
Adhi melihat Kenzo pergi menjauh dan berencana untuk pergi juga. Dia hanya memiliki waktu sampai malam ini saja di Jakarta. Besok dia akan pergi ke Singapura dan mungkin tidak akan melihat Jakarta lagi untuk beberapa lama. Proses penjualan rumah bisa diatur meskipun dia berada di Singapura. Adhi mengendarai mobil sewaaan dan menyusuri semua jalan di Jakarta yang pernah diingatnya. Tak lama dia berhenti di suatu tempat yang sangat akrab dengan hatinya. Gang ini, kenapa dia kemari? Adhi tidak ingin menghabiskan banyak waktu disini dan memilih untuk melanjutkan perjalanan saat mobilnya menyenggol seseorang.
"Waduh. Bisa bawa mobil gak?"
Seorang pria marah-marah di depan mobilnya. Adhi tidak pernah melihat pria tua itu datang. Apa karena dia melamun tadi?
Dengan segera Adhi keluar dari mobil dan meminta maaf karena kecerobohannya.
"Maaf Pak. Saya melamun sebentar tadi"
"Melamun? Lho, bukannya kamu"
Adhi mengangkat dagunya dan melihat seorang pria dan wanita tua di depannya. Bukankah mereka?
"Oh, kamu suaminya Feli ya" kata ibu Ambar masih mengingatnya.
Seharusnya dia tidak kemari tadi. Kenapa juga tangannya membawa Adhi kemari?
"Maaf Pak, Bu. Saya tidak sengaja"
"Kami yang seharusnya minta maaf"
"Apa?" Adhi kini merasa tidak mengerti.
"Kami gak bisa datang waktu istri kamu ... "
Oh, Adhi kini mengerti.
"Tidak apa-apa. Saya tidak mempermasalahkannya"
"Bukannya kamu diluar negeri? Kok ada di Jakarta?"
Sebenarnya Adhi ingin sekali segera pergi dari tempat ini. dia takut keberadaannya disini akan diketahui Ambar. bagaimana kalau wanita itu melihatnya lagi? bagaimana kalau Ambar yang sudah menikah dan akan memiliki anak itu melihatnya?
"Saya ada urusan di Jakarta. Tapi besok kembali keluar negeri"
"Oh. Dimana sekarang? Inggris?"
"Eh, tidak. Di Singapura"
"Ohh. Duh, kamu memang bule ya. Tinggi banget. Leher ibu sampe capek"
__ADS_1
"Apa?" Adhi tidak pernah mendengar sesuatu seperti itu dari siapapun. Tingginya memang 186 cm tapi tidak pernah memiliki masalah dengan hal itu. Kenapa sekarang dia menerima komentar yangmenurutnya sangat lucu sampai tidak sadar tertawa?
Dan saat ada keheningan, Adhi mulai sadar melakukan kesalahan dengan tertawa di depan orang tua Ambar.
"Oh, maaf"
"Kamu kesini cari siapa?" tanya ayah Ambar yang tampak tidak suka dengan kehadirannya. Sejak tadi, pria tua itu menatapnya dengan tajam.
"Saya tidak mencari siapa-siapa"
"Kalo gitu pergi sana!" kata ayah Ambar lalu masuk ke dalam gang yang lebarnya tiga meter itu.
"Duh Bapak. Masa ngomong kayak gitu sama orang? Tapi ... bener juga. Kalo kamu gak cari siapa-siapa mending pergi aja. jangan sampe Ambar lihat kamu lagi. Kalo bisa jangan ke Jakarta lagi aja"
Apa? Kenapa sekarang dua orang tua ini seperti mengusirnya? Apa keuanya tahu tentang masalahnya dengan Ambar? Tapi wanita itu bukan tipe yang akan membuat kedua orang tuanya khawatir dengan menceritakan semua masalahnya.
"Maaf. Saya akan pergi sekarang juga"
"Bagus. Sampai sekarang aja Ambar belum bisa lupa sama Feli. Ibu takut kalo lihat kamu, Ambar bisa balik kayak dulu lagi"
Adhi berencana segera pergi tapi tertahan karena yang baru saja di dengarnya.
"Oh, ibu gak tau apa sebabnya. Tapi sejak kematian Feli, Ambar berubah. Gak mau makan sampai beberapa hari, gak mau kerja dan kerjaannya cuma sholat sambil nangis. Ibu pikir itu cuma sedih karena sahabatnya gak ada. tapi ternyata berlanjut sampe sekarang. Sekarang malah lebih parah dari dulu. Ambar bilang gak mau nikah, gak mau deket-deket ibu hamil dan kayaknya juga gak pernah telpon-telponan sama Rea lagi"
Adhi masih berusaha mencerna semua cerita ibu AMbar secara seksama. Dan ada yang mengganjal di hatinya.
"Ambar tidak mau menikah?"
"Iya. Kami udah berusaha mengenalkan sama siapa aja. tapi gagal"
"Tidak mau dekat orang yang hamil?"
"Iya. Ambar tuh sekarang kalo lihat orang hamil kayak ketakutan. Keluar keringat dingin terus menjauh gitu"
"Rea?"
