
"Semua sudah siap Tuan Adhitama"
"Apa wanita itu ada disana?"
"Iya"
"Apa dia hidup dengan baik selama ini?"
"Sepertinya tidak Tuan. Yang saya tahu dia menikah dengan pengusaha Amerika tapi tidak berjalan lancar. Mereka bercerai saat wanita itu sedang hamil"
"Jadi dia memiliki anak?"
"Tidak. Saya dengar anaknya meninggal tepat setelah lahir"
Adhi menarik salah satu sudut bibirnya seakan ingin mengejek wanita yang sedang dia dan anak buahnya bicarakan.
"Biarkan dia keluar masuk klub dengan bebas. Tapi tetap awasi"
"Baik, Tuan"
Adhitama puas dengan laporan anak buahnya yang datang langsung dari London. Dia sudah lama menunggu kesempatan ini. Kesempatan untuk meluruskan hidup yang sudah dihancurkan karena kabar bohong yang disebarkan oleh satu wanita. Wanita tidak tahu diri. Wanita yang ditolongnya lalu berubah menikamnya dari belakang. Karena alasan remeh yang tidak bisa Adhi pahami.
"Bos, apa ada masalah di London?" tanya Kenzo yang baru saja masuk ke ruangan Adhi.
"Tidak ada. Dia hanya memberi laporan biasa"
"Tapi, Bos sampai harus pergi ke London minggu depan. Lama lagi, tujuh hari. pasti ada masalah besar"
"Aku ke London bukan untuk bekerja"
"Lalu?"
"Aku akan menghadiri pesta pra pernikahan Feli dan Danial"
"Apa? Bos yakin?"
"Yakin. Aku ... juga tidak akan kesana sendiri"
"Apa saya ikut ke London Bos?"
"Bukan. Tapi temanmu"
"Teman?"
"Ambar"
"Apa?"
Adhi melihat raut wajah kaget Kenzo. Pasti anak ini mengira yang bukan-bukan.
"Ambar yang diundang ke acara itu. Tapi ... aku sebagai kekasihnya otomatis diundang juga"
"Jadi ... Ambar akan pergi ke London juga?"
"Iya"
"Kenapa saya tidak diajak?"
"Karena bukan aku yang mengundang"
"Tapi, saya kan juga bisa dianggap teman Feli"
"Kurasa bukan Feli yang memutuskan akan mengundang siapa"
__ADS_1
"Kalau begitu, Bos ajak saya"
"Aku tidak mau"
"Bos"
"Aku kesana memiliki tujuan lain. Bukan hanya untuk menghadiri pesta Feli"
Kenzo tampak kecewa sekali sekarang. Tapi Adhi tidak ke London untuk berlibur. Dia memiliki agenda lain, yaitu untuk membersihkan namanya dan ... berharap bisa membuktikan kalau dia layak menjadi salah satu anggota keluarga Syahreza.
"Bos, saya harus ikut ke London. nanti siapa yang akan menjaga Ambar disana?"
Adhi menatap kesal anak buahnya yang masih bersikeras ingin ikut ke London.
"Kau pikir Ambar butuh perlindungan dari apa?"
"Apa? tentu saja dari para bule disana. pasti mereka akan menganggap Ambar imut lalu ... "
"Kau gila"
"Lho, benar ucapan saya. Ambar itu ... "
"Diamlah! Ambar bisa menjaga dirinya sendiri dan aku akan membawanya kembali ke Indonesia dengan selamat"
"Saya akan memegang janji Bos"
Sebenarnya Adhi juga tidak tahu apa yang akan terjadi disana. Ada Edrea dan Feli yang selalu bersama Ambar. Jadi, dia tidak perlu khawatir. Lagipula, siapa yang akan melakukan sesuatu pada wanita seperti Ambar? Wanita itu tidak bisa bersikap manis dan tampak sangat tangguh. Sesuatu yang tidak akan disukai oleh laki-laki manapun.
Kenzo keluar dari ruangan Bos-nya dengan lunglai. Beberapa pegawai cafe melihatnya dan mulai mencari tahu sebabnya.
"Kenapa Bos kecil?"
"Aku ... akan keluar dulu"
"Katakan pada Bos, aku pulang karena urusan keluarga"
"Bos Kecil"
Panggilan para staff cafe tidak membuat Kenzo melambatkan langkahnya. Dia harus pergi emnemui Ambar dan bertanya tentang perjalanan ke London itu.
