
Setelah mendengarkan nasehat tentang pernikahan sebaiknya dilakukan pada saat umur masih muda dari ayahnya, Ambar berangkat kerja. Sampai di toko, tubuhnya terasa tidak bersemangat dan lemah.
"Kenapa kak Ambar? Sakit?"
Ambar melihat dua pegawainya yang sudah datang dari jam delapan pagi dan berpikir kalau mereka sangat beruntung. Memiliki usia dua puluh tahun, kulit kencang, kesempatan untuk kuliah ... sesuatu yang tidak pernah Ambar alami. Sejak selesai kursus satu tahun, Ambar disibukkan dengan mencari uang yang banyak. Bukan hanya laki-laki atau pacar, dia bahkan tyidak dapat berpikir tentang penampilannya. Turun berat badan sebanyak dua puluh kilo merupakan satu-satunya hasil proses yang melelahkan itu. Juga renovasi rumah, toko dan mobil. Sebenarnya AMbar bersyukur tentang semua yang dia dapatkan dan tidak ingin terburu-buru menikah.
"Gak kok. Semua ini kotak yang mau dikirm Sabtu ini?"
"Iya kak. Setelah dicek dua kali, kemarin kami sudah mulai membungkus"
Ambar mengambil satu kotak contoh untuk souvenir Feli dan merasa puas.
"Kita harus selesaikan ini sebelum Kamis"
"Iya kak"
Ambar mulai duduk bersama dua pegawainya dan melakukan pengawasan ketat pada pengerjaan souvenir hasil tokonya. Tidak lupa dia menghubungi Feli dan memberitakan kalau semua kotak pesanan telah selesai dan siap dikirm Sabtu ini.
'Kamu kirim ke alamat ini aja ya Mbar" pesan Feli dan kemudian disusul dengan alamat yang mencantumkan kata Bali.
'Kamu wedding di Bali, Fel?' balas Ambar.
'Iya Mbar, cuma pesta kecil-kecilan'
__ADS_1
Yah, Ambar menmgerti apa kata kecil-kecilan untuk orang kaya seperti keluarga Feli dan Rea.
'Oke. Aku akan kirim dan pastikan kotaknya dalam keadaan bagus disana'
Ambar tersenyum karena merasa telah menyelesaikan pekerjaan yang sangat melehakan. karena untuk sahabatnya sendiri, dia sampai harus berhati-hati menempel semua hiasan di kotak itu satu-persatu. Dan semua pekerjaannya terbayar dengan kepuasan. Dia meletakkan ponselnya dan pergi ke kantornya untuk mengambil sesuatu. Tidak tahu kalau Feli mengirim pesan lagi.
'Mbar, apa kamu bener pacar Adhi?'
Feli mengirim pesan dan kemudian melihat ponselnya dengan harapan Ambar membalas dengan cepat. Dia ingin tahu, dia ingin memastikan kalau ... laki-laki itu memang kekasih Ambar.
"Danial sudah menunggu di bawah. Apa kamu tdak mau turun?"
"Feli turun"
"Perbaiki wajahmu. Jangan sampai Danial melihatmu murung seperti itu"
"Baik Bu"
Feli memaksakan senyum di wajahnya dan pergi turun ke bawah. Tempat tunangannya menunggu untuk pergi kembali ke rumahnya di London.
"I'll see you again in two weeks" kata Danial lalu memeluk tubuh mungil Feli dan memberikan kecupan di dahinya
__ADS_1
Sesuatu yang terbiasa Feli dapatkan tapi entah kenapa kini rasanya semakin tidak ... nyaman.
"I'll wait" jawabnya berat dan melihat tunangannya pergi menaiki mobil.
Ibunya datang mendekati lalu mencubit Feli tepat di perutnya.
"Kau tidak boleh makan terlalu banyak dalam dua minggu ini. Kau harus selalu tampil sempurna untuk Danial. Setidaknya sampai kalian menikah!!"
Feli memejamkan matanya, berharap ibunya tidak pernah bicara seperti itu tapi kemudian harus membuka mata dan menghadapi kenyataan.
Enam tahun lalu, kehidupannya terpaksa berubah. Perusahaan packaging ayahnya yang telah berdiri selama enam belas tahun mengalami kesulitan keuangan. Untuk menutupi masalah, ayah Feli meminjam uang pada seorang teman baiknya. Yang tidak pernah diperkirakan oleh ayahnya, temannya itu merupakan penipu yang ingin merebut perusahaan. Jadilah teman baik ayah Feli memberikan bunga pinjaman yang luar biasa dan memaksa untuk dilunasi dalam waktu sesingkat mungkin. Merasa terdesak, ayah Feli kembali meminjam uang pada renternir dan semakin terpuruk. Perusahaan akhirnya dinyatakan bangkrut hanya dalam waktu satu tahun. Merasa bersalah dan tertekan karena semua harta keluarga harus disita, akhirnya ayah Feli memutuskan untuk pergi menghilang.