"Oh itu lebih parah. Biasanya Ambar suka curhat sama temennya di inggris itu. tapi sekarang ibu gak pernah denger lagi nama Rea disebut. Ibu pernah tanya tapi wajah Ambar berubah saat Ibu bilang nama Rea"
Tunggu. Kenapa semua yang didengarnya sekaang berbeda dengan cerita Kenzo? kata anak buahnya yang bodoh itu Ambar sudah menikah dan sedang hamil. Bahkan saat dia bertemu Rea di Inggris, sahabat Ambar itu tidak pernah bercerita tentang hal ini. Ternyata mereka tidak saling menghubungi selama ini? karena apa? Kematian Feli? Apa wanita itu ... masih merasa bersalah? Sampai sekarang?
"Dimana Ambar?"
__ADS_1
"Apa?"
"Dimana anak ibu sekarang? Apa Ambar di rumah?"
"Kamu mau apa emangnya?"
Adhi menatap mata yang sedang melihat ke arahnya itu. benar, apa yang mau dia lakukan? Untuk apa dia mencari Ambar? Bukannya itu malah memperburuk keadaan yang sudah buruk?
"Saya"
"Ibu gak tau apa sebab anak ibu seperti itu. tapi kayaknya berhubungan sama kamu. Ambar suka sama kamu, suami temennya sendiri"
tepat sekali. Itulah yang terjadi. Tapi ada yang berbeda sedikit. Dia juga mencintai Abar. bahkan sangat mencintai wanita itu sampai melakukan kesalahan besar.
"Saya ... "
"Mending kamu pergi aja sekarang. Jangan datang kesini lagi. Semakin kamu jauh, kayaknya itu semakin bagus buat Ambar"
Ingin sekali dia menolak kata-kata ibu Ambar, tapi ... semua itu benar. Dia sebaiknya menjauh dari kehidupan Ambar, bagaimanapun keadaan wanita itu sekarang.
"Saya ... pergi sekarang" katanya lalu masuk ke dalam mobil. Dia menginjak gas dan meninggalkan ibu Ambar yang masih melihat ke arah mobilnya.
Untuk apa lagi dia bertemu Ambar? Ingin menambah rasa bersalah wanita itu? Hanya saja, saat dia mengira wanita itu telah melupakannya dan hidup bahagia. Ternyata semuanya berbeda dari harapannya. Apa yang harus dia lakukan sekarang? bagaimana dia bisa mengurangi rasa bersalah Ambar? Apa yang harus dia lakukan? Karena terlalu fokus pada pikirannya, Adhi secara tidak sengaja hampir menabrak mobil yang ada di depannya. Adhi mencoba menenangkan diri dan memutuskan untuk berhent di pinggir jalan terlebih dahulu. Pikirannya terlalu kalut untuk bisa melupakan Ambar.
Dimana sekarang wanita itu? Dilihat dari kelakuan orang tuanya, sepertinya wanita itu belum pulang ke rumah. Lalu dimana? Kenzo? tidak mungkin. Sepertinya Kenzo juga tidak terlalu dekat dengan Ambar. Lalu dimana? Adhi merasa kepalanya akan meledak karena memikirkan wanita itu. Tunggu ... ada satu tempat yang terpikir di otak Adhi. Toko. Adhi menyalakan mobilnya dan segera bergerak ke tempat yang dulu pernah didatanginya saat mengepas jas pernikahan.
"Benar" katanya saat menemukan mobil Ambar terparkir di depan sebuah ruko yang gelap. Tapi ... kemana wanita itu? Toko dan mobilnya dalam keadaan gelap. Apa jangan-jangan? Adhi tidak sabar dan mengetuk pintu ruko yang gelap. Tidak ada respon tapi dia melihat cahaya remang dari arah tangga. Adhi mencoba membuka pintu dan ternyata tidak terkunci. Dia segera mendatangi sumber cahaya dan menemukan wanita yang dicarinya.
Ambar, seperti inikah dirimu sekarang? tanyanya dalam hati lalu mendekati tubuh wanita yang terbaring di atas sofa itu. Bekas air mata tampak di pipi Ambar. Menangis? karena apa? Mengingat Feli? Ohh, apa yang sudah diperbuatnya pada wanita ini? Kenapa Ambar menjadi seperti ini?
Adhi terdiam saat Ambar mulai membuka matanya.Ya Tuhan, kenapa sampai sekarang dia masih mendamba wanita ini? Kenapa sampai sekarang dia tidak bisa melupakan kehangatan tubuh wanita ini? Kenapa dia masih sangat merindukan wanita ini?
"Fel, maafin aku" kata wanita itu lalu menutup wajah dengan kedua tangan dan menangis.
Kenapa? Kenapa Ambar masih merasa bersalah sampai sekarang?
"Aku masih bisa lihat cowok itu Fel. Aku gak bisa lupa sama cowok itu. maafin aku Fel"
Adhi mundur selangkah. Dia seperti tidak percaya dengan apa yang didengarnya baru saja. Ambar ... masih mencintainya. Bahkan sampai sekarang. Wanita itu ... masih belum bsa melupakannya.
Ya Allah, apa yang harus diperbuatnya sekarang? Apa dia harus menjauhi wanita ini? Atau dia bisa memeluk Ambar dan membiarkan mereka menyatukan cinta meskipun di atas rasa bersalah pada Feli? Adhi ingin sekali mendekat tapi tangannya tertahan. Satu sisi, dia ingin merengkuh Ambar tapi di sisi lain. Dia tidak ingin menambah rasa bersalah di hati Ambar. Untuk saat ini dia memilih untuk turun dan keluar dari toko Ambar. Adhi hanya bisa melihat ruangan Ambar dari mobilnya dan memastikan wanita itu tidak menyadari kehadirannya.
__ADS_1