wardoyo.
"Haaahh.. darimana kamu tau????" tanya Asya panik.
"Aahh.. kamu ini memang keterlaluan sekali. Kamu pasti nggak ingat ya kejadian kemarin?? Suamimu itu sampai marah sekali" kata Wardoyo.
"Aku hanya ingat waktu Bang Rico memarahiku habis-habisan tapi aku nggak ingat kapan aku bilang tentang pernikahan rahasiaku"
"Bukan kamu yang bilang, tapi Pak Rico karena saat itu Pak Rico marah besar. Tidak ada satupun anggota yang bisa meredam amarahnya. Kamu saja di seretnya naik ke atas mobil" jawab Wardoyo sampai mata Asya membulat besar.
"Aku sudah mencobanya, tapi sulit sekali War"
"Lawan Sya.. masa depanmu masih panjang. Kamu juga istri seorang prajurit..!!" kata Wardoyo mengingatkan sahabatnya itu.
"Pak Rico sangat mencemaskan mu. Kamu harus cerita tentang dirimu..!!"
"Apanya??? Setiap hari biawak itu selalu mengajak ku ribut. Mana ada dia cemas sama keadaanku??"
Wardoyo sampai menggeleng melihat kepolosan Asya. Meskipun dalam hati dirinya menyimpan rasa pada Asya tapi dirinya tak berani mendekatinya Asya apalagi hanya untuk sekedar bermain-main dengan satu alasan.. ia masih menyandang status pelajar. Mungkin jika dirinya bukan pelajar.. sudah pasti dirinya akan merebut hati Asya.
"Suka mengajakmu ribut bukan berarti tidak ada rasa. Mungkin kamu sama Pak Rico............"
"Aahh sudah lupakan..!! Kau juga jangan mengatainya biawak. Benar-benar durhaka" Wardoyo meralat kata-katanya dan mengingatkan Asya.
Tanpa mereka sadari Bang Rico mendengar percakapan mereka. Suami Asya itu memilih pergi karena beberapa minggu lagi akan ada ujian nasional untuk kelulusan semua siswa.
...
"Saya sudah mulai sibuk dengan kegiatan kantor Pak. Sepertinya tidak bisa membantu para guru untuk mengawasi siswa saat ujian" kata Bang Rico.
__ADS_1
"Oohh begitu ya Pak Rico. Baiklah saya pahami keadaannya." kata Bapak kepala sekolah.
"Tapi Pak Rico bisa membimbing anak-anak sampai menuju akhir khan?"
"Iya Pak.. Insya Allah bisa" jawab Bang Rico karena dirinya masih harus menjaga Asya sampai istrinya itu benar-benar lulus dari sekolah.
...
Mikha memperhatikan raut wajah Pak Rico yang terus menatap Asya. Tatapan sungguh berbeda. Sarat akan cinta dan rasa sayang.
"Sya.. Aku rasa Pak Rico punya perhatian lebih sama kamu"
Dua kali ini Asya mendengar sahabatnya mengatakan hal yang sama tentang sosok Pak Rico. Perasaan Asya sedikit terketuk mendengar ucapan sahabatnya.
"Pak Rico sudah punya pacar apa belum ya. Aku pengen 'nembak' Pak Rico" kata Mikha membuat mata Asya langsung membulat besar. Asya bingung melihat reaksi Mikha sebab seperti nya Mikha sudah tau status dirinya dan Pak Rico.
"Dia sudah punya istri. Kau khan tau hubunganku dengan Pak Rico" jawab Asya.
"Kau bercanda. Mana ada guru dan murid saling dekat, lagi pula pak Rico tentara, nggak mungkin dia suka bocah macam kita. Tapi kalau aku tikung, pasti bisa.. secara pasti aku jauh lebih muda dan lebih menarik dari istrinya" ucapan Mikha seketika membuat hati Asya terasa mendidih. Rasanya ia ingin menelan Mikha bulat-bulat.
:
"Besok Abang nggak usah pakai baju serapi ini..!!" kata Asya saat tak sengaja bertemu Bang Rico di depan toilet.
"Abang khan kerja, masa harus berantakan???" tanya Bang Rico.
"Nggak boleh.. mata perempuan disini kalau lihat Abang jelalatan" pekik Asya kesal.
"Waduuuhh.. Cemburu Neng?"
"Buat apa cemburu, kegantengan aja Abang" Asya semakin marah dan pergi meninggalkan Bang Rico.
Lihat aja kamu dek. Pelan-pelan pasti kamu akan merasakan nya. Cinta karena Allah yang menyatukan kita dengan caranya.
.
.
.
.
__ADS_1