Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Pernikhan Sandy


__ADS_3

Rombongan santri menggunakan bus sudah berangkat, sedangkan mempelai laki laki dab keluarga menngunakan mobil pribadi, berjalan di depan bus.


Sekitar 20 menitan sampai di rumah Sindy, yang sudah di hiasi menggunakan janur kuning, ijab qobulnya di laksanakan di rumah Sindi, semua serba instan dan sederhana, di karenakan Sandy hanya memiliki cuti 3 hari, dan harus memboyong Sindi ke Jepang.


Untung saja, satu bulan yang lalu Sandy sudah menyuruh orang untuk mengurus persiapan pernikahan dan keperluan Sindi untu pergi ke Jepang.


Irama rabanna mengingatkan Ruchan pada group rabanna yang telah tiada 6 hari lalu, Ruchan terlihat murung.


"Abi, semangat " Kata Leah.


Ruchan pun tersenyum,walau di matanya tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.


"Mama masuk dulu ya, yang perempuan di sebelah sana soalnya " Kata Leah.


"Iya Ma, Ais biar sama Abi aja gak papa " Kata Ruchan.


"Biar sama Mama aja, lagi tidur juga kan? Ntar kalau bangun nyariin Mamanya malah bingung Abi, kan gak boleh masuk area perempuan. " Kata Leah.


"Oh iya, yaudah sana, tuh Mbak Vina dah nunggu, i love u Dek " Kata Ruchan.


Senyum Leah membuat Ruchan tenang, seperti menyebut nama Allah yang begitu menentramkan hati Ruchan, Leah dan Vina masuk ke dalam yang sudah di sediakan khusus untuk kaum perempuan, sedangkan Ruchan, Ikhsan dan Sandy masuk dari pintu samping.


"Mbak Vina, kita lihat Sindi dulu yuk, biar dia nyium Mas Ilhan sama Aisyah dulu, ntar yang ada kena sawan kan istilah jawanya.. " Kata Leah.


"Iya juga, kamu kan juga sedang hamil, ya udah yuk, mungkin dia di kamarnya" Kata Vina.


Leah bertanya kepada salah satu keluarga Sindi, dan menunjukkan kalau Sindi berada di kamarnya.


"Assallamualaikum "


"Wa'alaikum sallam"


"Aaaaaaa Leah.. lama gak ketemu" Teriak Sindi.


"Aaaaaaa kangen " Kata Leah.

__ADS_1


"Sst kalian ini, gak baik ah istri Ustad harus menjaga sikap dong, dan ini kamu juga kan calon mempelai wanita yang nyantri dari Pondok Pesantren, malu sama Ais, Leah juga harus mulai panggi Sindi Kakak atau Mbak, dia kan sebentar lagi jadi istri Kakak kamu !!" Nasihat Vina.


"Iya maaf Umi " Kata Leah dan Sindi.


"Kalian" Kata Vina


"Le, aku dengar tentang kecelakaan group rabanna dan Ustad Ruchan dari Ita, bagaimana keadaan suamimu" Tanya Sindi.


"Alhamdulillah Mas Ruchan selamat, dia waktu itu berada di sebrang jalan jado gak jadi korban" Kata Leah.


"Lalu bagaimana dengan keadaan dua santri yang kritis? " Tanya Sindi.


"Kata Abinya Ilham, mereka sudah mulai membaik, bahkan sudah siuman dan bisa di ajak ngobrol" Jawab Vina


" Alhamdulillah kalau gitu, dan iya, denger denger aku akan memiliki ponakan satu lagi nih" Kata Sindi melirik ke Leah.


"Apaan, kata siapa? " Tanya Leah.


Sindi melirik ke Vina, dan Vina berpura pura tidak mendengar, obropan mereka semakin seru sampai waktunya tiba ijab qobul.


"Assallamualaikum Mbak? ini acara segera di mulai" Kata Ibu ibu setengah baya.


Telfon Leah berbunyi. Leah tidak tau siapa yang menelfonya karena momornya tidak tersimpan, Leah pun tidak mengangkatnya. Nomor itu pun menelfon lagi, Leah akan mengangkatnya namun menjauh dari keramaian takut mengganggu.


Setelah Leah sudah keluar dari ruangan itu Leah pun menjawabnya.


"Assallamualaikum " Salam Leah.


"Hallo mantan calon adik iparku, apa kabar? "


"Kak Irene? " Leah kaget, kenapa Irene menelfon di acara pernikahan Kak Sandy, dalam hati Leah pasti akan mengacau.


"Waw ternyata ingatan adikku ini sangat bagus yaa"


"Apa mau kamu "

__ADS_1


"Tak banyak, aku hanya ingin Sandy, kalau pun Sandy tidak mau denganku, terpaksa, aku akan membuat Sandy tidak bisa di miliki siapapun termasuk kamu"


"Kamu sakit? "


"Aku melihatmu sayang, lihat di depanmu, aku berada di mobik merah yang ada di depanmu, jika kamu tidak datang kesini, kamu akan kehilangan semuanya "


Leah mendengar ijab qobul Sandy sudah dimulai, Leah harus mengulur waktu sampai Sandy dan Sindi sah, akhirnya Leah mau menemui Irene, agar Irene tidak berbuat nekat.


Leah mendekati mobil merah yang ada di depannya, dan benar di dalam itu ada Irene, mantan pacar Sandy.


"Hallo adikku sayang, lama tak jumpa ya, wah sekarang sudah kayak apa itu, wanita bersyar'i, eemmm uhty hahaha" Kata Irene.


"Apa maksud kamu? " Tanya Leah.


"Sayang rileks dong, Kakakmu ini gak akan macam macam kalau kamu mau di ajak bekerja sama " Kata Irene.


"Buat apa? buat ngacauin pernikahan Kak Sandy ha? " Tanya Leah.


"*Saya terima nikahnya, Sindi Kurnia Sari binti Bapak Rizwan Haryanto dengan seperangkat alat dan satu set perhiasan dan sejumlah uang seperti tersebut dibayar tunai"


"Bagaimana para saksi SAH*"


"Dengar itu? Saaah, Kakaku sudah dimiliki yang lain" Kata Leah.


Emosi Irene meledak ledak, bagaiman dia bisa tidak mengetahui pernikahan Sandy? Irene yang marah akan mengacaukan dan menghancurkan semua orang di rumah Sindi. Namun Leah menghalanginya.


Leah dan Irene memiliki seni bela diri, mereka berantem, saling main tangan, sampai Leah lupa kalau dia sedang memgandung, dari kejauhan Ruchan melihat Leah yang sedang berkelahi. Melihat itu Ruchan langsung berteriak.


"Leah !!! "


😊😊😊😊😊😊😊😊


Kakak kakak jangan lupa juga mampir ke novel baru aku ya judulnya


" Cinta dari Kakak"

__ADS_1


beri saran dan kritik Like juga, agar aku semangat dalam berkarya.


Aku tunggi di sana yaaaa..


__ADS_2