Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Kasih Sayang Leah.


__ADS_3

"Tunggu Ma, Abi malu kalau Mama jongkok gitu, Abi kan habis buang air, pasti bau lah, berdiri aja cukup pegangin tangan dan badan Abi saja " Kata Ruchan.


"Abi kan Suami Mama, mau bau lah, wangi lah, surga Mama kan ada pada Abi, " Kata Leah sambil membuaka celana Ruchan.


"Ma.. " Pinta Ruchan.


"Ok kalau gitu Mama merem nih, ayo buruan, takutnya Ais keburu nangis gak ada yang jagain, dan waktu maghribnya abis " Kata Leah.


Ruchan menurut kata Leah, akhirnya semua selesai, Ruchan sudah wudhu dan di papah ke ruang tamu, Leah menyiapkan tempat untuk sholat di ruang tamu, untuk memudahkan Ruchan agar tidak banyak gerak dulu.


Sambil menyelam minum air, lebih tepatnya juga agar dekat dengan Ais, setelah mereka sholat maghrib berjama'ah berdua, Leah memulai memasak untuk mereka makan setelah buka puasa dengan gorengan dan jenang sagu. Sedangkan Ruchan sedang bermain dengab Ais di pangkuannya.


Leah merasa tenang ketika mendengar lantunan ayat ayat suci Al-qur'an yang di lantukan oleh Ruchan, suaranya sangat merdu dan menggetarkan hati.


Karena ruang keluarga dan dapur hanya di batasi dengan sofa panjang, Ruchan dapat melihat kegiatan Leah di dapur, setelah selesai racik racik dan menunggu masakan matang, Leah beres beres dapur, setelah itu, membersihkan pipis Ruchan tadi yang ada di depan kamar mandi menggunakan pel.


Ruchan terharu, beginikah pekerjaan istri? Ruchan merasa bersalah, menurut agama, semua pekerjaan itu adalah kerjaan suami, dari masak (menyediakan pangan), nyucu baju (menyediakan sandang) dan bersih bersih rumah (menyediakan papan) . Leah juga masih di sibukkan oleh si kecil yang masih sering rewel. Setelah Ruchan sembuh, ia berjanji akan lebih perhatikan Leah, dia di besarkan oleh Papa dan Kakanya bagaikan seorang putri, di sini dia harus rela melakukan segalanya sendiri, di tambah harus ngurus Ais dan suaminya.

__ADS_1


"Udah belom Ma? " Tanya Ruchan.


"Udah kok, dah lapar ya, ini mau Mama bawa kesitu, sabar ya Bi" Jawab Leah.


Semua makanan sudah di sediakan oleh Leah, lalu Leah mengambil Ais dari pangkuan Ruchan dan menaruh ke kasur kecilnya, karena tertidur. Dan mengambil nasi untuk Ruchan.


"Tunggu, taruh dulu piringnya, sini " Kata Ruchan menarik tangan Leah dan di peluk Ruchan.


"Ada apa Bi? Katanya tadi lapar " Kata Leah.


"Artinya ?" Tanya Leah.


"Aku mencintaimu sepanjang waktu dalam hidupku " Jawab Ruchan.


Leah tersenyum, dan membalas pelukan Ruchan dan mencium tangan Ruchan.


"Abi makan dulu ya, setelah ini minum obat, biar cepet sembuh, 2 minggu lagi Lebaran lho, ntar gak ada yang gendong Ais saat Mama menikmati ketupat" Goda Leah.

__ADS_1


"Makan dulu aja, minun obat nya nanti aja kalau mau tidur, Abi masih mau lanjutkan pekerjaan Abi, data data Pesantren belum Abi selesai in " Kata Ruchan.


"Kok Abi murung gitu sih, ada apa? sayurnya gak enak ya?" Tanya Leah.


"Masakan Mama tu istimewa, enak banget " Kata Ruchan tersenyum.


"Lalu? kenapa Abi murung? " Tanya Leah.


"3 hari lagi Abi ada tausiyah, terus sekarang sampai entah kapan, Abi gak bisa ikut tadarus di masjid, rugi banget lho Ma, belum lagi ngrepotin istri tercintaku ini hufft " Kata Ruchan.


"Ya mau gimana lagi Bi, mungkin Abi di suruh istirahat dulu sama Allah, Waktu Abi kan buat tour tausiyah terus, tadarus juga kadang samapi mau pagi " Kata Leah.


"Iya juga sih Ma, tapi yang namanya ibadah itu juga gak harus pilih pilih waktu Ma, selagi kita sehat, masih bernafas di dunia ini, kita ini harus terus belajar dan belajar, ibadah itu utama.. " Kata Ruchan.


"Abi memang suami idaman, tapi Bi, belajar juga harus memperhatikan kesehatan kan? gini aja, mulai besok Abi tadarusan aja sama Mama, kita bertiga deh, Abi, Mama dan Baby kecil kita" Hibur Leah.


Ruchan mengecup kening Leah, dan Leah mencium tangan Ruchan. Mereka saling berpelukan, ahh indahnya jika pasangan bisa saling melengkapi. Menerima segala kekurangan dan kelebihan pasangannya.

__ADS_1


__ADS_2