Dia mempercepat laju mobilnya dan segera sampai di depan rumah Ambar. tapi ... yang sedang dilihatnya, membuatnya kesal setengah mati. Lebih dari saat dia menerima kabar liburan Ambar ke London tadi.
"Kenzo"
"Assalamualaikum Mbar"
Kenzo memandang sinis pria yang sedang duduk dan balas melihatnya.
"Siapa kau?" tanyanya sinis. Pria itu berdiri dan menunjukkan selera berpakaian yang tidak keren sama sekali.
"Ken, ini Mas Galih. Mas Galih ini Kenzo, teman saya dari SMU"
"Oh begitu. Salam kenal"
Kenzo tidak menerima uluran tangan pria itu dan beralih melihat Ambar dengan tatapan kesal.
"Apaan?" tanya Ambar sepertinya bingung.
"Kau ... akan pergi ke London dan tidak memberitahukanku?"
Mata Ambar terbuka bear, membenarkan tuduhan Kenzo padanya.
__ADS_1
"Aku diundang sama Feli dan calon suaminya"
"Kau juga akan pergi dengan Bos-ku?"
"Apa? Eh gak lah. Ngapain juga"
"Tapi Bos bilang kalau dia akan pergi bersamamu ke London. Sebagai keka ... "
Belum selesai Kenzo berucap, Ambar sudah memukul mulutnya dengan keras. Juga menyeretnya menjauh dari teras rumah.
"Kamu ngapain sih?"
"Kenapa? Benar kan? Bos tadi bilang kalau di diundang ke London karena menjadi kekasihmu"
"Ya bukanlah. Gila kamu. Aku itu diundang khusus sama Feli kesana, sebagai sahabatnya. Jadi bukan gara-gara Bos kamu"
"Apa? Tapi Bos bilang"
"Jadi, Bos kamu juga bakal pergi ke London juga?"
"Iya"
Ambar terdiam, tidak lagi mengajukan pertanyaan atau apapun. Kenzo baru kali ini melihat sikap Ambar yang berbeda dari biasanya.
"Oh gitu. Aku bener gak tau apa-apa. Tapi Feli undang aku sendiri waktu itu. Gak tau kalo ternyata Bos kamu ikut"
"Biarkan aku ikut"
Mata Ambar membesar lagi, seakan menentang ide Kenzo.
"Aku tidak akan merepotkan. Aku bayar tiket sendiri" lanjut Kenzo perlahan merasa dirinya kasihan sekali.
"Ken, aku diundang terus nanti tidurnya di rumah Rea. negeri orang jauhnya kayak gitu, gimana aku bisa tolong kamu kalo ada apa-apa. Belum lagi bahasanya"
"Tapi ... "
Ambar mendekat, mengulurkan tangan untuk menepuk punggung Kenzo. Tapi dihentikan oleh seseorang yang memiliki wajah garang mengarah pada Kenzo saat ini.
Ambar menelan ludahnya dengan susah payah. Saat mengetahui ayahnya menangkap tangannya yang akan menepuk punggung Kenzo.
"Bapak"
Ayahnya melihat ke arah Kenzo dan sepertinya tidak memiliki niat baik.
"Mau apa kamu kesini?"
"Pak, saya cuman mau tanya sama Ambar"
"Tanya apa sampai harus kesini? Gak tau kalo Ambar ada tamu?"
"Ini penting Pak"
"Gara-gara kamu,. Ambar bisa hilang kesempatan buat nikah. Tahu gak?"
"Nikah?"
"Pak!!!" Ambar kesal. Pertemuan demi pertemuan dengan Mas Galih dijalaninya tanpa mengeluh. Dia bahkan tidak berkata kalau semuanya membosankan hanya untuk menyenangkan kedua orang tuanya. Ambar dengan kesal kembali ke teras rumah dan menghadapi Mas Galih.
"Sebaiknya Mas Galih pulang aja dulu sekarang. Ambar pusing"
"Oh, iya. Kamu gak apa-apa?"
__ADS_1
"Gak"
Ambar segera masuk ke dalam rumah dan tidak ingin tahu lagi bagaimana nasih Kenzo bersama ayahnya juga mas Galih yang ada di teras rumah secara bersamaan itu. Dia tidak mau lagi melakukan pertemuan apapun dengan Mas Galih atau laki-laki lain. Dia tidak mau.