Tanggung jawab perusahaan secara otomatis turun ke tangan ibu Feli yang tidak tahu menahu tentang bisnis. Karena ingin membantu, Feli menghentikan pendidikan musiknmya di Jepang dan pulang untuk belajar bisnis. Rea, sebagai sahabat paling dekat Feli mulai mengajarinya segala hal. Tapi baik Feli maupun ibunya memang tidak bisa menolong perusahaan yang telah hancur itu. Karena nilai pinjaman ayahnya semakin membesar, Feli mulai bingung.Lalu datanglah Adhi ddi depan rumahnya yang juga hampir dilelang. Saat itu, Adhi menawarkan semua uang yang dimiliki olehnya tapi Feli tidak ingin merepotkan laki-laki itu. Feli tahu Adhi baru saja membangun bisnis sendiri di negeri yang jauh dari orang tuanya tinggal.
Ketika Feli terpaksa menyetujui ide Adhi, tiba-tiba saja Danial datang ke Indonesia. Tanpa bertanya, Danial menyelesaikan semua masalah perusahaan keluarga Feli. Termasuk membayar semua pinjaman yang dimiliki olehnya. Dan juga mencari serta mengembalikan ayah Feli ke puncak kepemimpinan perusahaan. Hanya dalam satu minggu, Danial dengan kekuasaan dan kekayaannya menyelesaikan semuanya dan terlihat seperti pahlawan bagi keluarga Feli.
Sebenarnya Feli sangat bersyukur karena Danial yang merupakan teman mainnya mau membantu kesulitan keluarganya. Feli merasa berhutang banyak karena semua bantuan yang bahkan tidak memiliki batas waktu maupun keterangan membayar kembali itu. Lalu ... sesuatu terjadi tanpa bisa Feli perkirakan sebelumnya. Danial sering sekali ke Indonesia dan mengunjungi keluarganya. Danial juga bertandang ke Tokyo dan menemani Feli disana selama beberapa minggu. Karena hal itu berlangsung cukup lama, Feli menjadi agak curiga. Apa sebenarnya yang diinginkan oleh Danial.
Dan tanpa pertanda atau petunjuk terlebih dahulu, Danial melamarnya di depan ratusan orang yang menghadiri acara ulang tahun perusahaan Syahreza. Tentu saja hal itu mengejutkan untuk Feli yang tidak menyukai putra tertua keluarga itu. Yang disukainya adalah putra kedua keluarga Syahreza. Adhitama Elvan Syahreza. Laki-laki yang selalu menghubunginya setiap hari. Laki-laki yang selalu menanyakan keadaannya. laki-laki yang selalu datang tanpa diminta saat Feli merasa sedih. Dan laki-laki yang tidak memikirkan dirinya sendiri untuk dapat membantu Feli. Laki-laki itu adalah Adhi yang dicintai oleh Feli sepenuh hati. Namun, semua seperti tidak ada artinya ketika Feli dihadapkan dalam pilihan yang akan menentukan nasib perusahaan dan keluarganya.
Terpaksa, Feli menerima pinangan Danial di hadapan semua orang termasuk laki-laki yang dicintainya. Sejak itu, Feli tidak pernah lagi menerima pesan, telepon atau apapun dari Adhi. Dia menangis semalaman karena merasa telah mengkhianati perasaannya sendiri demi uang yang akan menyelamatkan keluarganya. Namun pilihan itu tetaplah menjadi tanggung jawabnya. Feli menjalani hari-hari sebagai tunangan Danial dengan baik. Dia menyelesaikan penddidikan musiknya dan mulai mempelajari cara menjadi istri yang baik di London, dekat dengan keluarga calon mertuanya. Sayangnya disana tidak ada Adhi yang ingin ditemuinya. Selama enam tahun Feli mencari keberadaan laki-laki yang dicintainya dan akhirnya ketemu. Rupanya Adhi menetap di Indonesia setelah menjual semua asetnya untuk Feli. Tapi semua telah terlambat. Dua bulan lagi Feli akan segera menikah dengan Danial, putra penerus perusahaan jasa keamanan yang terkenal. Sedangkan Adhi memiliki kekasih yang merupakan sahabat Feli, yaitu Ambar.
Sejak Feli mengetahui hubungan Ambar dan Adhi, hati kecilnya tidak merasa tenang. Dia mulai mencari tahu kebenaran tentang hubungan keduanya dari beberapa teman tapi tidak menemukan petunjuk apapun. Termasuk Rea yang juga merupakan sahabat Ambar dan juga Feli, belum tahu apa-apa tentang awal pertemuan maupun bagaimana keduanya bisa saling mencintai.
__ADS_1
Meskipun Adhi telah menegaskan kepadanya tentang Ambar, Feli masih tidak percaya. Dia ingin tahu kebenaran hubungan keduanya. Karena itu, hanya ada satu cara. Bertanya pada Ambar sendiri. Berharap sahabatnya itu akan memberikan jawaban yang diinginkannya.